Boen Tek Bio, Wisata Religi Bernuansa Arsitektur Tionghoa

Read Time:1 Minute, 50 Second

Indonesia adalah negara pluralisme. Kemajemukan masyarakatnya dapat dilihat dari
perbedaan ras, budaya, dan agama di setiap daerah yang memberikan warna tersendiri. Tentu
bukan hal asing lagi melihat Indonesia dengan segudang keberagaman masyarakatnya.
Mengerucut pada keberagaman beragama, Indonesia mengakui enam agama yaitu Islam,
Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Salah satu agama yang khas mengenai
tempat peribadatannya tak lain adalah Agama Konghucu.

Konghucu memiliki tempat peribadatan bernama Kelenteng. Kelenteng merupakan tempat
peribadatan bernuansa arsitektur Tionghoa. Salah satu kelenteng yang memiliki khas
ornamen Tionghoa adalah Kelenteng Boen Tek Bio. Kelenteng ini terletak di antara
pemukiman di Jalan Bhakti No. 14 kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. Karakterisktik
Kelenteng Boen Tek Bio didesain dengan perpaduan warna merah gelap pada dinding di
setiap ruang ibadah. Terdapat pula ukiran naga dan lilin-lilin yang selalu menyala.

Kelenteng Boen Tek Bio selain menjadi tempat ibadah, tempat ini juga menjadi wisata religi
bagi orang yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kelenteng yang sudah berdiri lama
semenjak tahun 1684. Keunikan kelenteng ini menggunakan aksesoris yang berasal dari Cina,
pengunjung akan disuguhkan pemandangan layaknya sedang berada di negara Cina. Semua
peninggalan yang berada di Kelenteng ini bertuliskan aksara Cina.

Di sisi kanan kelenteng, terdapat tumpukan Hio. Hio merupakan alat peribadatan yang
menimbulkan wangi-wangian. Hio berfungsi sebagai alat pemujaan terhadap Dewa-Dewa
dalam Agama Konghucu dan Buddha. Di dalam Kelenteng juga terdapat lilin-lilin berwarna
merah dengan nyala api yang terletak di atas meja tepat samping tempat ibadah utama. Selain
itu, Pada dinding di sekitar pigura, tercantum goresan aksara cina yang melambangkan nama
tokoh yang turut terlibat dalam perbaikan dan pengembangan fasilitas di Kelenteng Boen Tek
Bio.

Selain pemandangan unik yang terdapat di dalam kelenteng, di luar pelataran kelenteng juga
terdapat pemandangan nan indah. Tampak deretan Pohon Bonsai tersusun rapi di area
pelataran Kelenteng. Pohon-pohon Bonsai diperkirakan berusia kurang lebih satu abad. Jika
dilihat lebih seksama, di bagian akar terbentuk relief wihara yang dilengkapi dengan tangga
dan kolam. Namun, kondisi relief sekarang sudah tidak terlalu tampak karena terkikis waktu.

Kelenteng Boen Tek Bio juga biasa digunakan untuk beberapa kegiatan rutin di setiap
minggunya, seperti Sekolah Minggu untuk para anak-anak, remaja, dan lansia. Selain itu,
acara-acara besar keagamaan juga turut diselenggarakan di kelenteng ini, seperti peringatan
Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh. Setiap peringatan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh,
banyak pengunjung yang turut hadir untuk merayakannya.

DBA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Solusi Kesehatan Murah Masyarakat
Next post Cek Kesehatan Mahal, Maba Terpaksa Berhutang