Tempuh Banyak Cara Selamatkan Warga Negara

Tempuh Banyak Cara Selamatkan Warga Negara

Read Time:3 Minute, 15 Second
Tempuh Banyak Cara Selamatkan Warga Negara

Judul : The Point Man

Tahun rilis : 2023

Genre : Laga, Fiksi Kriminal, Kejahatan, Drama

Durasi : 1 jam 48 menit

Sutradara : Yim Soon-rye

Skor : 6.00/10 (IMDb)

The Point Man dirilis pada 1 Februari 2023. Film garapan Sutradara Yim Soon-rye ini terinspirasi dari kisah nyata di tahun 2007 silam. Hwang Jung Min sebagai pemeran utama selaku diplomat dan negosiator beradu akting dengan Hyun Bin yang berperan menjadi agen intelijen.

The Point Man menceritakan penyanderaan 23 Warga Negara Korea Selatan oleh Kelompok Ekstremis Taliban di Afghanistan. Seorang Diplomat Korea Selatan, Jeong Jae Ho dikirim untuk membebaskan para sandera dengan tenggat waktu 24 jam.

Cerita semakin menarik ketika Jeong Jae Ho bertemu dengan anggota intelijen Korea Selatan, Park Dae Sik yang juga ingin membebaskan para sandera. Mereka mencoba berbagai macam cara dan upaya pembebasan.

Pemerintah Korea Selatan memohon kepada Pemerintah Afghanistan untuk membantu pembebasan para sandera. Pemerintah Afghanistan menyetujui untuk bernegosiasi dengan Taliban perihal pembebasan. Namun  ada syarat yang harus dipenuhi, yakni pembebasan anggota Taliban yang ditawan oleh Amerika Serikat. Usai pertimbangan panjang, Pemerintah Korea Selatan menyetujui syarat tersebut. Akan tetapi, Pemerintah Afghanistan mengingkari janjinya untuk bernegosiasi dengan Taliban.

Pemerintah Afghanistan beralasan mereka masih terus melawan Taliban tanpa usai dan pembebasan sandera tidak menguntungkan. Pada saat yang bersamaan, seorang sandera dari Jerman dibunuh oleh Taliban. Jeong Jae Ho khawatir selanjutnya menjadi giliran sandera Korea Selatan.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan menemukan cara lain. Ada keluarga bernama Jigra yang punya peran cukup besar atas setiap peristiwa di Afghanistan. Menurut informasi yang didapat, tidak ada peristiwa di Afghanistan yang tidak diketahui oleh Keluarga Jigra. Tak disangka, Jeong Jae Ho kembali bertemu Park Dae Sik di kediaman Keluarga Jirga. Mereka sempat berpisah setelah kejadian ingkar janji Pemerintah Afghanistan.

Setelah satu hari bersama, kepala keluarga tersebut menyetujui permintaan perwakilan Korea Selatan untuk bernegosiasi dengan Taliban. Namun kabar baik ini tidak berlangsung lama. Salah satu stasiun televisi di Korea Selatan menyebut para sandera adalah kelompok misionaris bukan sukarelawan seperti yang disampaikan Jeong Jae Ho dan Park Dae Sik. Merasa dibohongi, Jirga membatalkan bala bantuan.

Upaya pembebasan terus berlanjut dengan tenggat waktu yang diperpanjang. Namun, ada kelompok yang memanfaatkan hal ini untuk penipuan. Adanya satu korban tewas yang ditemukan memperburuk kondisi. Belum selesai, korban tewas bertambah saat satu orang sandera menelpon kantor diplomat Korea Selatan, kemudian ditembak oleh Taliban saat telepon masih tersambung.

Setelah sepuluh hari pasca penyanderaan, Jeong Jae Ho dan tim mendapat titik terang. Taliban mau melakukan negosiasi. Kedua pihak bertemu di padang pasir, kemudian Jeong Jae Ho dan seorang penerjemah dibawa ke Markas Taliban dengan wajah tertutup kain. Negosiasi berlangsung cukup menegangkan, terlebih saat seorang sandera ditodong senjata karena Jeong Jae Ho tak kunjung memberikan keputusan.

Penerjemah bahasa bernama Lee Bong Han asal Korea Selatan yang memakai nama samaran Abdul Kareem Qasim membawa sedikit komedi di film ini. Awalnya, ia menolak ajakan Park Dae Sik untuk menghadap Taliban. Berkat ancaman Park Dae Sik yang membocorkan Qasim akan dihukum cambuk karena mabuk dan berjudi, akhirnya Qasim setuju.

Momen paling menegangkan dari film ini muncul saat Menteri Luar Negeri Korea Selatan memutuskan untuk melancarkan serangan udara dibantu Amerika Serikat. Markas Taliban yang berada di bawah tanah bergetar hebat hingga dindingnya berguguran. Di saat menegangkan seperti itu, Qasim ditarik keluar ruangan dan meninggalkan Jeong Jae Ho berdua dengan Komandan Taliban.

Film berakhir dengan 19 sandera berhasil dibebaskan dan dua sandera tewas. Demi menjamin keselamatan kelompoknya, Taliban menahan Qasim. Namun, Park Dae Sik menyerahkan dirinya ke Taliban supaya Qasim bisa bebas.

Sayangnya, The Point Man hanya fokus pada negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Akan tetapi, film ini juga menggambarkan bahwa pemerintah suatu negara rela melakukan apapun demi keselamatan warga negaranya.

The Point Man berhasil masuk dalam nominasi Baeksang Arts Awards 2023 dan Buil Film Awards 2023 untuk kategori Pemeran Pendukung Terbaik dan Sutradara Terbaik. Selain itu, The Point Man berhasil mendapat penghargaan pada Monterrey International Film Festival 2023. 

Reporter: Nabilah Saffanah

Editor: Ken Devina

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Suara Gen Z Penentu Masa Depan Previous post Suara Gen Z Penentu Masa Depan
Sesalkan Demokrasi, Seruan Ciputat Beraksi Next post Sesalkan Demokrasi, Seruan Ciputat Beraksi