Inkonsistensi Jam Operasional Perpustakaan UIN Jakarta

Read Time:2 Minute, 18 Second

Perpustakaan menjadi sarana mahasiswa dalam mencari literasi. Namun, jam layanan yang tidak konsisten menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk mendapat kenyamanan dalam membaca. 


Perpustakaan Utama (PU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan tempat mahasiswa mencari referensi literasi untuk tugas kuliah. Berdasarkan pemantauan Institut, ada perbedaan dalam penulisan jam operasional di berbagai media sosial PU. Waktu layanan yang ditetapkan pihak PU pun terbatas hanya sampai jam empat sore. Melihat hal tersebut, berbagai keluhan pun muncul dari mahasiswa UIN Jakarta. 


Menurut Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis, Aji Pangestu melihat adanya inkonsistensi dalam pengumuman jadwal layanan PU di media sosial. Aji memandang hal tersebut dapat membingungkan mahasiswa. Menurutnya, jika PU bekerja secara profesional, maka seluruh media sosial mesti mengumumkan jadwal yang sama. 


Aji lanjut mengatakan, terbatasnya jam operasional PU sangat mempengaruhi studi akhirnya. Di satu sisi, dirinya membutuhkan waktu yang banyak di perpustakaan, namun di sisi lain, waktu yang diberikan terbatas hanya sampai jam empat sore. Aji melihat, cita-cita UIN Jakarta menuju World Class University tak sesuai dengan realitanya. “Bagaimana mungkin menjadi World Class University kalau layanan untuk mengakses literatur dibatasi,” ungkapnya, Rabu (7/12).


Senada dengan Aji, Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Alfina Nur Istiqomah menuturkan jam layanan PU buka terlalu lambat dan tutup terlalu cepat. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan pelayanan yang efisien dan tepat waktu. “Semoga jam operasional PU bisa lebih tepat waktu,” katanya dengan penuh harap, Selasa (6/12).


Alfina juga menceritakan, jam layanan perpustakaan yang tak fleksibel membuatnya kesulitan untuk mengembalikan buku. Saat jam 3 sore, lanjutnya, seluruh lampu di PU sudah dimatikan. Kemudian, dirinya diminta untuk segera keluar oleh petugas. Pada akhirnya, Alfina pun batal untuk mengembalikan buku. 


Kepala Pusat Perpustakaan Utama UIN Jakarta Amrullah Hasbana mengatakan, adanya perbedaan penulisan jam operasional di media sosial PU merupakan kesalahpahaman. Untuk jam resminya, kata Amrullah, tercantum di situs web PU. 


Amrullah menuturkan, sebelum pandemi, PU membuka layanan tambahan terkait jam operasional. Namun layanan tersebut ditiadakan sejak pandemi berlangsung. Untuk saat ini, lanjutnya, jam operasional PU dimulai dari 09.00-16.00. Amrullah juga menjelaskan, hingga kini pihaknya belum diberikan izin lembur oleh kementrian untuk membuka layanan tambahan. Meski begitu, layanan online tetap berjalan 24 jam. 


Terkait penutupan PU yang terkesan lebih awal dari jadwal yang semestinya, Amrullah memaparkan hal tersebut terjadi sebab petugas PU hanya bekerja hingga jam empat sore. Jika jam empat baru diperingatkan, lanjutnya, maka petugas PU akan pulang lebih lama dari jam kerjanya. 


Terkait pengusiran mahasiswa pada jam operasional, Amrullah mengatakan tindakan tersebut tidak pernah terjadi kecuali saat ada kegiatan. Jika terjadi tindakan pengusiran saat jam operasional, kata dia, mahasiswa dapat melaporkan hal tersebut kepadanya. “Sebelum jam layanan habis, bel peringatan akan berbunyi. Jika ada kegiatan, seminggu sebelumnya sudah diumumkan,” pungkasnya, Selasa (6/12).

Reporter: WMA

Editor: M. Naufal Waliyyuddin

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Main Gusur Sekolah Pondok Cina
Next post Perlu Judical Review KUHP