Mahasiswa Keluhkan Kinerja Perpustakaan

Read Time:2 Minute, 8 Second
Sebagai salah satu sumber rujukan mahasiswa dalam mencari ilmu pengetahuan dan menyelesaikan tugas perkuliahan, Pusat Perpustakaan (PP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyediakan beragam jenis buku bacaan, mulai dari pendidikan, biografi, sejarah, hingga novel yang dapat mudah diakses mahasiswa. Namun, alih-alih memudahkan mahasiswa, nyatanya beberapa koleksi buku tak sesuai dengan katalog yang tersedia.   
Seperti yang dialami mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Nur Rahman mengatakan, sejak awal perkuliahan ia kerap kali mengunjungi PP untuk mencari buku referensi. Sayang,sering kali buku yang ia cari tak ada di rak buku. Padahal, dalam katalog komputer tertera bahwa buku tersebut tersedia. “Di komputer itu ada, pas dicari di rak buku gak ada,” keluhnya, Senin (10/5).
Sama halnya Nur Rahman, mahasiswi Dirasat Islamiyah Uswatun Hasanah memaparkan, biasanya seusai melihat daftar buku dalam katalog komputer, ia langsung mendatangi rak buku, namun nyatanya tidak jarang ia tidak menemukan buku yang dibutuhkan. Bukan hanya itu, banyak pula buku yang sampulnya telah usang dan tulisannya luntur. “Harusnya buku itu dicek satu-satu, jangan cuma dirapiin. Lebih teliti lagi lah,” ujar mahasiswi semester empat ini, Senin (10/5).

Menanggapi demikian, petugas sirkulasi PP, Hartono mengakui, ketidaksesuaian antara katalog komputer dengan rak buku sudah biasa terjadi. Menurutnya itu dikarenakan buku yang dicari sedang digunakan pengunjung lain dan belum dirapikan kembali oleh petugas PP. Sedangkan untuk merapikan buku, lanjut ia, hanya dilakukan sekali dalam sehari tiap pagi sebelum PP buka.
Di sisi lain, PP pun tidak memiliki pegawai yang bertugas khusus merapikan buku secara berkala. Oleh sebab itu, baik petugas dari bagian sirkulasi, referensi, pengadaan, dan pemeliharaan telah dibuatkan jadwal untuk merapikan buku. “Jadi kalau pagi itu kita ngerapiin buku bareng-bareng,” ungkap Hartono, Senin (10/5).
Ketika ditemui di ruang kerjanya, Pimpinan PP UIN Jakarta Amrullah Hasbana menyadari keterbatasan ruang di PP membuat beberapa koleksi buku tak dapat ditampilkan. Terlebih, beberapa koleksi buku yang sedang dalam perbaikan mengharuskan buku dikeluarkan dari rak. Akan tetapi, kata ia, data dalam katalog komputer tetap sama dan belum juga diperbarui.
Ihwal tak adanya petugas khusus yang merapikan buku secara berkala, ia menjelaskan, PP hanya mengikuti kebijakan kampus. Meskipun begitu, tiap tahunnya ia selalu mengajukan penambahan petugas ke Bagian Kepegawaian UIN Jakarta. “Sudah diajukan, namun kita terbatas dengan aturan kepegawaian,” terangnya. Senin (10/5).
Kini, tambah Amrullah, PP menggunakan sistem open access, yakni semua orang bisa mengakses buku secara lansung. Penggunaan sistem tersebut mestinya membutuhkan petugas khusus untuk merapikan buku secara berkala. Ia pun berharap, agar pihak kampus dapat segera memenuhi permintaannya untuk menambah petugas di PP.
HK

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Mimpi Ibu di Kaki Gunung Kidul
Next post Memanjakan Tak Selamanya Baik