Benahi Kualitas Wisata Indonesia

Read Time:1 Minute, 58 Second
Sumber: Internet
Oleh : Jannah Arijah*

Keindahan dan keasrian alam ternyata bukanlah jaminan daya tarik wisata suatu negara. Fakta membuktikan, masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih ke luar negeri untuk berwisata.


Singapura salah satunya, masih banyak masyarakat Indonesia yang menaruh minat untuk berwisata ke negara tetangga tersebut. Tak hanya wisata yang menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia, pendidikan dan pengobatan medis pun turut berperan menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam bidang pendidikan dan pengobatan medis, Singapura memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan Indonesia. Sehingga, wajar jika masyarakat Indonesia lebih memilih Singapura.

Lalu, bagaimana dengan wisata bahari di nusantara? Indonesia yang dijuluki dengan zambrut khatulistiwa karena kehijauannya, bisa terkalahkan dengan Singapura yang hanya memiliki gedung-gedung bertingkat. Keasrian alam Indonesia jelas jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Negeri Singa Muntah tersebut.

Bahkan, masyarakat Indonesia yang menempati tanah yang asri nan indah pun dapat berpaling ke negara tetangga. Indahnya alam mulai dari biota laut hingga keindahan pegunungan dan persawahannya merupakan aset pariwisata yang menakjubkan.

Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat Indonesia lebih tertarik ke negara tetangga. Salah satunya, penerbangan untuk pergi ke negara tetangga lebih murah daripada ke negara sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Commercial Director Mandala, Brata Rafly, yang dilangsir oleh kompas.com.

Faktor lainnya, perilaku konsumtif masyarakat Indonesia yang lebih mencintai produk tetangga dibanding dengan produk sendiri. Karena, pengeluaran terbesar masyarakat Indonesia saat keluar negeri adalah berbelanja baju, perhiasan dan aksesoris lainnya.

Padahal jelas harga untuk berbelanja ke luar negeri lebih mahal daripada di negara sendiri. Bahkan menurut survei Mercer Cost of Living yang dilangsir oleh Kompas.com menyatakan bahwa Singapura merupakan kota yang paling mahal untuk biaya hidup.

Hal ini menjadi tugas pemerintah khususnya menteri pariwisata dan budaya dalam membenahi program parawisatanya. Pariwisata merupakan salah satu cara untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia terlebih, diminati oleh wisatawan domestik. Pengeluaran biaya tidak akan jatuh ke negara lain.

Mula-mula, pembenahan harus dimulai dari strategi promosi wisata di setiap daerah. Kalau negara tetangga dengan menawarkan maskapai yang murah, Indonesia juga dapat menawarkan tempat dan jamuan pariwisata yang baik dengan harga terjangkau.

Selain itu, Indonesia harus membangun kembali budaya 3S yaitu, sapa, senyum dan salam dalam berinteraksi kepada para wisatawan. Membangun kembali kepercayaan atas keamanan dan kenyaman di area wisata. Lalu, tidak membedakan budaya satu dengan yang lainnya. Sehingga, para wisatawan mendapatkan kesan baik setelah pulang berwisata.
*Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Kimia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Berkendara Aman dan Patuhi Lalu Lintas
Next post Harmoni Cinta dalam Konser Harmoni Nusantara VII