Lepas Landas Pengabdian Mahasiswa

Lepas Landas Pengabdian Mahasiswa

Read Time:3 Minute, 39 Second
Lepas Landas Pengabdian Mahasiswa

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melepas 5.091 peserta dalam program KKN. Mereka tersebar pada program KKN unit kampus serta daerah lokal hingga internasional.


Para peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi dilepaskan untuk mengabdi pada Senin (28/7) di Gedung Auditorium Harun Nasution. Acara itu dihadiri oleh Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta, Wakil Rektor Kemahasiswaan hingga pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari daerah-daerah yang bekerja sama untuk KKN UIN Jakarta.

Keseluruhan peserta terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan yang mengambil Satuan Kredit Semester (SKS) KKN. Mereka mengabdi ke unit-unit dalam kampus serta sejumlah daerah dalam negeri hingga luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Ade Rina Farida, Ketua PPM UIN Jakarta pada sambutannya.  

“Dan itu menjadi salah satu langkah awal, harus selalu positif bahwa kita mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pasti ditunggu-tunggu masyarakat sekitar kampus dan juga daerah-daerah hingga internasional,” serunya saat bicara di podium Auditorium Harun Nasution pada Senin (28/7).

Ia juga menyebut total peserta KKN UIN Jakarta sebanyak 5.091 mahasiswa. Jumlah itu terbagi ke seluruh jaringan dengan pembagian KKN In Campus sebanyak 1.060 mahasiswa ke 83 unit, KKN Moderasi Beragama di Kulon Progo sebanyak 6 mahasiswa, KKN Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebanyak 104 mahasiswa, dan KKN Reguler sebanyak 3,951 mahasiswa, serta KKN Internasional sebanyak 58 mahasiswa.

KKN Internasional yang bekerja sama dengan AIESEC UIN Jakarta tersebar ke Vietnam; Malaysia; Thailand; dan Kamboja sebanyak 9 mahasiswa, ke Arab Saudi; Malaysia; dan Jepang sebanyak 49 mahasiswa. Selain itu, juga terdapat KKN Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat di Lampung sebanyak 6 mahasiswa. 

Ia juga menyebut total peserta KKN UIN Jakarta sebanyak 5.091 mahasiswa. Jumlah itu terbagi ke seluruh jaringan dengan pembagian KKN In Campus sebanyak 1.060 mahasiswa ke 83 unit, KKN Moderasi Beragama di Kulon Progo sebanyak 6 mahasiswa, KKN Internasional kerja sama dengan AIESEC UIN Jakarta ke Vietnam; Malaysia; Thailand; dan Kamboja sebanyak 9 mahasiswa, KKN Internasional ke Arab Saudi; Malaysia; dan Jepang sebanyak 59 mahasiswa, KKN Internasional Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat di Lampung sebanyak 6 mahasiswa, KKN Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebanyak 104 mahasiswa, dan KKN Reguler sebanyak 3,951 mahasiswa.

Salah satu peserta KKN Reguler di Kabupaten Bogor, Sahla Nurafifa Dewi menyatakan, dirinya mengikuti pelepasan KKN untuk merasakan euforia acara itu, tetapi ia mengeluhkan tempat berlangsungnya acara tersebut. “Tapi ternyata acaranya kagak seru, harnas (Auditorium Harun Nasution) atas panas,” kata mahasiswa program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam tersebut saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (29/7).

Sahla mengungkapkan, keinginannya untuk mengikuti KKN Reguler adalah untuk terjun ke masyarakat yang lingkungannya berbeda dengan tempat biasa ia tinggali. Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan ingin sekalian berwisata. “Terus juga ingin jalan-jalan aja, sih,” celetuknya.

Lain hal dengan Shabrina Aldira Putri yang juga seorang mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Ia melakukan KKN Internasional AIESEC ke Vietnam. Pada saat pelepasan, ia mewakili seluruh peserta KKN Internasional AIESEC untuk simbolis peresmian dimulainya KKN UIN Jakarta 2025. Aldira mengaku bersyukur karena dapat menjadi perwakilan KKN Internasional AIESEC. 

“Lebih ke grateful dan bersyukur, ya, bisa mewakili AIESEC dan dari KKN Internasional juga,” terangnya saat diwawancarai secara daring pada Rabu (30/7).

Ia mengungkapkan, pilihannya jatuh kepada KKN AIESEC karena pengalaman yang ditawarkan lebih global dan terjun langsung bekerja sama dengan masyarakat lokal di Vietnam. “Jadi bukan kita ketemu orang Indonesia di luar negeri, tapi kita ketemu local people-nya orang luar, di luar negeri gitu,” jelas Aldira.

Alasan Aldira memilih negara Vietnam adalah letak geografisnya yang tergolong dekat dan satu benua dengan Indonesia. Selain itu, ia juga ingin eksplor lebih banyak budaya Vietnam karena Negeri Naga Biru itu kian jadi tujuan para wisatawan Indonesia jika berlibur ke luar negeri. 

Persiapan sebelum berangkat ke Vietnam dilakukan sejak ia diterima menjadi peserta KKN Internasional AIESEC pada awal Juni lalu. Katanya, dalam hal ini, persiapan dokumen sebetulnya tidak begitu sulit, tetapi yang sulit adalah persiapan kualitas diri sebelum menjadi perwakilan KKN di sana. 

“Yang lebih lama itu persiapan kualitas kita sebagai nanti representatif Indonesia di negara Vietnam. Bawa nama Indonesia, bawa nama AIESEC, terus bawa nama UIN (Jakarta) juga. Terus karena aku di sini berhijab dan di negara Vietnam muslim itu sangat-sangat minoritas, jadi aku bawa sebagai perempuan muslim juga, sih,” pungkasnya menutup wawancara dengan Institut.

Reporter: Inda Bahriyuhani
Editor: Muhammad Arifin Ilham

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Membangun Generasi Muda Tanggap Bencana Previous post Membangun Generasi Muda Tanggap Bencana
Keluhkan Rasa Air Fasilitas Water Drinking Fountain  Next post Keluhkan Rasa Air Fasilitas Water Drinking Fountain