Keluh Kenyamanan UIN Corner Park

Keluh Kenyamanan UIN Corner Park

Read Time:4 Minute, 17 Second
Keluh Kenyamanan UIN Corner Park

UIN Jakarta resmikan tiga taman sebagai ruang diskusi, salah satunya UIN Corner Park. Namun, mahasiswa menilai UIN Corner Park masih belum optimal digunakan sebagai ruang diskusi sebab konsep terbuka yang diusungnya.


Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menghadirkan tiga taman baru sebagai ruang publik edukatif di lingkungan kampus. Peresmian ketiga taman tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025. Dilansir dari uinjkt.ac.id, tujuan dihadirkannya ketiga taman untuk menjadi bagian dari upaya kampus dalam menyediakan ruang terbuka yang tidak hanya menunjang keindahan visual, tetapi juga mendorong interaksi di bidang akademik dan sosial mahasiswa.

Salah satu taman yang menjadi sorotan mahasiswa adalah UIN Corner Park yang terletak di samping pintu keluar utama Kampus Satu UIN Jakarta. Berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa, fungsi UIN Corner Park sebagai tempat yang ditujukan untuk menjadi ruang diskusi atau sekedar bersantai belum optimal.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Bunga—bukan nama sebenarnya—mengaku, belum pernah memanfaatkan taman tersebut sebagai tempat belajar maupun sekadar bersantai. Ia menilai kenyamanan di UIN Corner Park menjadi pertimbangan utama. “Walau tamannya dekat dengan fakultas saya, saya lebih nyaman duduk di area yang rindang dan teduh,” ujar Bunga saat diwawancara pada Rabu (11/3).

Bunga menyoroti kondisi taman yang minim pepohonan rindang ataupun atap teduh membuat taman kurang nyaman digunakan sebagai tempat diskusi. Terlebih menurutnya konsep taman terbuka yang diusung UIN Corner Park kurang cocok dengan cuaca di Kampus Satu yang terik saat siang hingga sore hari. “Secara estetika memang enak dipandang, tapi kalau panas jadi kurang nyaman, bahkan hanya sekedar duduk,” tambahnya.

Menurut Bunga, taman kampus yang ideal tidak hanya mengedepankan estetika tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan fungsi. Kondisi taman yang nyaman dan ramah akan memancing banyak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. “Sebagai ruang diskusi menurut saya masih kurang optimal dikarenakan faktor kenyamanan yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.

Bunga berharap UIN Corner Park dapat menjadi tempat yang ramah untuk menjadi ruang belajar dan diskusi. Ia menyarankan diperbanyaknya lokasi stop kontak untuk menunjang kegiatan belajar di taman. “Dan mungkin bisa ditambahkan lokasi teduh ya, ada spot teduh untuk mahasiswa yang kehabisan tempat diskusi di siang hari,” tambahnya.

Senada dengan Bunga, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIkom), Dian—bukan nama sebenarnya—mengaku, dirinya jarang menggunakan fasilitas UIN Corner Park dikarenakan lokasi yang cukup jauh dari FDIKom. “Menurut saya jadi agak ribet kalau mau santai ke UIN Corner di sela-sela waktu mata kuliah,” ujar Dian saat diwawancara pada Rabu (11/3).

Menurut Dian, faktor utama UIN Corner Park jarang dimanfaatkan karena mahasiswa kurang nyaman di tempat yang terbuka dengan matahari menyengat, ditambah aktivitas orang berlalu-lalang termasuk aktif di sekitar UIN Corner Park. “Fasilitasnya sih lumayan karena sudah ada stop kontak jika kepepet. Tapi, bakal lebih bagus kalau ada area rindang atau teduh untuk kondisi taman ketika panas atau hujan,” tambahnya.

Dian menjelaskan, gambaran taman yang ideal yaitu yang lingkungannya nyaman. Dengan kondisi sekitar yang minim aktivitas, fasilitas yang lengkap, dan akses internet yang lancar. “UIN Corner Park belum optimal menurut saya karena jauh dari aktivitas mahasiswa selain karena cuaca yang panas dan tidak adanya ruang teduh,” tambahnya.

Dian mengungkapkan, UIN Corner Park akan optimal digunakan apabila fasilitas ditambah dengan pelindung atau ruang teduh yang melindungi mahasiswa dari cuaca panas dan hujan, selain itu penambahan jumlah stop kontak dan internet yang stabil akan membuat taman nyaman digunakan sebagai ruang diskusi.

Abdul Halim Mahmudi, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha UIN Jakarta mengungkapkan, UIN Corner Park dibangun selaras dengan visi pimpinan universitas yang ingin memperbanyak titik ikonik kampus. “Jika sebelumnya landmark hanya terpusat di area samping auditorium, sekarang UIN Jakarta menyediakan beberapa titik baru sebagai spot foto bagi civitas akademika maupun pengunjung dari luar kampus,” ujar Halim saat diwawancarai pada Selasa (17/03).

Halim menjelaskan, UIN Corner Park memiliki fungsi sebagai ruang terbuka juga sebagai strategi untuk memperkuat daya tarik visual kampus. UIN Corner Park memiliki dua landmark yang dapat digunakan sebagai spot foto oleh civitas academica dengan desain yang lebih eye-catching. “Sekarang memang sesuai visi misi rektor, kita berusaha meningkatkan fasilitas. Landmark tidak hanya satu lagi, tapi diperbanyak agar jadi spot foto untuk pengunjung UIN maupun dari luar,” ujarnya.

Selain itu, Halim menjelaskan bahwa taman yang dibangun mengusung konsep taman tropikal. Konsep ini menekankan aspek estetika dengan komposisi tanaman yang tidak didominasi pohon besar. “Terkait tanaman, karena baru jadi memang belum terlihat rindang. Nanti kalau sudah besar akan terasa lebih teduh. Tapi memang konsepnya taman tropikal, jadi tidak banyak pohon besar,” jelasnya.

Halim mengungkapkan, pihak kampus akan menyediakan fasilitas gazebo di sekitar taman. Gazebo tersebut dirancang sebagai alternatif ruang diskusi yang lebih nyaman, khususnya saat cuaca panas atau hujan. “Kalau panas, bisa geser ke gazebo. Nanti gazebo juga akan ditambah dan dilengkapi fasilitas untuk diskusi, seperti stop kontak dan Wi-Fi,” tambahnya.

Halim mengaku, konsep taman secara keseluruhan sudah bersifat final. Penambahan elemen seperti ruang teduh tambahan dinilai berpotensi merusak konsep estetika yang telah dirancang. Revitalisasi, menurutnya, hanya dimungkinkan pada aspek tertentu seperti penambahan bangku atau stopkontak. 

“Jika ditambah pohon rindang nantinya landmark tidak terlihat, atau jika ditambah atap takutnya jadi menurunkan tingkat estetika. Tapi, jika ada saran yang disampaikan oleh mahasiswa, akan coba kami bantu sampaikan ke pimpinan,” pungkasnya.

Penulis: HZ
Editor: Naufal Fauzan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Kampus Tolak Wacana Industrialisasi Pendidikan Previous post Kampus Tolak Wacana Industrialisasi Pendidikan