Solusi Praktis Pergi Kampus

Read Time:2 Minute, 17 Second
Dewasa ini kebutuhan akan moda transportasi yang efisien mengalami peningkatan di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Seperti halnya sepeda, selain menjadi alat transportasi yang praktis, penggunaan sepeda dinilai lebih ramah lingkungan, karena tidak ada emisi yang terbuang.
Hal inilah yang mendorong Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Ahmad Saifuddin Zuhri memutusakan untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi utamanya di Ciputat.
Selain berakar dari kebiasaannya menggunakan transportasi ramah lingkungan selama menempuh bangku kuliah di China, Zuhri mengaku dengan menggunakan sepeda, kesehatannya akan terjaga. “Seminimal mungkin saya menggunakan transportasi pribadi, selain untuk menjaga kesehatan dan lingkungan hijau, saya juga hobi menggendarai sepeda,” tuturnya, Rabu (27/9).
Kebutuhan akan penggunaan sepeda tidak terlepas dari berbagai macam manfaat yang dimilikinya, terutama bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tak terbatas. Dengan menggunakan sepeda ke kampus, secara tidak langsung mahasiswa turut menjaga lingkungan hidup, menjaga badan agar tetap sehat dan tentunya efisien dalam biaya dan juga waktu.
Zuhri tidak merasa malu untuk membawa sepeda ke kampus, “Karena yang saya pikirkan adalah fungsi sepeda itu sendiri. Tak harus mahal yang penting kegunaanya,” ujar Zuhri. Perawatannya yang mudah dan praktis menjadi nilai positif tersendiri bagi Dosen Jurusan Hubungan Internasional ini.
Senada dengan mahasiswanya, Nurmaelatussadah salah satu dari beberapa orang yang merasakan sendiri manfaat menggunakan sepeda ke kampus. “Saya tidak bisa naik motor, dengan adanya sepeda jadi lebih cepat sampai kampus,” sebutnya, Rabu (27/9). Mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter, Fitria Tahta Alfina juga merasakan hal serupa, “Selain agar cepat sampai, hitung-hitung  sekalian olahraga. Tapi capek juga pas tanjakan,” ujarnya saat diwawancarai melalui aplikasi Line.
Namun, niat baik para citivas akademika UIN Jakarta ini tidak berjalan mulus sesuai ekspetasi. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya fasilitas dan perhatian pihak pemerintah dan juga rektorat terhadap para pengguna sepeda. Zuhri melihat kurangnya fasilitas yang diberikan pihak kampus terhadap para pengguna sepeda. “Tidak ada jalur dan parkir khusus untuk sepeda, tingkat kepedulian masyarakat para pengguna sepeda juga kurang,” tungkasnya, Rabu (27/9).
Hal senada juga dibenarkan oleh Mael, “Walaupun digratiskan membayar parkir. Tapi kami merasa termarginalkan, sebab jumlah pengguna sepeda lebih sedikit daripada pengguna motor,” ujarnya saat di temui di FISIP. Bahkan tak jarang para pengguna sepeda harus menguncinya dengan bersandar pada pohon.
Disamping banyak manfaat yang diberikan apabila sepeda dijadikan moda transportasi utama ke kampus. Zuhri menganggap perlunya peran yang besar dari pemerintah dan rektorat, “Perlu juga komitmen yang tinggi dari semua kalangan agar pengguna sepeda di UIN Jakarta semakin banyak,” ujarnya, Rabu (27/9).
Apabila, civitas akademika sudah sadar akan pentingnya penggunaan sepeda di dalam lingkungan dan sarana ke kampus. Maka bukan tak mungkin kemacetan akan berkurang. serta lahan parkir yang sebelumnya menjadi polemik di UIN Jakarta dapat teratasi dengan meningkatnya lahan terbuka akibat berkurangnya jumlah pengguna kendaraan bermotor.


ND

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Pro Kontra Perpu Ormas
Next post Menjadi Hacker Andal dengan Kepribadian Ganda