Realisasi Laboratorium Lambat

Read Time:1 Minute, 57 Second
Konsentrasi Manajemen Haji Umrah (MHU) dan Manajemen Lembaga Keuangan Syariah (MLKS) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta belum memiliki laboratorium praktik untuk memfasilitasi mahasiswa dalam proses belajar. Sedangkan konsentrasi Manajemen Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Wakaf sudah tersedia laboratorium praktik yaitu Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Manajemen Dakwah (Lazis MD).
Beberapa mahasiswa dari dua konsentrasi tersebut mengeluhkan laboratorium praktik yang tak kunjung terealisasi. Salah satunya mahasiswa semester enam Konsentrasi MLKS, Anya Kurnia Dwi Putri menyatakan, selama ini pengadaan laboratorium MLKS hanya sebatas wacana. Padahal, lanjut Putri, adanya laboratorium tersebut sangat penting untuk pengalaman mahasiswa kedepannya.
Putri menambahkan, selama kuliah di Konsentrasi MLKS, ia hanya mempelajari teori di dalam kelas saja. Ia khawatir, akan kesulitan saat praktik lapangan semester tujuh nanti karena tak terbiasa. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar laboratorium tersebut cepat terwujud.
Senada dengan Putri, Mahasiswa Konsentrasi MHU, Zubaidi Fadlan mengatakan, seharusnya laboratorium praktik ini cepat direalisasikan untuk menunjang pengetahuan mahasiswa di lapangan. Selain itu agar semua Konsentrasi di Jurusan MD dapat memiliki laboratorium masing-masing. “Semoga segera terealisasikan, agar yang punya laboratorium tidak hanya ZISWAF doang,” harap mahasiswa semester enam tersebut, Senin (16/5).
Berbeda dengan Putri, mahasiswa semester delapan Konsentrasi MHU, Didit Muhidi mengungkapkan, meskipun tidak ada laboratorium, ia tak merasa kesulitan dalam melakukan praktik lapangan. “Padahal sebelumnya saya tak pernah praktik langsung perihal haji dan umrah, tapi saya tak mengalami kesulitan di lapangan,” ujarnya, Rabu (11/5). 
Terkait laboratorium praktik, Dosen Mata Kuliah (Matkul) Manajemen Tablig, Jundah Sulaiman angkat bicara. Menurutnya, keberadaan laboratorium praktik di MD sangat diperlukan agar mahasiswa tidak hanya belajar dalam kelas, tetapi juga praktik. Ia berharap, pihak universitas dapat mewujudkan laboratorium tersebut.
Menanggapai hal tersebut, Kepala Jurusan (Kajur) MD Cecep Castrawijaya menjelaskan, pihak jurusan sudah berkeinginan untuk membuat laboratorium praktik MLKS berupa Baitul Maal wa Tamwil (BMT) namun terkendala masalah tempat dan dana. Untuk membuat BMT resmi, minimal harus punya dana Rp20 juta dan harus ada izin notaris. Kemudian untuk MDHU, jurusan sudah mengusahakan kerjasama dengan biro haji untuk membuka outlet di kampus, tetapi sampai saat ini belum disepakati.
Sedangkan Wakil Dekan (Wadek) Bidang Kemahasiswaan Fidikom Suhaimi menuturkan dana untuk pembuatan lembaga praktik pada Jurusan MD tersebut sangat terbatas. Sebab, sambung Suhaimi, pembayaran kuliah mahasiswa MD sama dengan jurusan lain di Fidikom, sehingga fasilitas yang dimiliki juga sama dengan jurusan lain yang ada di Fidikom.
MU

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Kenalkan Kimia Melalui Chemexpo 2016
Next post Alasan Penutupan Pintu Kecil UIN Jakarta