Kritis Bersama Bijak Memilih

Read Time:2 Minute, 28 Second

Hiruk-pikuk masa kampanye tengah berlangsung. Bijak Memilih hadir sebagai gerakan independen yang membuka mata masyarakat dalam menentukan pilihan pemimpin selanjutnya.


Komunitas Bijak Memilih merupakan gerakan kolektif independen yang diinisiasi oleh Think Policy Indonesia dan What Is Up, Indonesia? (WIUI). Think Policy Indonesia merupakan sebuah usaha sosial yang berfokus pada kebijakan publik dan WIUI adalah sebuah platform media independen.

Andhyta Firselly Utami dari Think Policy Indonesia dan Abigail Limuria dari WIUI mendirikan Bijak Memilih pada 28 Oktober 2022. Komunitas bertujuan untuk menghubungkan isu yang relevan dengan Pemilihan Umum (Pemilu), serta mendorong proses politik yang berorientasi pada isu dan gagasan.

Situs web bijakmemilih.id memuat pembahasan seputar isu strategis yang meliputi krisis iklim, lingkungan, hak sipil, korupsi, ekonomi, kesetaraan, pendidikan, dan kesehatan. Situs tersebut juga memuat rekam jejak partai dengan detail sampai dengan gagasan, tim pemenangan, serta pendanaan kampanye calon presiden dan wakil presiden.

Salah satu Pendiri Bijak Memilih Abigail Limuria mengungkapkan, komunitas tersebut menggelar berbagai diskusi, aspirasi, orasi serta mengelola kanal informasi bijakmemilih.id. Tak hanya itu, Bijak Memilih juga berkomitmen tinggi dalam menjaga independensi. “Gerakan ini tidak terafiliasi kandidat atau partai politik tertentu,” ungkapnya, Senin (8/1).

Lanjut, Abigail menuturkan, proses pengolahan data sampai dengan publikasi, tim peneliti Bijak Memilih memiliki metode riset dan pengeditan yang disepakati bersama. Dalam prosesnya, Bijak Memilih selalu memastikan independensi dan akurasi. “Kami  mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber yang kredibel,” tuturnya.

Abigail mengaku, perkembangan Bijak Memilih ke depannya tidak bisa diprediksi karena pendekatan yang digunakan adalah literasi. Pendekatan ini akan mengutamakan observasi yang mengarah kepada sejauh mana pengguna mengelola informasi dari Bijak Memilih. “Kami juga mengawasi dan memfasilitasi masyarakat untuk bersuara menjadi lebih baik kepada kebijakan publik,” ujarnya.

Pimpinan Komunikasi Bijak Memilih Yosifebi Ramadhani menyatakan, komunitas berperan penting sebagai alternatif penyedia informasi seputar Pemilu. Misalnya isu-isu strategis dalam Pemilu, partai politik, dan kandidat presiden yang relevan. “Lebih tepatnya untuk membuat keputusan bijaksana di Pemilu, khususnya tahun 2024,” kata Yosifebi, Senin (8/1).

Menurut Yosifebi, Bijak Memilih selalu berusaha memperluas edukasi isu, rekam jejak, dan kesadaran mengenai pentingnya berpikir kritis dalam memilih calon pemimpin. “Oleh karena itu, Bijak Memilih terbuka kepada mereka yang ingin berkolaborasi,” jelasnya.

Yosifebi melanjutkan, publik bisa berkontribusi melalui acara BMx, yaitu acara kolaborasi antar komunitas untuk menjangkau pemilih muda yang lebih luas. Selain itu, publik bisa terlibat dalam menyuarakan gerakan kami. “Harapannya terciptanya 3.5% massa kritis dari total pemilih di tahun 2024,” pungkasnya.

Mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Yudistira Alik mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya komunitas Bijak Memilih. Komunitas ini, menurut Yudistira, membuatnya lebih kritis dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024. “Bijak Memilih memberikan warna baru buat saya,” ujar Yudistira, Rabu (10/1)

Lanjut, menurut Yudistira, Bijak Memilih mampu memberikan pembelajaran politik yang bersih dan independen kepada generasi muda. Tak hanya itu, dirinya senang apabila komunitas ini bisa menjadi gerakan yang lebih besar lagi di Pemilu yang akan datang. “Gerakan komunitas ini membuat saya melek politik dan ikut berpartisipasi Pemilu tahun ini,” pungkasnya.

Reporter: MSA

Editor: Shaumi Diah Chairani

Happy
Happy
67 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
33 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Penting Aturan Penggunaan Gadget Bagi Anak
Next post Lingkungan Tutup Mata, Perundungan Merajalela