Semarak Gelar Olimpiade Quran

Read Time:1 Minute, 38 Second

Lembaga Tahfidz dan Ta’lim Quran (LTTQ) Masjid Fathullah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Closing Ceremony Olimpiade Quran Jilid 3 Se-Indonesia di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, Minggu (21/4). Dewan Hakim Olimpiade Quran (OQ) Jilid 3 pun mengumumkan serta membagikan hadiah kepada para pemenang lomba.

Acara penutupan tersebut adalah puncak dari OQ Jilid 3 yang merupakan perhelatan LTTQ setiap dua tahun sekali. Pada 2019 ini, LTTQ melaksanakan OQ Jilid 3 pada tanggal 19—21 April di UIN Jakarta dan Masjid Fathullah. OQ Jilid 3 terdiri dari enam cabang lomba, yaitu Olimpiade Hifzhil Quran 15 Juz, Olimpiade Hifzhil  Quran 30 Juz, Olimpiade Tilawatil Quran Putra, Olimpiade Tilawatil Quran Putri, Olimpiade Syarhil Quran, dan Olimpiade Khathil Quran.

Tahun ini, kompetisi hanya dapat diikuti oleh santri dan santriwati se-Indonesia. Namun untuk periode berikutnya, Ketua Pelaksana OQ Jilid 3 Febriansyah mengatakan bahwa akan membuat kriteria perlombaan khusus untuk mahasiswa dan nonmahasiswa. “Untuk sekarang, LTTQ masih berupaya mengedepankan santri dan santriwati,” ungkapnya, Minggu (21/4).
 
Dalam pelaksanaannya, Febriansyah merasakan banyak kendala selama mempersiapkan OQ Jilid 3. Bahkan, sampai Hari-H pun masih banyak kendala yang dihadapi terkait finansial yang masih kurang dari ekspektasi. Seperti halnya Panitia OQ Jilid 3 yang hanya dapat membiayai akomodasi peserta yang berasal dari luar Pulau Jawa. Walaupun begitu, Febriansyah menilai OQ Jilid 3 telah sukses terlaksana.

Maka dari itu, Febriansyah mengharapkan LTTQ ke depannya juga dapat membiayai akomodasi peserta yang berasal dari Pulau Jawa. Untuk merealisasikannya, Ketua Divisi Acara OQ Jilid 3 Badriyah juga berpesan agar finansial acara lebih terkendali lagi. “Supaya dapat lebih sukses dari sebelumnya,” ujar Badriyah, Minggu (21/4).

Salah seorang peserta lomba, Luckya Eliza Safitri Choirie juga turut mengungkapkan kesannya ketika mengikuti OQ Jilid 3. Peserta yang berasal dari Pondok Pesantren Karangasem Lamongan tersebut mengaku sangat optimis untuk bersaing di cabang lomba Khatmil Quran. Alhasil, Luckya meraih juara pertama. “Karena memang suka dengan kaligrafi dan sering ikut lomba-lomba lainnya,” ungkap Luckya, Minggu (21/4).

RPK

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Disabilitas dalam Lingkup Media
Next post Potret Kartini Masa Kini