Menggali Kegelapan di Balik Kemilau Emas

Read Time:2 Minute, 55 Second

Judul Film : Athlete A

Sutradara : Bonni Cohen, Jon Shenk

Genre : Dokumenter, Olahraga, Kejahatan

Durasi : 1 jam 43 menit

Skor : 7,6/10 (IMDb)

Athlete A merupakan sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Bonni Cohen dan Jon Shenk. Dokumenter ini menceritakan kekejaman predator seksual anak yang dilakukan oleh Larry Nassar—dokter tim senam Amerika Serikat, terhadap atlet Gimnastik Nasional Amerika Serikat/USA Gymnastik (USAG).

Film ini menceritakan tentang kejamnya dunia gimnastik, khususnya bagi mayoritas atlet perempuan yang masih di bawah umur. Cohen dan Shenk juga menunjukkan usaha keras para reporter The Indianapolis Star dalam mengungkap kejinya perilaku Nassar dan kebobrokan USAG yang mencoba menutupi skandal ini. 

Alur memperlihatkan dunia gimnastik di tahun 60-an selalu didominasi oleh para atlet dewasa, namun di tahun 1976 sejarah baru mulai berubah, kala munculnya seorang gadis muda berumur 14 tahun, asal Romania bernama Nadia Comaneci yang berhasil merebut banyak kemenangan dalam olimpiade  tahun 1976. 

Kemenangan Nadia Comaneci akhirnya membuat tim gimnastik di seluruh dunia mengikuti kesuksesan Romania dalam melatih atlet sejak dini, termasuk Amerika Serikat. Seketika, dunia gimnastik dipenuhi oleh para atlet muda yang bertalenta.

USAG mengundang pelatih asal Romania—Bela dan Marta Karolyi untuk melatih para atlet muda. Mereka membawa para atlet nasional ke sebuah tempat pelatihan di Texas untuk dilatih sebelum musim olimpiade dimulai. Bela dan Marta Karolyi dikenal sebagai pelatih yang sangat tegas. 

Mereka melatih para atlet dengan sangat keras, bahkan mereka tak ragu menggunakan kekerasan fisik seperti menampar atlet untuk membuatnya menang meraih juara. Setiap hari, Karolyi secara rutin memeriksa berat badan para gadis. Kesejahteraan fisik dan mental para atlet tampaknya bukan menjadi fokus utama bagi Karolyi dan juga USAG. Prioritas utama mereka hanyalah meraih medali emas.

Kekerasan yang dilakukan Karolyi ternyata dimanfaatkan oleh Larry Nassar. Ia dikenal sebagai pribadi yang baik hati, ramah, lucu dan sesekali memberi para gadis cemilan tanpa sepengetahuan Karolyi. 

Namun, dibalik sifatnya yang ramah, Nassar telah melakukan kekerasan seksual terhadap para atlet muda. Ia memperdaya para atlet dan orang tua mereka dengan memberikan alasan bahwa hal keji yang ia lakukan adalah sebuah praktek medis demi kesehatan para atlet.

Banyak atlet dan orang tua menyadari perilaku tidak pantas Larry Nassar, tetapi mereka merasa takut dan malu untuk membuka cerita kepada orang lain. Situasi semakin memburuk kala pihak USAG seakan-akan acuh terhadap tindakan keji yang dilakukan Nassar terhadap para korban pelecehan.

Saat USAG berusaha menyembunyikan kasus pelecehan yang dilakukan oleh Larry Nassar, wartawan The Indianapolis–Marisa Kwiatkowski dan Tim Evans, berhasil mendapatkan laporan dokumen terkait pelecehan seksual yang sudah ada selama bertahun-tahun. Akhir cerita menampilkan Larry Nassar dihukum penjara minimal 25 tahun sebagai hasil dari pengungkapan ini.

Athlete A merupakan sebuah dokumenter yang sangat direkomendasikan untuk ditonton. Eksplorasinya yang menyeluruh terhadap pokok permasalahan dan keberanian para korban dan jurnalis yang terlibat, dalam mengungkap sebuah kasus pelecehan seksual. Film ini membuka mata setiap orang bahwa pelecehan seksual pada anak dapat terjadi di berbagai tempat dan dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat. 

Film ini memicu tanggapan positif dari masyarakat. Peningkatan kesadaran akan isu pelecehan seksual di dunia olahraga membantu menciptakan kepedulian dan dorongan untuk memastikan keamanan atlet.

Sayangnya, film ini hanya menyorot sudut pandang dari perspektif atlet saja. Penonton juga tidak diberikan kesempatan untuk melihat pandangan dari pelatih senam USAG. Selain itu, ketidakseimbangan informasi juga menambah kekurangan dalam dokumenter ini. 

Film Athlete A dirilis pada 24 Juni 2020 lalu, berhasil   mendapat berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Critic’s choice, Penghargaan Pearbody, dan Penghargaan Emmy dan dikatagorikan sebagai film dokumenter terbaik.

Reporter : RAAH

Editor : Ken Devina 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Akses Khusus Dukung Green Campus
Next post Terbelenggu Patriarki Melawan Tradisi