Pegiat Iklim Desak BNI Stop Danai Batu Bara

Read Time:1 Minute, 56 Second



Krisis iklim semakin mengancam keberlanjutan bumi, sejumlah kelompok anak muda mulai bergerak mengkampanyekan aksi peduli lingkungan. Beragam aksi diupayakan untuk membagun kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.


Komunitas Fossil Free, Enter Nusantara, Jeda Iklim, dan Climate Rangers menggelar aksi serentak menyambut Hari Ulang Tahun Bank Negara Indonesia (BNI) ke-76 di sekitar Gedung BNI Jakarta, Selasa siang (5/7). Aksi dilakukan sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan dengan mendesak BNI untuk berhenti memberi pendanaan batu bara, sebagai penyumbang gas emisi rumah kaca penyebab krisis iklim.

Sekitar pukul 11.00 siang, massa aksi tiba di depan Gedung BNI. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) menyampaikan orasinya yang berisi dorongan agar BNI berhenti danai krisis iklim. Peserta aksi mengenakan kostum unik untuk mengekspresikan bencana iklim. Salah satu peserta aksi membawakan kue ulang tahun untuk BNI. Uniknya, hiasan kue tersebut berbentuk serpihan batu bara yang mendapat suntikan dana dari BNI.

Koordinator Climate Rangers Jakarta, Ginanjar Ariyasuta menegaskan, di usia yang sudah menginjak angka 79, BNI seharusnya lebih aktif dalam proyek penanggulangan krisis iklim, salah satunya dengan mematikan dana untuk energi fosil. Ginanjar juga menambahkan, permasalahan krisis iklim adalah permasalahan yang sistemik, sebab di dalamnya ada campur tangan negara. 

 “Semoga BNI mendengar suara kita, karena sudah ada 17.000 petisi yang berisi penolakan untuk memberikan suntikan dana kepada perusahaan batu bara,” kata Ginanjar, Selasa (5/7).

Menurut keterangan perwakilan Extinction Rebellion Melissa Kowara, sudah empat kali aksi serupa dilakukan oleh para komunitas pemuda peduli iklim. Aksi ini, kata Melissa, merupakan ajakan kepada semua pihak untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. 

“Kita harus menekan ke semua arah yang memungkinkan untuk ditekan agar mereka tidak abai lagi terhadap krisis iklim,” tutur Melissa, Selasa (5/7). 

Azka Wafi El Hakim, pegiat Enter Nusantara turut hadir dalam aksi tersebut. Menurut Azka, sudah banyak orang yang menyadari bahwa kondisi lingkungan semakin memburuk. Namun bagi sebagian masyarakat, nomenklatur perubahan iklim masih menjadi hal yang tabu. 

Azka juga menambahkan, sebenarnya pemimpin BNI memiliki opsi untuk memilih investasi dana ke hal yang lebih ramah lingkungan atau energi terbarukan. Namun sampai saat ini, kata Azka, bank-bank itu masih mendanai perusahaan batu bara sebagai sumber energi. 

“Petani di Jawa Tengah belum tahu panen mereka terkendala akibat perubahan iklim,” ujar Azka, Selasa (5/7).

Reporter: Firda Amalia Putri

Editor: Sekar Rahmadiana Ihsan


About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Peduli Lingkungan, Punahkan Sampah Plastik
Next post Kedudukan HAM Sebelum Revolusi