
AIESEC UIN Jakarta menggelar festival Global Village untuk meningkatkan kesadaran akan toleransi terhadap perbedaan budaya di dunia. Festival itu dimeriahkan oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Lembaga Otonom (LO) Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar festival Global Village pada (14/2) di Point Mall, Lebak Bulus. Global Village merupakan festival budaya internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan toleransi terhadap perbedaan diantara masyarakat. Festival ini diadakan dua kali dalam setahun yaitu Global Village Summer Peak dan Global Village Winter Peak.
Global Village Winter Peak 2026 mengusung tema From Fast to Fair: Building a Sustainable Fashion Culture yang fokus menciptakan budaya produksi dan konsumsi pakaian berkelanjutan. Tema ini diambil dari salah satu nilai Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan serangkaian acara seperti Parade Exchange Participant (EP) atau representasi negara melalui pakaian adat yang diwakili oleh mahasiswa internasional dari Mongolia, Sri Lanka, dan Tailan. Kegiatan acara meliputi penampilan seni seperti menari dan menyanyikan lagu lokal tiap negara, serta terdapat kegiatan workshop atau lokakarya yang berfokus pada SDGs dengan mengubah pakaian bekas menjadi barang bernilai jual yaitu tas.
Gina Najjah, ketua Pelaksana kegiatan Global Village Winter Peak 2026 mengungkapkan kegiatan ini merupakan pertama kalinya diadakan secara mandiri oleh AIESEC UIN Jakarta. Sebelumnya pada tahun 2025, AIESEC UIN Jakarta telah mengikuti kegiatan Global Village Summer yang berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul).
“Kegiatan Global Village AIESEC UIN Jakarta sempat tidak terlaksana selama beberapa tahun akibat COVID-19 dan baru mengikuti kembali sejak tahun 2025 bersama dengan universitas lain. Tapi tahun ini AIESEC UIN Jakarta mengadakannya secara mandiri,” ungkapnya pada Sabtu (14/02).
Ia menambahkan, mahasiswa internasional dari Mongolia dan Sri Lanka yang hadir dalam kegiatan Global Village Winter Peak 2026 merupakan bagian dari program Global Volunteer. Global Volunteer merupakan program pertukaran sukarelawan internasional selama 6 hingga 8 minggu yang ditujukan bagi pemuda/mahasiswa untuk berkontribusi langsung pada proyek sosial berbasis SDGs di berbagai negara. Dengan diadakannya kegiatan ini, ia berharap mahasiswa internasional dapat berbagi pengetahuan budaya mereka dan juga berinteraksi dengan masyarakat Indonesia.
Rosee Laehseng, salah satu mahasiswa internasional dari Tailan yang diundang oleh AIESEC, mengungkapkan festival Global Village Winter Peak 2026 sangat meriah. “Alhamdulillah festival Global Village tahun ini sangat seru dan banyak sekali kegiatan seperti penampilan dari mahasiswa internasional, untuk memperkenalkan budaya mereka kepada orang Indonesia,” ucapnya pada Sabtu (14/02).
Rosee berharap agar festival Global Village yang akan datang dilakukan dengan skala lebih besar dan lebih meriah. Selain itu, ia menambahkan pesan kepada pihak acara untuk menyampaikan segala informasi secara detail dan tidak mendadak kepada mahasiswa internasional, agar persiapan bisa lebih matang.
Shakila, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM), peserta festival Global Village Winter Peak 2026, menceritakan ketertarikannya mengikuti acara tersebut. “Saya senang mengikuti acara ini karena jadi bisa menambah wawasan tentang budaya luar seperti Mongolia, Sri Lanka, dan Tailan. Saya juga bisa menjalin relasi dengan mereka,” ucap Shakila pada Sabtu (14/02).
Shakila juga mengungkapkan ia baru pertama kali mengikuti festival Global Village pada tahun 2026. Ia berharap pada festival Global Village mendatang terdapat kegiatan relawan untuk pemberdayaan masyarakat. “Sangat menyenangkan mengikuti acara dari AIESEC karena kegiatannya berkaitan dengan global, saya senang yang seperti itu.” tambahnya.
Reporter: Irsal Nurvikriyansah, SFA
Editor: Rifki Kurniawan
