Lambat-Lambat Dahulu, Bergerak Kemudian

Lambat-Lambat Dahulu, Bergerak Kemudian

Read Time:3 Minute, 45 Second
Lambat-Lambat Dahulu, Bergerak Kemudian

Sema-U dan Dema-U yang terpilih sejak Desember akhirnya dilantik. Struktur organisasi telah terbentuk, mereka berencana menyegerakan raker dan merealisasikan program. 


Rektor melantik pengurus Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) di Auditorium Harun Nasution, Selasa (21/5). Agenda pelantikan akhirnya dilaksanakan setelah Ketua dan Wakil Ketua Dema-U serta pengurus Sema-U terpilih pada Desember lalu. Tahun lalu, tidak ada pelantikan keduanya imbas agenda Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) yang mundur.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar melantik kedua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tersebut secara langsung. Berbeda dengan pelantikan UKM dan LO pada Jumat (17/5) yang hanya dipandu oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan. Selain rektor, Warek Bidang Kemahasiswaan dan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama (AAKK) turut hadir di sana.

Dalam sesi pemberian amanat, Asep menyarankan Sema-U dan Dema-U untuk membuat program yang dapat menguatkan masing-masing ormawa. Lalu, mengurangi program-program yang hanya berorientasi pada diskusi dan musyawarah semata. “Ini menjadi hal di mana kita bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain,” ucapnya, Selasa (21/5).

Asep juga mengimbau Sema-U dan Dema-U untuk berkolaborasi tanpa membedakan latar belakang masing-masing anggota. Dirinya juga berpesan agar kedua ormawa tersebut dapat bergerak menjadi yang terbaik. 

Selain sambutan rektor, acara ini diisi dengan pembacaan ikrar pelantikan, penandatanganan pakta integritas, dan foto bersama. Tak hanya itu, Asep dan jajarannya mendatangi satu per satu para anggota terlantik yang sedang berbaris sembari menyalami dan memberi selamat.

Dalam wawancara terpisah, Asep mengaku telah menanti lama pengesahan kepengurusan Sema-U dan Dema-U. Ketika ditanyai latar belakang keterlambatan pelantikan, ia mengaku tidak tahu-menahu. “Ya gak tau saya masalahnya kenapa, kalo masalah terlambatnya tanyain ke warek tigalah,” kekehnya. 

Institut juga menanyakan kesulitan pihak kampus ketika tidak ada pergantian kepengurusan Sema-U dan Dema-U tahun lalu kepada Asep. Ia mengaku hanya berperan mendorong dan mendukung mahasiswa saja. “Kalo permasalahan saya gatau ya, tanya ke kemahasiswaan karena mereka yang intens diskusi,” lemparnya.

Pada momen yang sama, Warek Bidang Kemahasiswaan Ali Munhanif menolak diwawancara dan mengarahkan Institut untuk meminta pernyataan pada rektor. “Sama rektor aja,” balasnya, Selasa (21/5).

Ketua Sema-U, Diva Prameswari merasa lega atas pelantikan resmi bersama seluruh pengurus Sema-U. Diva berkata, Sema-U berencana melangsungkan Rapat Kerja (Raker) setelah pelantikan.

Begitu juga dengan Ketua Dema-U, M. Ihdan Nazar Husaini. Ia menyampaikan, pihaknya segera menyusun agenda yang sudah menjadi misi Dema-U melalui raker. Setelah itu, ia menargetkan pembuatan seluruh proposal kegiatan agar selesai di bulan Mei. “Segala proposal sudah harus dibentuk, kemudian nanti tinggal melaksanakan saja,” tekadnya, Selasa (21/5).

Ihdan juga berkeinginan untuk fokus pada isu nasional. Meski begitu, berdasarkan pengamatan Institut, tidak ada pergerakan dari Dema-U dalam permasalahan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Mahasiswa Baru (Maba) hingga saat ini. Untuk itu, Institut lanjut menanyakan langkah Dema-U selaku dewan eksekutif tertinggi di UIN Jakarta perihal kenaikan UKT. 

Isu UKT, ujar Ihdan, merupakan permasalahan di ranah Kementerian Agama (Kemenag). Dema-U akan menggandeng para Dema Fakultas (Dema-F) untuk konsolidasi sebagai tindak lanjut permasalahan UKT. “Tunggu saja flyer-nya, nanti kita akan komunikasiin ke Dema-Dema Fakultas,” potongnya ketika Institut menanyakan kepastian waktu konsolidasi tersebut.

Institut juga menanyakan ketidakhadiran Sema-U dan Dema-U dalam pelantikan Ormawa, padahal keduanya tercantum dalam surat undangan agenda tertanggal 17 Mei itu. Ihdan menyebut proses strukturalisasi pengurus Dema-U memakan waktu lama sebab tidak melalui tahap wawancara melainkan seleksi esai. “Sedangkan kita ini kan baru saya dan wakil saya, jadi nggak punya tim untuk cepat-cepat melakukan strukturalisasi,” belanya. 

Menanggapi hal yang sama, Diva mengakui, pihaknya telat mengirimkan struktur organisasi ke Warek Bidang Kemahasiswaan. Hal itu selaras dengan pernyataan Ali Munhanif dalam berita Institut bertajuk Babak Baru Kepengurusan Ormawa, Sabtu (18/5). 

“Sebenarnya, sudah diserahkan pasca pemilihan, besoknya. Tapi dari kemahasiswaan sendiri, untuk Surat Keputusan (SK) itu gak bisa langsung diproses, butuh waktu sekitar satu mingguan,” tutur Diva, Selasa (21/5).

Diva menuturkan, dirinya terpilih menjadi Ketua Sema-U berdasarkan hasil sidang Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) pada Senin (13/5), atau seminggu sebelum pelantikan. Pada hari yang sama, struktur organisasinya juga dibentuk. “Sudah sama strukturnya,” jelas Diva.

Inovasi dalam visi-misi Dema-U periode 2024/2025 juga Institut tanyakan pada Ihdan. Sertifikasi profesi masuk dalam proker yang disebutkannya, “Kita juga sudah mulai menjalin hubungan dengan teman-teman yang ada di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk kemudian melakukan sertifikasi profesi,” ungkapnya sembari berpamitan, enggan memberi pernyataan lebih lanjut.

Reporter: IB, Shaumi Diah Chairani
Editor: Wan Muhammad Arraffi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Ruang Pengaduan Kenaikan UKT Previous post Ruang Pengaduan Kenaikan UKT
Tuntutan Menjulang Demi UKT Berkurang Next post Tuntutan Menjulang Demi UKT Berkurang