Tetap Hidup, Agar Tak Redup

Read Time:2 Minute, 22 Second

Judul Film : Kembang Api

Tahun Rilis : 2023

Genre :  Drama

Durasi : 104 Menit

Sutradara : Herwin Novianto

Skor : 7/10 (IMDb)

Kembang Api merupakan sebuah film yang diadaptasi dari Film Jepang berjudul 3ft Ball & Souls (2017). Film ini menceritakan empat orang dengan menggunakan samaran yaitu, Fahmi (Langit Mendung), Raga (Anggrek Hitam), Sukma (Tengkorak Putih), dan satu Anggun yang menggunakan nama sebenarnya.

Dalam kisahnya, mereka tidak saling mengenal namun mempunyai rencana untuk mengakhiri hidupnya karena tekanan hidup masing-masing. Percobaan bunuh diri mereka diawali dari pembicaraan di grup obrolan, kemudian mereka bersepakat untuk bertemu di gudang tua yang sudah disepakati bersama.

Fahmi, perakit serta perencana grup masuk dengan membawa bola kembang api rakitannya. Kemudian datang Raga, Sukma yang disambut baik oleh Fahmi selaku tuan rumahnya, terakhir Anggun anak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tiba-tiba datang di antara mereka dan membuat kaget dengan apa yang dilihatnya.

Singkat cerita, siapapun yang menekan tombol peledak akan mengalami hal yang sama seperti Fahmi, yaitu kembali di mana kondisi awal mereka masuk ke gudang. Ia mengira akar permasalahan adalah Anggun yang ikut bunuh diri, namun ternyata semua akan mengalami hal yang sama dengan konsep alur time loops–putaran waktu.

Keempatnya merasa dipermainkan oleh bola kembang api karena selalu kembali ke posisi awal, mereka tak sabar ingin menyudahi hidupnya karena tekanan mental yang menimpanya. Masing-masing mereka menganggap bahwa masalah yang terjadi sudah tidak ada jalan keluar sehingga bunuh diri menjadi alasan kuat bagi mereka.

Namun, akhirnya mereka bersepakat untuk saling menceritakan satu sama lain terkait masalah yang menimpanya dan memberikan solusi bagi masing-masing mereka. Sehingga mereka disadarkan bersama, bahwa hidup harus dijalani dan dilewati untuk masa depan kelak.

Film Kembang Api membawakan filosofi Urip Iku Urup yang artinya Hidup itu Menyala, beberapa kalimat ini disinggung karena berkaitan dengan hidup mereka masing-masing. Film ini memaknai Urip Iku Urup, tidak akan menyala jika kita mati ungkapan dari salah satu tokoh pemeran. 

Plot yang disajikan dalam film ini membuat penonton, khususnya orang yang mengalami depresi merasa terbawa suasana dan terbantu saat putus asa dengan masalah. Film drama ini juga menyelipkan komedi di beberapa obrolan antar perannya serta pemilihan musik yang cocok dalam berbagai suasana.

Secara keseluruhan film ini sebagai wadah refleksi penonton untuk mengambil beragam langkah selain bunuh diri sebagai solusi masalah. Film ini sangat menghargai kesehatan mental serta menghargai hidup karena mereka hanya butuh tempat cerita terhadap apa yang dialaminya.

Film ini terkesan sederhana namun bermakna, dialog yang dibawakan bernilaike dengan menampilkan ekspresi hingga emosional tokoh pemeran. Meskipun terlihat sederhana, semua perasaan sedih, bingung kecewa dan tawa tersampaikan dengan baik.

Kekurangan film ini adalah, tampilan visual bola kembang api ketika meledak menggunakan slow motion–gerak lambat seakan memaksa dan kurang nyata. Selain itu, film ini juga menampilkan adegan yang dominan berlatar belakang gudang sehingga membuat penonton cepat bosan dengan suasananya. 

Reporter: SAA

Editor: Shintia Rahayu Safitri 

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post KPPS Jadi Opsi Isi Liburan
Next post RUU PPRT Belum Disahkan, Nasib PRT Terabaikan