Samar Kejelasan Pencopotan AC Sekretariat UKM

Read Time:2 Minute, 41 Second

Pendingin ruangan UKM UIN Jakarta dicopot imbas pembengkakan biaya listrik. Namun, pihak kampus belum memberi kejelasan dan transparansi biaya pembengkakan listrik tersebut.


Air Conditioner (AC) —Pendingin ruangan di setiap Ruang Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dicopot pada Jumat (22/12). Keterangan yang Institut dapat, pencopotan AC akibat dari pembengkakan biaya listrik di Gedung Student Center (SC) lantaran AC selalu menyala. 

Kenyataan tersebut berbeda dengan pernyataan pihak kemahasiswaan sebelumnya. Pada pemberitaan Institut bertajuk “Tak Ada Relokasi, UKM Terisolasi”, Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon mengatakan tidak ada pencopotan AC. Pihak kampus hanya akan memberikan aturan terkait penggunaan AC guna mengurangi pemborosan listrik.  

Ketua Forum UKM UIN Jakarta, Muhammad Ansorullah membenarkan bahwa pencopotan AC dikarenakan biaya listrik di UIN Jakarta meningkat. Alasan tersebut disampaikan pihak kampus saat audiensi bersama UKM pada Rabu (13/12).

Ansorullah menyampaikan, pihak kampus beralasan bahwa pembengkakan biaya listrik karena UKM kurang disiplin dalam menggunakan AC. “Pihak kampus juga mengatakan penggunaan AC belum terlalu penting,” kata Ansorullah, Rabu (10/01).

Ansorullah mengatakan, AC di Ruang Sekretariat UKM selalu menyala karena mahasiswa tidak sempat mematikan. Hal tersebut berakar dari tenaga listrik di Gedung SC yang rendah. “Akibatnya, listrik di Gedung SC sering mati. Penggunaan listrik di SC salah satunya AC di Ruang Sekretariat UKM,” ujarnya. 

Lanjut, Ansorullah menerangkan, AC di Ruang Sekretariat UKM akan ikut mati ketika listrik di SC mati.  Begitupun ketika listrik SC menyala, AC otomatis ikut menyala. Biasanya, listrik SC kembali menyala di malam hari saat anggota UKM tidak di ruangan. Akibatnya, AC terus menyala hingga pagi.

Ansorullah menyatakan, sejak pencopotan AC terjadi, ia siap menerima aspirasi setiap UKM. Ia berencana akan kembali mengadakan diskusi sebagai tindak lanjut dari keluhan UKM. “Sampai sekarang belum ada pengaduan, saya rasa teman-teman UKM menerima keputusan ini,” tuturnya.

Kepala Bagian Umum (Kabag Umum), Saroni mengatakan, ia tidak mengetahui masalah pembengkakan biaya listrik. Saroni menerangkan bahwa Bagian Umum hanya membayar biaya listrik sesuai tagihan. “Itupun tagihan listrik untuk keseluruhan Gedung UIN, bukan hanya SC,”  kata Saroni, Selasa (16/01).

Lanjut, Saroni mengungkapkan, dirinya tidak pernah melakukan perbandingan antara biaya listrik bulan Desember dengan bulan sebelumnya. Bagian Umum hanya menerima besaran tagihan listrik UIN dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), kata Saroni, kemudian membayar sesuai tagihan tersebut. “Untuk dokumentasi pembayaran, tersimpan di Biro Perencanaan dan Keuangan (PK),” ujarnya. 

Saroni kembali menyampaikan, ia juga tidak mengetahui kelanjutan anggaran yang telah tersedia untuk pemeliharaan AC di Ruang Sekretariat UKM. Saroni mengaku, tidak tahu ada anggaran untuk pemeliharaan AC tersebut. “Intinya, saya sebagai Kabag Umum hanya mengikuti instruksi pimpinan,” pungkasnya.

Kepala Biro PK, Mohamad Ali Irfan membenarkan adanya pembengkakan biaya listrik UIN Jakarta. “Anggaran biaya listrik dari pemerintah cuma 800 juta per tahunnya. Sedangkan penggunaan listrik sudah mencapai 1,3 miliar,” tulis Ali, Senin (22/01).

Institut telah meminta data terkait rincian biaya listrik UIN Jakarta per bulannya. Namun, Ali kembali mengalihkan pada Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK). “Data pengelolaan listrik serta perihal dapur UIN ada di Biro AUK,” ujarnya.

Sampai berita ini terbit, Institut telah menghubungi dan mendatangi langsung Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Jakarta, Imam Subchi sejak Kamis (28/12). Namun, tak kunjung mendapat jawaban untuk diwawancarai.

Reporter: MAI

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kemahasiswaan Sosialisasikan Tata Tertib Pemakaian Sekretariat Ormawa
Next post Isi Waktu Luang, Belajar Seni Jadi Pilihan