Isi Waktu Luang, Belajar Seni Jadi Pilihan

Read Time:2 Minute, 11 Second

Beragamnya kesenian di Indonesia menjadi daya tarik masyarakat untuk lebih mengenalnya. Tak terkecuali generasi muda pun masih memiliki kesadaran untuk melestarikan kesenian sesuai keahliannya.


Wulangreh Omah Budaya merupakan tempat terbuka untuk mempelajari seni dan budaya Indonesia. Tempat ini terletak di Jalan Melati 3, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Wulangreh Omah Budaya mengadakan berbagai kelas seni dan terbuka untuk umum.

Pendiri Wulangreh Omah Budaya, Reny Ajeng mengatakan, Wulangreh Omah Budaya berdiri sejak tahun 2018. Ia menjelaskan, Wulangreh Omah Budaya menyediakan akses untuk belajar seni secara non formal. “Suasana belajar seni di sini santai, tetapi tetap menggunakan ilmu yang tepat,” ungkap Reny, Rabu (10/1).

Lanjut, mulanya Reny membuka kelas Aksara Jawa yang menargetkan sepuluh peserta. Namun saat kelas berlangsung, peserta yang hadir mencapai 42 orang. “Ternyata minat masyarakat untuk mempelajari seni dan budaya itu masih ada,” katanya.

Selain itu, ujar Reny, saat ini Wulangreh Omah Budaya memiliki 25 kelas reguler dengan  total peserta mencapai 300 orang. Reny mengungkapkan, peserta yang mengikuti kelas di Wulangreh Omah Budaya berasal dari berbagai kalangan profesi. “Usia mereka berkisar dua puluh sampai enam puluh tahun. Selain bekerja, mereka juga memerlukan tempat untuk bersosialisasi,” ujar Reny.

Reny menyampaikan, kelas reguler terdiri dari Kelas Menari, Kelas Membatik, Kelas Aksara, dan Kelas Gamelan. Selain kelas reguler, Wulangreh Omah Budaya juga menyediakan lokakarya yang berkolaborasi dengan berbagai instansi. “Registrasi kelas reguler dibuka dengan harga Rp400.000 per bulan. Kalau lokakarya, sekitar Rp100.000-Rp350.000 tergantung jenis kelasnya,” lanjutnya.

Peserta kelas reguler, Parahita Safiti mengatakan, ia mengikuti dua kelas menari, yaitu tari Jawa dan tari Bali. Ia menuturkan, tujuannya mengikuti kelas menari untuk mengisi waktu luang dengan mempelajari seni.

Parahita menyampaikan, ia mengetahui Wulangreh Omah Budaya melalui sosial media Instagram. Menurut Parahita, seni dan budaya Indonesia menjadi kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan. “Sebelum melestarikan seni dan budaya, perlu kesadaran diri untuk mengenal dan mempelajari dahulu hal tersebut,” pungkas Parahita, Rabu (10/1).

Selaras dengan Parahita, Kartika Widya Handayani juga mengikuti kelas menari reguler. Kartika mengatakan, ia mengikuti kelas tari Bali putri sejak tahun 2022. “Saya ingin belajar menari lagi. Terakhir saya menari saat Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ucap Kartika, Rabu (10/1).

Kartika juga mengatakan, proses belajar menari di Wulangreh Omah Budaya dilakukan secara bertahap, mulai dari tarian dasar hingga tarian menengah. “Kelas menari diajarkan langsung oleh penari profesional, sehingga perkembangannya sangat terasa,” ujar Kartika.

Kartika mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mempelajari keberagaman budaya di Indonesia. Tutur Kartika, kesadaran untuk menjaga seni dan budaya Indonesia perlu ditingkatkan. “Beragamnya seni dan budaya di Indonesia harus kita jaga dan dilestarikan supaya tidak mudah diakui oleh negara lain,” pungkasnya.

Reporter: RIN

Editor: Nabilah Saffanah

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Samar Kejelasan Pencopotan AC Sekretariat UKM
Next post Berawal Dari Hobi, Ciptakan Ratusan Buku