Fenomena Sleep Debt Hambat Fokus Belajar

Fenomena Sleep Debt Hambat Fokus Belajar

Read Time:2 Minute, 37 Second
Fenomena Sleep Debt Hambat Fokus Belajar

Sleep debt kini menjadi masalah serius di kalangan mahasiswa.  Hal itu dapat membuat konsentrasi menurun dan stres meningkat. Penelitian menunjukan kurang tidur berdampak langsung pada performa akademik. 


Fenomena kurang tidur pada mahasiswa yang dikenal sebagai Sleep Debt Generation menjadi persoalan penting karena berdampak langsung pada kesehatan fisik, mental, dan kemampuan akademik. Kualitas tidur yang buruk terbukti menurunkan konsentrasi, mengganggu daya ingat, dan meningkatkan risiko stres akademik. Berdasarkan riset penelitian berjudul Deskripsi Kualitas Tidur dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa oleh Salsa Wulandari dan Rio Pranata dari Universitas Tanjungpura menunjukkan bahwa 42 persen mahasiswa memiliki durasi tidur yang buruk dan 56 persen mengalami disfungsi siang hari, yang keduanya berpengaruh negatif terhadap fokus belajar.

Penelitian lain berjudul Peran Kualitas Tidur Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta oleh Haical Azka Gifahrianto dkk., juga mencatat bahwa banyak mahasiswa mengalami gangguan tidur dan kekurangan durasi istirahat, sehingga memicu depresi, penurunan imunitas, hingga kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Kondisi kurang tidur semakin diperburuk oleh beban akademik, aktivitas organisasi, serta tekanan lingkungan kampus yang menuntut mahasiswa membagi waktu secara intens. Situasi tersebut menempatkan mahasiswa pada risiko sleep debt yang berkelanjutan, yang dalam jangka panjang mengganggu efektivitas belajar dan performa akademik mereka.

Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Jaki—bukan nama sebenarnya, menjelaskan bahwa jam tidurnya berkurang sejak aktif mengikuti organisasi dan mengerjakan tugas kuliah. Ia menyebut bahwa aktivitas tersebut membuatnya hanya tidur tiga hingga empat jam setiap hari. 

“Rata-rata saya tidur hanya tiga sampai empat jam karena setelah pulang kuliah saya berorganisasi sampai malam, lalu lanjut mengerjakan tugas. Kurang tidur membuat saya sulit fokus di kelas, terutama saat kuliah pagi. Mood saya juga sering berubah dan itu memengaruhi interaksi saya dengan teman,” kata Jaki, Kamis (21/11).

Ia juga mengatakan bahwa kebiasaan tidur lebih lama pada akhir pekan tidak selalu membantu mengurangi kelelahannya. Menurutnya upaya tersebut justru membuat pola tidurnya semakin tidak teratur. “Kalau utang tidur menumpuk, saya biasanya tidur lebih lama saat akhir pekan. Tapi itu tidak selalu membantu karena pola tidur saya jadi kacau. Sering juga saya mengalami sakit kepala karena tidak bisa mengatur waktu tidur dengan baik,” ujarnya. 

Dosen Psikologi Pendidikan, Maolidah, menjelaskan bahwa perbedaan antara kelelahan biasa dan sleep debt terletak pada dampaknya terhadap fungsi otak dan kualitas istirahat. Ia menegaskan bahwa masalah utama sering kali bukan hanya banyaknya tugas, tetapi manajemen diri mahasiswa yang tidak teratur.

 “Ketika seseorang tidak membuat skala prioritas, tidak memahami metakognitif, atau membiarkan pikirannya terbagi, maka tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup. Kurang tidur bukan hanya soal durasi, tetapi juga kualitas istirahat yang terganggu oleh kecemasan, pikiran menumpuk, dan kebiasaan menatap gawai sebelum tidur,” pungkas Maolidah, Jumat (21/11).

Ia juga menerangkan bahwa tanda bahaya sleep debt terlihat dari kondisi fisik dan emosi mahasiswa. Maolidah menilai bahwa kesulitan konsentrasi, perubahan suasana hati, dan keluhan sakit kepala merupakan sinyal mahasiswa mulai mengalami kelelahan berat. “Gejala paling mudah terlihat adalah wajah yang tampak lelah, mata yang tidak fokus, dan sulit berkonsentrasi di kelas. Mahasiswa dengan utang tidur juga lebih mudah cemas, emosional, dan mengalami gangguan seperti migrain atau vertigo. Semua itu menunjukkan bahwa tubuh dan otak mereka tidak beristirahat dengan benar,” ujarnya.

Reporter: PF
Editor: Anggita Rahma Dinasih

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Tak Kunjung Usai Pembangunan Masjid PPG Previous post Tak Kunjung Usai Pembangunan Masjid PPG
Keluh Sistem Parkir Gedung FISIP dan FPsi Next post Keluh Sistem Parkir Gedung FISIP dan FPsi