
Mahasiswa kerap khawatir dan kesulitan saat hendak parkir di area FIKes. Sebab, tidak adanya palang gate parkir dan garis pembatas di area parkirnya.
Melansir uinjkt.ac.id, sejak Juni 2022 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) membangun gedung baru yang dilengkapi dengan area parkir. Memberikan kepastian akses parkir yang lebih cepat sehingga mahasiswa dapat memulai jadwal perkuliahan pagi dengan lebih tepat waktu dan efisien. Namun, terdapat mahasiswa yang menyayangkan area parkir tersebut, dikarenakan belum adanya palang gate parkir dan juga batasan garis parkir. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa mahasiswa.
Mahasiswi Progam Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat, Vania Putri Pradya menjelaskan, pengelolaan parkir di area FIKes belum jelas, karena masih banyak yang perlu diperbaiki. “Sebenarnya tidak apa jika tidak ada palang gate parkir, karena tidak mengeluarkan uang. Tetapi khawatir juga akan keamanannya yang tidak terjamin,” ujar Vania, Selasa (23/12).
Akibat belum adanya sistem keamanan yang jelas, Vania mengambil langkah mandiri dengan mengunci ganda, guna memastikan keamanan kendaraannya. “Harapan kedepannya ada satpam yang menjaga serta cctv untuk mengantisipasi kehilangan kendaraan, karena satpam tidak selalu menjaga area parkir,” katanya.
Selain itu, Vania juga merasa kurangnya kenyamanan akibat tata letak yang tak teratur dan tidak adanya garis pembatas, juga area parkir yang masih harus diperluas. “Sebenarnya area parkir di FIKes ini masih bisa diperluas karena terdapat lahan kosong. Jadi, saya berharap lahan kosong itu dijadikan area parkir, agar memperluas area parkir yang ada, dan juga supaya diberikan asbes di atas area parkirnya,” pungkas Vania.
Keluhan serupa juga dialami oleh Nazil—bukan nama sebenarnya—mahasiswi Prodi Keperawatan. Ia merasa dengan tidak adanya palang gate parkir menimbulkan rasa khawatir kehilangan karena terbuka lebar tanpa adanya sistem keamanan yang jelas. “Menurut saya karena tidak ada palang gate kan jadi terbuka banget, rawan ada kehilangan apalagi penataan tata letak di area parkirnya juga tidak jelas karena tidak ada garis pembatasnya,” ujar Nazil, Rabu (24/12).
Nazil berharap, pihak kampus segera membenahi kekurangan yang ada. Ia pun menegaskan, sistem parkir yang terorganisasi sangat penting guna menciptakan kenyamanan dan menjamin keamanan kendaraan mahasiswa. “Jikalau tidak ada palang gate parkir setidaknya ada satpam yang memang benar-benar menjaga guna keamanan kendaraan mahasiswa, dan juga perlu adanya pembatas agar para mahasiswa bisa parkir dengan tertib dan jelas, tidak terlalu berdempetan dan tidak terlalu berjauhan juga,” katanya.
Sementara itu, pihak Institut telah menghubungi staf Pusat Pengembangan Bisnis (PPB) UIN Jakarta, Mufti, sejak Senin (8/12). Namun, ia melimpahkan permintaan wawancara tersebut kepada Faris, staf P2B lainnya. Faris kemudian diwawancarai pada Minggu (14/12), tetapi ia mengarahkan kembali untuk mewawancarai Mufti. Institut mencoba mewawancarai Mufti lagi, namun ia justru mengarahkan wawancara kepada Manajer P2B, Dewi, sejak Rabu (17/12). Hingga berita ini diterbitkan, Dewi belum memberikan jawaban atas permohonan wawancara yang diajukan.
Di sisi lain, Institut juga telah menghubungi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Umum Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian UIN Jakarta, Abdul Halim, sejak Rabu (17/12). Namun, ia melimpahkan wewenang wawancara tersebut kepada Mufti selaku staf P2B UIN Jakarta.
Penulis: FR
Editor: Naufal Fauzan
