Keberagaman Budaya Indonesia dalam Konser Bumi Adya

Read Time:2 Minute, 8 Second
Ruang aula gedung Radio Republik Indonesia (RRI) yang mulanya gelap perlahan menjadi terang. Sorotan lampu berwarna kuning menyala seiring anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memasuki panggung.
Kali ini, PSM UIN Jakarta menyelenggarakan konser tahunan bertema Bumi Adya. Tema konser berasal dari bahasa sansekerta yang berarti tanah air indah milik Tuhan. Konser Bumi Adya diadakan pada 14 Juni 2015 dan terbagi menjadi dua sesi. Acara tersebut mempersembahkan berbagai lagu serta tari tradisional sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia
Lagu dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berjudul Ondel-ondel membuka sesi pertama konser. Berbalut kebaya dan kerudung berwarna-warni serta kain batik, para perempuan disandingkan dengan para lelaki yang mengenakan baju koko dengan bawahan celana bahan berwarna hitam. Kain sarung yang diselempangkan di leher juga melengkapi penampilan mereka. Sebelum anggota PSM UIN Jakarta tersebut mulai bernyanyi, tak lupa mereka menyelipkan teatrikal berupa adegan kehidupan sehari-hari.
Setelah menyanyikan lagu Ondel-ondel, PSM UIN Jakarta membawakan lagu Hariring Nu Kungsi Nyanding. Koreografi yang ditampilkan oleh anggota PSM UIN Jakarta pun menyertai setiap lantunan lagu dalam Konser Bumi Adya. Lalu, konser berlanjut dengan lagu-lagu khas nusantara yaitu Medley Borneo, Esa Mokan, dan Keroncong Kemayoran.
Pada sesi kedua, PSM UIN Jakarta menyuguhkan lagu asal Sulawesi Selatan ciptaan Bora D.G. Irate berjudul Angin Mamiri. Riuh tepuk tangan penonton seusai PSM UIN Jakarta bernyanyi, menambah kemeriahan konser malam itu. Kemudian konser pun dilanjutkan dengan lagu Tardigadingdangdo, Badindin, Bungong Jeumpa, dan Yamko Rambe Yamko.
Dalam Konser Bumi Adya, PSM UIN Jakarta menyanyikan 10 lagu daerah Indonesia. Beberapa anggota Komunitas Kamar Wina juga ikut serta mengisi sesi kedua dengan memainkan berbagai alat musik gesek.
Di penghujung acara, PSM UIN Jakarta memberikan penghargaan kepada Azis Novtian Lubis sebagai konduktor, Julian Pranata sebagai Chief of Choral Accompaniment, Anila Safitri sebagai koreografer, Afrilia Mayasari sebagai pimpinan produksi dan Komunitas Kamar Wina sebagai pengisi acara.
Pimpinan Produksi Konser Bumi Adya, Afrilia Mayasari mengatakan, Konser Bumi Adya merupakan perwujudan dari usaha PSM UIN Jakarta meningkatkan kualitas vokal dan artistik. “Tak hanya itu, Bumi Adya merupakan konser lintas angkatan karena melibatkan beberapa angkatan berbeda,” jelasnya, Minggu (14/6).
Afrilia juga berharap, PSM UIN Jakarta dapat lebih dikenal lagi oleh khalayak umum. “Selain bisa dinikmati khalayak umum, semoga karya kita (PSM UIN Jakarta) bisa dinikmati pecinta seni dan budaya. Lebih lagi, upaya kita melestarikan budaya Indonesia dapat terus dilakukan,” ujarnya.
Salah satu penonton, Ismaniar Nur Fajriah berpendapat, Konser Bumi Adya sangat berkesan sebab PSM UIN Jakarta bisa mengemas lagu daerah menjadi sesuatu yang menarik dengan tambahan drama serta tarian. “Aransemen lagunya juga kece banget,” tambahnya.
Jeannita Kirana

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Jokowi dan Cengkraman Oligarki
Next post ODOJ, Bumikan Al-Quran dengan Tilawah