hitta mer om 55Bet Sport
utforska 55Bet Bet
find det rigtige dansk casino idealiskt för 1Bet Casino utforska casino bonus perfekt för 10Euro direkte link til nye casinoer
spil nu hos https://www.pipcasino.nu
Pip Bet
https://www.spinju1.se
spinjam1.se
geprüft und genehmigt Hamburg friskt indhold om spilleautomater trovärdig info om slots
online casino
今すぐ RoyalXO 日本
start hos Vegas Casino
https://www.vbetcasino.nu
friskt indhold om VBet >

Menghakimi Hakim

Suatu malam, Hakim Atma terbangun dari tidur lelapnya karena mimpi buruk. Ia berteriak kencang sehingga membuat Karoman datang. Karoman dan Atma adalah sahabat karib ketika sekolah dulu. Karoman kemudian bercerita tentang masa lalu mereka dan bersyair. Hakim Atma menikmati syair Karoman hingga ia memintanya untuk bersyair kembali.
Tiba-tiba lima warga desa dengan luka-luka di tubuh datang. Mereka berwatak keras yang mata pencahariannya melaut. Karoman tertawa dan bertanya apa yang sudah Hakim Atma lakukan terhadap warga tersebut.
“Ada yang berbuat kejahatan, ada yang menjadi korban kejahatan. Tanyakan saja sendiri pada mereka tentang apa yang telah mereka perbuat,” ujar Hakim Atma kepada Karoman.
Warga mengaku bersalah kepada hakim, tetapi Karoman membutuhkan penjelasan atas perlakuan Hakim Atma terhadap warga. Sepanjang warga bercerita, Hakim Atma menyadari keterbatasannya sebagai manusia, tetapi sebagai hakim ia tetap menjaga idealisme bahwa urusan hakim adalah urusan hukum atau urusan keadilan. Hakim Atma meminta bukti atas fakta yang mereka ucapkan.
Warga menjelaskan tentang tindakan sewenang-wenang Pak Lurah ketika sedang berurusan di kantor kelurahan. Pak Lurah memaksa warga untuk memberikan semen sebagai dana pembangunan. Bahkan sekedar untuk meminta surat kredit jala dan perahu, Pak Lurah tetap tidak malu untuk memungut dana pembangunan.
“Semua warga desa menjadi saksi atas tindak kejahatan Pak Lurah. Bahkan ia sering memukul, menampar, meninju, dan mengancam dengan pistol,” ujar salah satu warga.
Karoman terus berdebat dengan Atma tentang kebenaran peristiwa ini. Hingga terkuaklah dana pembangunan ditujukan untuk pembangunan rumah Pak Lurah. Lantas Karoman menyebutnya ini tak lain adalah pungutan liar.
Seketika, seorang pemilik kebun singkong datang. Tubuhnya penuh luka dan darah. Ia bercerita, sekelompok orang berseragam datang memasuki kebunnya yang terletak tepat di depan rumah Pak Lurah. Ketika bentrokan terjadi antara warga dan sekelompok orang berseragam, ia menjadi korban salah sasaran saat ia hendak mengambil singkong di kebunnya.
Hal itu membuat ibu dan istrinya datang meminta keadilan dari Hakim Atma. Karoman dan kelima warga desa itu pun kemudian menghakimi Hakim Atma atas peristiwa tersebut dengan mengikatnya seperti seorang terdakwa.
Lampu-lampu panggung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki pun redup, menandai berakhirnya pertunjukan teater yang berjudul Terdakwa. Pentas yang berlangsung pada Minggu (8/12) disutradarai oleh Ujang G.B dan merupakan buah karya dari Ikranegara.
Teater ini bercerita tentang hakim yang bertindak semaunya. Melalui cerita tentang Hakim Atma, grup teater Sketsa Act mencoba mengupas masalah hukum di negara Indonesia yang terjadi dari dulu hingga sekarang.
“Terdakwa ini walaupun sudah sering ditampilkan dari dulu, tetap saja up to date karena hukum Indonesia yang tidak berubah kasusnya dari dulu hingga sekarang,” ucap sang sutradara, Minggu (8/12). (Maulia Nurul H)

Tinggalkan Balasan

Previous post Tebar Inspirasi Melalui Fashion
Next post INDIGO, Komunitas Pencinta Denim Terbesar se-Asia Tenggara

nye casinoer

alt du har brug for vegascasino.nu

https://unlimitcasino.nu

インスピレーション royalxo.jp

ライセンスカジノ
casino beoordelingen Nederlands casino
gratis snurr spelautomater
noggrant valt https://slotzycasino.se
www.slotzycasino.se
senest opdateret dansk casino
missa inte spinjam1.se/

månadens bästa casino bonus

casino bonus

bedst lige nu 20 Bet Casino

slots

55-bet.nu