
Sejumlah Mahasiswa FDIKom mengeluhkan penetapan jadwal perkuliahan yang dinilai membingungkan. Pasalnya, tidak ada jadwal mata kuliah yang tetap, dan beberapa masih bentrok.
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memulai kembali perkuliahan semester genap sejak Senin (2/3) secara daring untuk semua fakultas, terkecuali Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) yang melaksanakan perkuliahan secara luring, dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) secara hibrida sesuai dengan Surat Edaran (SE) Rektor Nomor 4 Tahun 2026. Namun, pelaksanaan perkuliahan daring di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKom) pelaksanaan menimbulkan keluhan Dari sejumlah mahasiswa, karena terdapat jadwal mata kuliah (matkul) yang belum tetap di beberapa program studi (prodi).
Sari—bukan nama sebenarnya—mahasiswi Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) angkatan 2025 mengeluhkan jadwal matkul di prodinya yang belum tetap. Ia menjelaskan, hari pertama kuliah terpaksa kosong, karena kelasnya belum mendapatkan jadwal matkul semester genap. Jadwal matkul tersebut baru diberikan sekretaris prodi (sekprodi) dua hari setelahnya. Meski telah mendapat jadwal matkul, masih terdapat matkul yang saling bentrok satu sama lain.
“Jadwal yang di-PDF itu, yang dikasih sekprodi. Tapi masih menyamakan jadwal tersebut sama jadwal dosennya. Bentrok. Jadwal yang sekprodi kirim pun masih tidak sinkron dengan jadwal matkul yang diberikan dosen,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (11/3).
Sari pun mengatakan, permintaan penyesuaian pun ia sampaikan ke sekprodi Kessos. Setelah itu jadwal diubah, tapi masih terdapat matkul yang bentrok di jadwal yang baru. Menurutnya, terjadi miskomunikasi antara dosen dengan pihak Tata Usaha (TU) fakultas, sehingga permintaan dosen dengan penetapan jadwal yang dilakukan oleh TU fakultas belum memiliki koordinasi yang baik. “Akhirnya mahasiswa memilih mengikuti jadwal matkul versi dari dosen yang sebenarnya belum tentu tetap juga, bukan jadwal dari sekprodi,” ungkapnya.
Sari melanjutkan, ketidakpastian jadwal membuat ia mengalami penumpukan matkul. Dalam sehari, bisa terdapat empat matkul beserta tugas-tugasnya. Ia menjadi tidak bisa merencanakan kegiatan di luar perkuliahan karena belum memiliki jadwal yang pasti. Tiap malam ia harus siap siaga menunggu jadwal untuk esok hari. Ia merasa pihak fakultas mesti lebih siap sebelum semester baru dimulai dan perlu memiliki staf yang lebih responsif agar sistem penyusunan dan distribusi jadwal matkul dapat terkoordinasi dengan lebih baik. “Sebenarnya kalau memang mau berbenah. Ya, salah duanya memang itu sih,” katanya.
Selaras dengan Sari, Fitri—bukan nama sebenarnya—mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2024 mengeluhkan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang membuatnya bingung. Pada pengisian KRS, ia menemukan matkul semester empat bercampur dengan matkul semester dua. Namun, saat itu ia tidak diperkenankan memilih matkul semester empat yang berada di opsi matkul semester dua oleh pihak TU. Setelah jadwal diberikan dan kegiatan perkuliahan telah dimulai, masih terdapat matkul di kelasnya yang masih mengalami bentrok. Barulah setelah kendala tersebut disampaikan ke TU fakultas, pihak TU melakukan penyesuaian jadwal dan matkul yang awalnya bentrok telah disesuaikan. Ditambah lagi, terdapat satu mata kuliah yang opsi pilihannya belum muncul saat pengisian KRS.
Sebelumnya, Institut telah berupaya menghubungi Fita Fathurokhmah, Wakil Dekan (Wadek) Bidang Akademik FDIKom untuk meminta konfirmasi sejak Rabu (11/3). Namun, sampai berita ini terbit, belum ada respons mengenai jawaban dari pertanyaan yang diberikan tersebut.
Reporter: MHR
Editor: Naufal Fauzan
