Keluhan Kesah Program Pendampingan Karir FITK 

Keluhan Kesah Program Pendampingan Karir FITK 

Read Time:2 Minute, 28 Second
Keluhan Kesah Program Pendampingan Karir FITK 

FITK UIN Jakarta mewajibkan Program Pendampingan Karier Mahasiswa untuk mahasiswa tingkat akhir. Kendati demikian, banyak mahasiswa yang risau sebab informasinya yang sangat mendadak dan program itu akan menunda kelulusan.


Pada Senin (16/3), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan Surat Edaran (SE) nomor B-1582/F1/PJ.00.04/03/2026 bertajuk Kewajiban Mengikuti Program Pendampingan Karier Mahasiswa. Menurut SE tersebut dijelaskan kewajiban bagi seluruh mahasiswa FITK semester 8 untuk mengikuti Program Pendampingan Karier selama 3 bulan. Pada SE tersebut juga tertera, keikutsertaan dalam program ini menjadi salah satu komponen wajib dalam penyelesaian studi mahasiswa tingkat akhir di FITK. Sontak, pemberitahuan program tersebut menuai kontra dari beberapa mahasiswa itu sendiri. 

Pasalnya, masih terdapat beberapa program studi (prodi), seperti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan/Tadris Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) yang sedang melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), yakni program wajib bagi mahasiswa tingkat akhir untuk praktik mengajar langsung dan mengelola administrasi di sekolah atau madrasah mitra. Kegiatan PLP tersebut pun baru akan berakhir pada Jumat (10/4).

Salah satu mahasiswa semester 8 FITK, Zaskia—bukan nama sebenarnya—mengatakan, dirinya terkejut ketika mendapatkan informasi terkait program tersebut pada Selasa (17/3). Pasalnya, belum ada perbincangan antara pihak kampus dengan mahasiswa terkait program ini. Ia pun menilai, program ini mengganggu kegiatan akademiknya.

“Selain mendadak kita semua belum diberi tahu secara pasti bagaimana program ini berjalan. Terlebih, program ini ada ketika di tengah kesibukan PLP, mengajar, dan skripsi-an,” tutur Zaskia saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (24/3).

Selaras dengan Zaskia, salah satu mahasiswa semester 8 FITK, Rahmat—bukan nama sebenarnya—menyayangkan pemberitahuan program tersebut sebab penginformasiannya sangat mendadak dan tanpa aba-aba. Ia menjelaskan, informasi tersebut ia terima dari dosen prodinya pada Selasa (17/3). “Informasi yang disampaikan pun tidak lengkap. Informasinya tidak jelas dan timeline pun sangat clueless,” ujar Rahmat saat diwawancarai via WhatsApp, Minggu (22/3).

Rahmat juga mengeluhkan, dirinya dan beberapa mahasiswa FITK lain banyak yang keberatan dengan program ini, karena dinilai menyulitkan mahasiswa, khususnya mahasiswa semester akhir. Hal tersebut dinilai akan memecah belah fokus mahasiswa yang sedang menggarap skripsi dan sidang. “Yang membuat kesal adalah program ini merupakan komponen wajib. Mungkin, ini juga yang bisa membuat kami lulus lebih lama,” keluhnya.

Rahmat pun memberi informasi kepada Institut, Senin (30/3) Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan FITK UIN Jakarta, Salamah Agung mengadakan diskusi terkait program tersebut secara daring. Pada diskusi tersebut pula Salamah menjelaskan pelaksanaan Program Pendampingan Karier Mahasiswa dari FITK.

“Yang perlu diketahui, program pendampingan ini bukan benar-benar dilaksanakan bersama ahli profesi, tetapi AI. Itu bener-bener aneh, sih. Tidak relate, gitu,” kata Rahmat yang juga mengikuti diskusi tersebut, Senin (30/3).

Sebelumnya, Institut telah menghubungi Salamah Agung via WhatsApp pada Selasa (24/3). Mulanya, Salamah menjawab pesan Institut dan bersedia untuk diwawancara. Namun, setelah diberi pertanyaan, hingga berita ini terbit, Salamah belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan. 

Reporter: Naufal Fauzan 
Editor: Rifki Kurniawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Prihatin Kondisi Kamar Mandi Parkiran Triguna Previous post Prihatin Kondisi Kamar Mandi Parkiran Triguna
Jeratan Konsumerisme dalam Tren Self-Reward Next post Jeratan Konsumerisme dalam Tren Self-Reward