Upaya Kembalikan Inventaris UKM

Read Time:1 Minute, 58 Second

Sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dikabarkan mengalami kehilangan inventaris sepanjang beberapa bulan belakangan. Hal ini dialami oleh Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battutah (KMPLHK Ranita) serta Pramuka UIN Jakarta.


Berdasarkan penuturan dari Ketua KMPLHK Ranita, Elpiana mengaku kehilangan satu buah televisi 42 inci. Menurutnya kinerja staf keamanan dalam segi penjagaan gerbang di sekitar kampus sudah cukup baik dan ketat namun untuk pemantauan masih dirasa kurang. Kasus kehilangan ini, ucap Elpiana, terjadi sekitar 11-16 Agustus 2021 lalu. 

 

Setelah kejadian itu, Elpiana dan pengurus Ranita lainnya mengajukan surat pengecekan kamera pengawas kepada Kepala Bagian (Kabag) Umum. Tetapi pihak Kabag Umum menjelaskan bahwa memori kamera pengawas hanya mampu menyimpan rekaman sekitar tiga sampai tujuh hari. “Bahkan ada yang mengatakan selama pandemi seluruh kamera pengawas dimatikan. Tentu hal itu akan sangat berisiko untuk universitas sebesar ini,” ujarnya pada Senin (15/11).


Sementara itu, Ketua Pramuka Wahyu Aditya mengatakan bila pihaknya telah kehilangan satu buah kamera pada April 2021 silam. Usai kejadian itu, pihaknya melakukan pelaporan kepada pihak keamanan kampus. “Namun jawaban yang diterima sama sekali tidak membuahkan hasil,” ucapnya, Kamis (18/11).


Lantaran tidak puas dengan tanggapan pihak kampus, akhirnya para pengurus UKM melakukan audiensi dengan pejabat kemahasiswaan pada Selasa (16/11) lalu. Pihak UKM meminta agar kamera pengawas dipasang di sekitar Student Center dan melakukan pengadaan inventaris. Mereka pun dapat sedikit bernafas lega lantaran permintaannya dikabulkan oleh pejabat kemahasiswaan.


Dalam audiensi itu, Sub Bagian Bina Bakat dan Minat Mahasiswa Arief Arianto Aryadi menuturkan bila saat ini kampus sedang melakukan pemugaran. Sehingga hilangnya barang inventaris bisa saja disebabkan oleh petugas pemugaran yang membuangnya. “Terutama (barang) yang diletakkan di luar, kemungkinan dibuang karena dianggap berantakan,“ tutur Arief saat audiensi dengan sejumlah pengurus UKM di Gedung Aula Madya, Selasa (16/11).


Sub Bagian Pengelola kegiatan dan Anggaran, Amelly Hidayat pun berpendapat senada. Kasus ini, ucap Amelly, sulit dipecahkan karena barang bukti masih abstrak. Amelly lantas mempertanyakan keteledoran para UKM atas kehilangan inventaris. “Kenapa baru-baru ini baru bersuara?” ujarnya, Kamis (18/11).


Ketua Staf Keamanan, Yubi Hamka kemudian menegaskan penjagaan di lingkungan kampus selama pandemi ini justru lebih diutamakan. Ia juga menegaskan kekosongan penjaga bukan alasan untuk tidak bekerja dan melonggarkan amanah. Hal ini terbukti tiga sif yang diberlakukan setiap harinya. ”Kami bahkan diperintahkan oleh Rektor untuk menginap di kampus,” jelasnya pada Selasa (16/11).


SH

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post UIN Jakarta Dukung Permendikbud Anti Kekerasan Seksual
Next post Mencari Keadilan di Tengah Rape Culture