KMPA Mahachala Galakan Budidaya Mangrove

Read Time:1 Minute, 47 Second
Keberadaan mangrove sebagai penjaga ekosistem dan rumah bagi biota laut kini  mulai berkurang habitat dan populasinya. Abrasi dan perkembangbiakan yang sulit menjadi faktor pengancam kehidupan mangrove. Oleh sebab itu, diperlukan pemberdayaan untuk mengembalikan fungsi mangrove.

Mangrovestasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk membudidayakan  mangrove, agar dapat turut membantu melestarikan alam. Tak hanya sekadar menanam, mangrovestasi juga termasuk pemberdayaan tingkat lanjut seperti perawatan dan pemantauan lokasi penanaman. Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Mahachala adalah salah satu yangpdeuli dan mengadakan kegiatan mangrovestasi.

Kegiatan ini juga dilakukan  sebagai salah satu perayaan ulang tahun KMPA Mahachala yang ke-9 dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh  setiap  5 Juni. “Nantinya, kegiatan ini bakal jadi program rutin,” tutur Ketua KMPA Mahachala, Morita Octavia, Sabtu (30/5).

KMPA Mahachala  memilih lokasi di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Lahan tersebut dipilih karena kondisinya berlumpur serta tidak memicu abrasi.  “Kita sengaja memilih tempat ini soalnya mangrove yang ditanam di pantai tidak bisa bertahan lama,” ujar Sekretaris KMPA Mahachala, Agusti Yolanda.

Menurut Agusti, sebelumnya, sudah beberapa kali menanam mangrove di pesisir pantai. Akan tetapi, mangrove yang ditanam tidak dapat tumbuh dengan baik, lantaran abrasi yang menyulitkan perkembangbiakan mangrove.

Lahan seluas 10.000 hektar milik Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) ini pun yang kemudian menjadi pilihan. Namun, hanya beberapa hektar saja yang digunakan untuk pembudidayaan mangrove. ”Lahan punya Perhutani tidak semua ditanami mangrove, sebagian kita jadikan tambak dan diserahkan pada warga,” terang salah satu petugas Perhutani, Deden.

Kegiatan ini tak hanya melibatkan anggota KMPA Mahachala, tapi juga beberapa peserta lain.Giyan Muslim Hendrawan, misalnya, mahasiswi dari Universitas Bina Nusantara ini menjadi salah satu perwakilan komunitasnya, KeMangteer Jakarta, untuk mengikuti kegiatan mangrovestasi.“Aku sebelumnya memang sudah suka menanam mangrove, makanya langsung mau ketika diminta jadi perwakilan komunitas,” ujar Giyan.

Selain Giyan, ada juga Irfan Ramdani yang bekerja di perusahaan retail. Ia tertarik ikut kegiatan ini karena senang dengan kegiatan pelestarian alam seperti penanaman mangrove, dia bahkan rela datang dari rumahnya yang berlokasi di Bekasi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. “Saya sampai bela-belain datang ke Fakultas Psikologi buat ikut kegiatan ini.” tegas Irfan.

FN 

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Kaya dengan Hidup Sederhana
Next post Perjuangan Hidup Pengusaha Muda