Keluh Sistem Parkir Gedung FISIP dan FPsi

Keluh Sistem Parkir Gedung FISIP dan FPsi

Read Time:2 Minute, 48 Second
Keluh Sistem Parkir Gedung FISIP dan FPsi

Mahasiswa kerap mengalami kebingungan terhadap sistematis parkir yang ada di Gedung FISIP dan FPsi. Sebab, sistem karcis di Gedung tersebut tidak memiliki aturan yang jelas.


Berdasarkan pengamatan Institut pada (8/9) Gedung Fakultas Psikologi (FPsi) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membangun palang gate parkir baru. Peremajaan fasilitas ini dilakukan untuk menggantikan gate lama yang sudah tidak layak, sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertata dan representatif. Namun, di balik itu semua, masih terdapat mahasiswa UIN Jakarta yang menyebutkan adanya sistem pengelolaan parkir yang belum teratur di area FPsi dan FISIP.

Salah satunya, mahasiswa FISIP, Fajar Aluma mengungkapkan, sistem parkir di kampus 2 ini belum jelas, karena belum sistematis. “Sebenarnya agak aneh, karena jika dibilang sistematis maka by system. Kalau dilihat secara praktik itu seperti manual biasa, malah lebih parah karena penjaganya sambil berdiri, dan juga untuk pengambilan karcisnya boleh diambil atau tidak,” ujar Fajar, Senin (15/12).

Fajar juga menilai sistematis yang ada belum ada keamanannya sama sekali, mulai dari karcis yang bebas boleh diambil atau tidak, palang gate parkir yang terkadang terbuka bebas, dan juga tidak ada penjaga yang menjaga dan mengatur tata letak parkir. “Sistem parkir disini bisa menimbulkan masalah, karena rentan terjadi kehilangan motor. Jika kejadian tersebut terjadi para mahasiswa tidak memiliki jaminan atas kehilangan motornya tersebut, karena tidak diwajibkannya untuk mengambil karcis,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti mesin tiket yang kurang bagus karena sering kali bermasalah, ketika ia tekan tombol pada mesin karcisnya seringkali tidak keluar karcisnya. Fajar menuturkan, hal ini juga menjadi salah satu penghambat mahasiswa untuk tetap mengambil karcis. “Seringkali ketika saya hendak mengambil karcis tombolnya tidak berfungsi, palang gate-nya juga terbuka yasudah saya langsung masuk saja dan juga saya keluar tanpa karcis,” pungkas Fajar.

Keluhan serupa juga dialami oleh Lisyani—bukan nama sebenarnya—mahasiswi FPsi. Ia merasa sistematis yang ada aneh dan tidak seharusnya dilakukan oleh para petugasnya. “Di awal saya masuk kuliah, para mahasiswa yang tidak memiliki karcis itu ditegur oleh petugasnya karena tidak ada karcis, tetapi makin kesini seperti tidak peduli memiliki karcis atau tidak, jika mahasiswa memiliki karcis maka palang gate-nya akan dibuka tetapi jika tidak memiliki karcis maka akan disuruh lewat samping palang gate,” kata Lisyani (16/12).

Lisyani juga menyampaikan bahwa kejelasan sistematis parkir memiliki pengaruh besar untuk keamanan kendaraan para mahasiswa yang terparkir di area kampus. Lisyani berharap pihak kampus akan meningkatkan dan memperbaiki sistematis parkir yang jauh lebih baik. “Sistem parkirnya dilakukan dengan baik seperti sistem parkir pada umumnya, dan juga agar mempermudah proses transaksi bisa diwajibkan untuk menggunakan e-money sebagai alat transaksi, dan juga mesin karcisnya bisa diperbaiki karena masih suka tidak keluar karcisnya apabila ditekan tombol mesinnya,” ujar Lisyani.

Sementara itu, pihak Institut telah menghubungi staf Pusat Pengembangan Bisnis (PPB) UIN Jakarta, Mufti, sejak Senin (8/12). Namun, ia melimpahkan permintaan wawancara tersebut kepada Faris, staf PPB lainnya. Faris kemudian diwawancarai pada Minggu (14/12), tetapi ia mengarahkan kembali untuk mewawancarai Mufti. Institut mencoba mewawancarai Mufti lagi, namun ia justru mengarahkan wawancara kepada Manajer P2B, Dewi, sejak Rabu (17/12). Hingga berita ini diterbitkan, Dewi belum memberikan jawaban atas permohonan wawancara yang diajukan.

Di sisi lain, Institut juga telah menghubungi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Umum Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian UIN Jakarta, Abdul Halim, sejak Rabu (17/12). Namun, ia melimpahkan wewenang wawancara tersebut kepada Mufti selaku staf P2B UIN Jakarta.

Penulis: FR
Editor: Naufal Fauzan 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Fenomena Sleep Debt Hambat Fokus Belajar Previous post Fenomena Sleep Debt Hambat Fokus Belajar
Gudang UKM Jauh dari Sekretariat Next post Gudang UKM Jauh dari Sekretariat