Semarak Pengenalan Lingkungan Kampus  

Semarak Pengenalan Lingkungan Kampus  

Read Time:4 Minute, 7 Second
Semarak Pengenalan Lingkungan Kampus  

UIN Jakarta menggelar acara Grand Opening PBAK 2025 untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Beberapa tokoh turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut


Grand Opening Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta telah berlangsung di Lapangan Utama UIN Jakarta pada Selasa (26/8). PBAK UIN Jakarta tahun 2025 mengangkat tema “Mahasiswa Masa Kini untuk Dunia Masa Depan: Menebar Cinta, Merawat Semesta”. Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Sejumlah tokoh mulai dari Rektor UIN Jakarta, menteri, dan influencer turut serta meramaikan Grand Opening PBAK tersebut.

PBAK 2025 diawali dengan kedatangan mahasiswa baru dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Kedatangan mereka disambut iringan lagu dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band. 

Selanjutnya, Grand Opening PBAK dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh UKM Hiqma dan pembacaan doa oleh Aktobi Ghozali—Wakil Dekan (Wadek) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Ushuluddin (FU). Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengibaran bendera UIN Jakarta. Pengibaran bendera dilakukan oleh paskibra dari UKM Menwa dengan formasi yang cukup unik. Sebelum melakukan pengibaran bendera, paskibra membentuk formasi 68 yang menandakan usia UIN Jakarta. Pengibaran bendera juga diiringi dengan Hymne UIN Jakarta yang dibawakan oleh UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM), lalu diikuti oleh seluruh peserta PBAK.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua pelaksana PBAK, Adinda Salsabila. Dalam laporannya, ia menyatakan bahwa mahasiswa baru dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi, aktif dan kolaboratif. “Tema PBAK kali ini bukan hanya sekadar paragraf, namun untuk mempersiapkan mahasiswa untuk masa depan,” ujar Adinda, Selasa (26/8). 

Kemudian, Asep Saepudin Jahar selaku Rektor UIN Jakarta memberikan amanat dalam upacara Grand Opening PBAK UIN Jakarta tahun 2025 itu. Ia menuturkan, mahasiswa baru harus siap menjaga masa depan UIN Jakarta. “Kita sebagai mahasiswa harus menyiapkan diri dari sekarang bagaimana  masa depan kalian di masing-masing fakultas,” ucap Asep, Selasa (26/8). 

Sesudah itu, Grand Opening PBAK dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Senat UIN Jakarta, Dede Rosyada dan penyampaian materi dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar melalui video. Dalam tayangannya, Nasaruddin memberikan pesan kepada mahasiswa baru untuk mengisi waktu perkuliahan dengan hal-hal yang dapat membentuk masa depan mereka. “Mahasiswa baru dapat memanfaatkan berbagai kegiatan dan organisasi yang ada di UIN Jakarta untuk mempersiapkan masa depan kalian,” ujar Nasaruddin dalam tayangan video, Selasa (26/8).

Muhtadi, Ketua Pelaksana PBAK Universitas menjelaskan Grand Opening PBAK bertujuan memperkenalkan lingkungan kampus UIN Jakarta kepada mahasiswa baru. Tak hanya itu, ia menuturkan, Grand Opening PBAK juga ingin memperkenalkan UIN Jakarta sebagai kampus yang memiliki peradaban dan intelektual yang bagus, serta ramah lingkungan.

Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) turut menjadi pembicara pada Grand Opening PBAK 2025. Arifatul menyampaikan pesan bagi mahasiswa baru untuk memaksimalkan waktu saat berkuliah di UIN Jakarta. “Saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa untuk jangan mager dan salah pilih teman saat berkuliah nanti,” ucap Arifatul, Selasa (26/8).  

Grand Opening PBAK dilanjut dengan penyematan tanda nomor PBAK dan almamater UIN Jakarta kepada perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas dan pelepasan dua belas merpati sebagai simbolis dimulainya PBAK 2025. Simbolis tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UIN Jakarta, Menteri PPA, Ketua Senat UIN Jakarta, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua Pelaksana PBAK, Kepala Biro Administrasi Akademik (AKK) dan jajaran lainnya.

Kemudian, penyampaian materi dari influencer, Jerome Polin Sijabat perihal persiapan masa depan yang lebih baik. Ia memaparkan, setiap individu memiliki salah satu dari tiga aset yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang masa depan. “Setiap orang memiliki salah satu tiga aset yang dapat dimaksimalkan, yaitu harta, koneksi, dan waktu,” ucap Jerome, Selasa (26/8).

Jerome juga menceritakan bagaimana ia dahulu sebagai mahasiswa yang tidak memiliki harta dan koneksi. Oleh karena itu, ia memaksimalkan salah satu aset yang ia punya, yaitu waktu. “24 jam akan terasa berbeda jika kamu memaksimalkan waktu yang kamu punya,” ujar Jerome. 

Setelah itu, gelaran Grand Opening PBAK dilanjut dengan pembacaan Panca Satya mahasiswa UIN Jakarta yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dilanjut dengan  sambutan dari ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Muhammad Ihdan Nazar Husaini dan Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U), Elok Azkiyatun Nafsiyah. Terakhir, kegiatan tersebut ditutup dengan penampilan musik dari UKM KMM Riak, lalu disusul mahasiswa baru yang bergantian meninggalkan lapangan utama UIN Jakarta. 

Muhammad Aftab Ali Cholan, mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang hadir merasa senang dapat menjadi bagian rangkaian Grand Opening PBAK 2025. Lebih lanjut, ia merasa bangga saat perdana tampil sebagai mahasiswa UIN Jakarta. “Seru banget, pokoknya keren banget untuk Grand Opening PBAK hari ini,” ujar Aftab, Selasa (26/8).

Aftab Juga menceritakan momen yang paling diingat saat pelaksanaan Grand Opening PBAK 2025. Menurutnya, momen penyelamatan almamater dan tanda nomor PBAK adalah momen paling berkesan. “Hal yang paling menarik dari penyematan adalah dilakukan langsung oleh menteri dan disorot oleh kamera,” pungkas Aftab.

Repoter: Rifki Kurniawan
Editor: Muhammad Arifin Ilham

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Celah Formalitas pada Sarana Evaluasi Dosen Previous post Celah Formalitas pada Sarana Evaluasi Dosen
Seremonial yang Kurang Dimaknai Next post Seremonial yang Kurang Dimaknai