Menyoroti Kebersihan Kampus Dua UIN Jakarta

Menyoroti Kebersihan Kampus Dua UIN Jakarta

Read Time:2 Minute, 27 Second
Menyoroti Kebersihan Kampus Dua UIN Jakarta

Salah satu mahasiswa pengguna parkir di kampus dua UIN Jakarta dikagetkan adanya celana dalam wanita di wilayah kampus. Kebersihan kampus dua UIN Jakarta dianggap kurang diperhatikan.

Pada Rabu (15/3) Institut mendapatkan laporan mengenai kebersihan kampus dua Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam laporan itu menyebutkan, bahwa terdapat celana dalam wanita di parkiran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sesuai pengamatan dan penulusuran laporan tersebut, Institut membenarkan adanya celana dalam wanita disana.

Mahasiswa UIN Jakarta, Program Studi (Prodi) Ilmu Politik, Bagas Chairil (BC)—nama samaran. Pada Rabu (15/3) lalu, BC melihat terdapat pakaian dalam wanita di kawasan parkir kampus dua UIN Jakarta. BC merasa aneh dan malu ketika melihat barang tersebut berada di lingkungan kampus, yang mana seharusnya kampus sebagai tempat mencari ilmu.

Lanjut, BC mengatakan perihal pakaian dalam yang jatuh dari pemiliknya atau telah terjadi hal yang tidak diinginkan itu masalah belakangan. Namun, BC berharap, masalah kebersihan kampus dua ditingkatkan lagi. “Khususnya di parkiran bawah FISIP, banyak sampah masker, dedaunan dan bekas sepatu” ucapnya, Minggu (19/3). 

Mahasiswa UIN Jakarta, Prodi Hubungan Internasional (HI), Nadhiya Raihan merasa kaget saat ditanya mengenai celana dalam wanita yang terdapat di parkiran bawah FISIP UIN Jakarta. Nadhiya mengatakan, hal tersebut sangat tidak normal berada di wilayah kampus. “Pihak kebersihan seharusnya tidak membiarkan itu berlama-lama dan tidak membersihkanya,” ujarnya, Senin (20/3).

Lanjut, Nadhiya melihat kebersihan di kampus dua UIN Jakarta memang masih kurang maksimal. Nadhiya mengatakan, walau sudah ada pihak kebersihan kampus dua tetap saja masih kotor. “Dari saya semester satu hingga semester delapan. Saya tidak pernah melihat kampus bersih, terutama kamar mandi,” ujarnya, Senin (20/3).

Selain FISIP yang kamar mandinya kotor dan bau. Nadhiya pun mengatakan bahwa ia pernah mencoba ke Fakultas Kesehatan (FIKES) melihat perbandingan kondisi kebersihan kamar mandinya dengan FISIP, ternyata kondisinya tak jauh beda. “Semua kebersihan UIN Jakarta sama aja kotor,” ucapnya, Senin (20/3).

Koordinator Kebersihan FISIP, Lilis Wijayanti menanggapi berbagai keluhan mahasiswa, Ia sudah mengusahakan kebersihan di kampus dua secara maksimal. Namun penyebabnya karena anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibatasi. “Kebersihan kampus dua masih kurang maksimal karena kurangnya personil,” ujarnya, Senin (20/3).

Lanjut, Lilis mengakui bahwa perbandingan luas area kampus dua dengan jumlah personil tak memadai. Selain itu, ia sudah mencoba mengusulkan kepada UIN Jakarta untuk  menambah personil kebersihan di kampus dua. “Namun sampai sekarang masih belum terealisasi,” ucapnya, Senin (20/3).

Office Boy (OB) di FISIP UIN Jakarta, Syarifudin membenarkan bahwa kurang diperhatikannya kebersihan di kampus dua. Syarifudin mengatakan, bahwa Ia hanya seorang diri yang khusus membersihkan gedung FISIP sedangkan di luar gedung tak ada yang bertanggung jawab. “Terkadang saya melihat tukang kebun membersihkan luar gedung FISIP,” ujarnya, Senin (20/3).

Lanjut, Syarifudin mengharapkan agar personil kebersihan ditambah oleh pihak kampus. Tujuannya agar kebersihan kampus dua bisa bersih secara maksimal. “Karena saya hanya seorang diri, saya butuh tambahan personil agar kinerja lebih maksimal,” pungkasnya, Senin (20/3).

Reporter: PA

Editor: M. Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Jurnalisme Naratif vs Algoritma Internet Previous post Jurnalisme Naratif vs Algoritma Internet
Perangi Stigma Negatif pada Ganja Next post Perangi Stigma Negatif pada Ganja