
Gudang UKM yang dibangun di kawasan FEB, hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal oleh UKM karena lokasinya yang jauh dari sekretariat. Jarak yang kurang strategis membuat fungsi gudang sebagai tempat penyimpanan inventaris belum berjalan semestinya.
Melansir dari Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki enam belas UKM yang berlokasi di Aula Student Center (SC). Sebagian besar UKM menyimpan perlengkapannya di dalam sekretariat maupun di sudut-sudut tangga Student Center (SC).
Aly Sujana selaku pengurus dari UKM Komunitas Musik Mahasiswa – Ruang Inspirasi atas Kegelisahan (KMM – RIAK), mengatakan bahwa barang yang berada di sekretariat hanya mencakup peralatan yang sering digunakan, seperti instrumen gitar dan perangkat rekaman sederhana berupa soundcard. “Kondisi sekretariat tidak bisa dikatakan penuh karena sebagian properti dialokasikan ke gudang penyimpanan di bawah tangga Student Center,” ujar Aly, Senin (19/1).
Ketua Forum UKM 2025-2026, Ananda Dwi Pangestu, menegaskan pentingnya pengadaan gudang khusus untuk UKM. Hal itu, guna menjaga dan merawat barang-barang inventaris “Untuk pengadaan gudang UKM menurut kita sangat diperlukan ya, melihat banyak sekali barang inventaris yang hampir memenuhi sekret masing-masing UKM. Sehingga mengganggu aktivitas di dalam sekret,” ujarnya, Kamis (27/11).
Rencana pembangunan gudang UKM berawal dari pengajuan forum UKM sendiri di awal tahun 2025. Nanda mengatakan bahwa pihak kemahasiswaan terakhir kali memberi penjelasan sedang mengurus perihal perizinan dan birokrasinya. Selain itu, pihak kemahasiswaan juga sudah menjanjikan untuk pembangunan gudang, namun lokasinya tidak berada di Kampus satu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kemahasiswan dan Alumni, Muhammad Furqon mengatakan bahwa gudang UKM sudah selesai dibangun setelah pengajuan kepada pimpinan kampus pada akhir tahun 2024. Gudang tersebut terletak di kawasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berdekatan dengan Laboratorium Madrasah Pembangunan. Gudang itu diperuntukkan bagi penyimpanan barang-barang UKM yang jarang dipakai atau memiliki frekuensi penggunaannya tidak sering.
Namun, saat ini belum ada UKM yang menaruh barang di gudang tersebut, sebab jaraknya yang jauh dari sekretariat UKM. Ia juga menjelaskan bahwa pihak kampus saat ini sedang mengusahakan mencari tempat lain yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai gudang. Proses tersebut dilakukan secara bertahap karena keterbatasan ruang membuat pihak kampus belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan UKM.
Di sisi lain, informasi mengenai keberadaan fasilitas gudang di kawasan FEB tersebut juga belum sepenuhnya diketahui oleh UKM. Aly menyampaikan bahwa hingga saat ini ia belum memperoleh informasi terkait fasilitas tersebut. “Sejauh ini anggota belum mengetahui mengenai informasi terkait adanya fasilitas gudang di Madrasah Pembangunan Kampus 3,” ungkap Aly.
Furqon juga menambahkan bahwa pihak kampus juga tengah mengupayakan pengadaan gudang di kampus satu. Rencana pengadaan gudang tersebut berada di depan Sekretariat UKM Teater Syahid. “Tetapi untuk saat ini, masih banyak barang-barang milik negara yang perlu di cleansing, jika proses cleansing sudah selesai, ormawa bisa menaruh barang di gudang tersebut,” ujar Furqon, Jumat (28/11).
Reporter: OZ
Editor: Anggita Rahma Dinasih
