Asesmen Akreditasi Internasional, ASIIN Sambangi UIN Jakarta

Read Time:2 Minute, 46 Second

Lembaga akreditasi bidang Saintek—ASIIN berkunjung guna melakukan asesmen. Empat prodi di FST ambil giliran sekaligus menjadi percontohan.


Proses akreditasi internasional Program Studi (Prodi) rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tengah memasuki tahap asesmen. Perlu diketahui, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mendaftarkan 60 prodinya kepada dua lembaga akreditasi asal Jerman sejak Januari 2023. Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, Informatik, Naturwissenschaften und Mathematik (ASIIN), salah satu lembaga akreditasi melakukan kunjungan dalam rangka mengecek pencapaian UIN Jakarta, Rabu (24/4).

Asesmen prodi UIN Jakarta tidak dilakukan secara serta merta, kali ini giliran empat prodi di bawah naungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang mendapat kunjungan dari ASIIN. Prodi-prodi yang dimaksud yakni Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika. Para Kepala Prodi (Kaprodi) yang bersangkutan, Dekan, Rektor dan Wakil Rektor (Warek), serta Lembaga Pengembangan Mutu (LPM) UIN Jakarta turut menyambut kedatangan tim asesor akreditasi. 

Mulanya, tim asesor dan pimpinan UIN Jakarta berkumpul di Ruang Diorama Harun Nasution untuk mengonfirmasi Self Assesment Report (SAR)—laporan asesmen yang sudah dikumpulkan. Setelah itu, barulah pihak ASIIN mengunjungi Gedung perkuliahan serta Laboratorium FST untuk melakukan pengecekan. Penilaian mencakup dosen, alumni dan mahasiswa, fasilitas kelas, laboratorium dan para industri yang menerima alumni UIN Jakarta. Rencananya, proses asesmen akan berlangsung dua hari hingga Kamis (25/4).

Ketua LPM UIN Jakarta, Khamami Zada menjelaskan, kegiatan bertujuan mengecek secara langsung pencapaian yang ditulis dalam SAR. Kunjungan prodi selanjutnya dijadwalkan secara berkala oleh pihak ASIIN, UIN Jakarta hanya mengikuti jadwal dan menyiapkan saja. “Setelah pemeriksaan selesai, prodi harus melakukan perbaikan tertentu berdasarkan penilaian ASIIN,” ujarnya, Rabu (24/4).

Khamami menerangkan, akreditasi ASIIN didasarkan pada beberapa indikator, antara lain penilaian tenaga pendidik dan kelas internasional. Ada pula penilaian untuk riset internasional dan efek kurikulum terhadap industri kerja. “Perguruan tinggi bukan hanya menyiapkan pembelajaran, tapi juga menghubungkan dengan industri agar mahasiswa setelah lulus dapat diterima kerja secara langsung,” ungkapnya.

Kaprodi Kimia, Hendrawati mengungkapkan, SAR dalam bentuk soft copy sudah terkirim sejak awal 2023. Pada mulanya kunjungan dijadwalkan pada Februari, namun diundur menjadi April. “Empat Prodi hari ini menjadi percontohan bagi UIN Jakarta dalam penilaian akreditasi internasional,” tuturnya, Rabu (24/4).

Penyusunan SAR, ujar Hendrawati, melibatkan konsultan dari setiap lapisan yang sudah melakukan akreditasi ASIIN. Kaprodi, Sekretaris Program Studi (Sekprodi), dosen, laboran, dan mahasiswa turut berpartisipasi dalam pembuatan laporan tersebut. Setelah pengecekan selesai, prodi dapat melakukan perbaikan berdasarkan saran tim asesor. Apabila perbaikan yang diberikan sedikit, pihak Prodi dapat melakukan perbaikan lebih kurang dua minggu.

Hendrawati menuturkan, prodinya sudah mempersiapkan SAR untuk proses asesmen hari ini. Mereka juga mengundang pihak industri yang pegawainya merupakan alumni Prodi Kimia UIN Jakarta.  “Sistem penilaiannya berdasarkan kepuasan pihak industri terhadap kinerja alumni kita,” ungkapnya.

Kaprodi Fisika, Tati Zera menambahkan, konfirmasi SAR melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan laboran. Diriya serta para kaprodi lain harus bisa mengonfirmasi isi laporan kepada asesor dari ASIIN. “Mereka mengkonfirmasi apakah yang dituliskan dalam SAR sudah benar berdasarkan kenyataan di fakultas atau belum, jika belum akan ada perbaikan setelah kunjungan ini berlangsung,” sebutnya, Rabu (24/4).

Berdasarkan penjelasan Tati, sistem akreditasi ASIIN terbagi tiga, yaitu akreditasi ditolak, diberikan jangka waktu satu tahun untuk memperbaiki kekurangan penilaian, dan akreditasi diterima. Adanya penilaian internasional membuat UIN Jakarta memenuhi standar-standar fasilitas yang baik berdasarkan internasional. “Bukan berarti karena adanya akreditasi ini baru dibenahi, sebelumnya memang rutin adanya perbaikan fasilitas terutama laboratorium,” pungkasnya.

Reporter: HUC

Editor: Shaumi Diah Chairani

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Budaya dan Kebiasaan Orang Sumatra
Next post Sokong Akreditasi Kampus, Lulusan Cum Laude Menjamur