Diskriminasi Ras Kulit Hitam di Amerika

Read Time:2 Minute, 12 Second

Judul               : Marshall
Sutradara         : Reginald Hudlin
Tahun              : 2017
Genre              : Biografi

Perlakuan diskriminatif terhadap bangsa kulit hitam masih sangat kental di Amerika Serikat. Sering kali, pembantaian dilakukan oleh bangsa kulit putih terhadap bangsa berkulit hitam. Kondisi tersebut semakin memanas ketika Joseph Spell (Sterling K. Brown)—salah satu bangsa kulit hitam diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap majikannya Eleanor Strubbing (Kate Hudson)—bangsa kulit putih. Peristiwa tersebut berlangsung pada 1941, di Brideport, Connecticut, Amerika Serikat.

Atas kasus tersebut The National Association of Advancement of Colored People (NAACP) Oklahoma, Amerika Serikat—pembela kesetaraan hak dimata hukum—mengutus Thurgood Marshall (Chadwick Boseman) sebagai pengacara Joseph Spell. Bersama Sam Friedman (Josh Gad)—pengacara daerah Connecticut, Amerika Serikat, Marshall menyusun strategi pembelaan dalam persidangan Spell.

Setelah itu Marshall dan Friedman menemui Spell di rumah tahanan sebelum masa persidangan tiba. Mereka pun mencecar Spell dengan banyak pertanyaan untuk memastikan orang yang mereka bela pantas untuk mendapat hak bebas. Penuh keyakinan Spell mengaku tak bersalah atas kasus yang tengah ditudingkan.

Persidangan petama pun tiba. Dibibir ruangan sidang segerombolan wartawan memadati pintu ruangan. Tak ayal, mereka pun menjadi sorotan pemberitaan wartawan. Berbagai macam pertanyaan pun terlontar, dengan lantang Marshall menyangkal klien yang tengah dibelanya tak bersalah.

Drama persidangan pun di mulai. Tak masuk sebagai pengacara wilayah Connecticut hakim persidangkan pun  tak memperkenankan Marshall angkat bicara. Alhasil, ia pun menggunakan Friedmen sebagai alat penyalur lidah.

Dalam suatu pertemuan NAACP menyatakan adanya ketidakadilan perlakuan hukum terhadap bangsa kulit hitam. Pernyataan tersebut mendapat sorotan dunia. Seakan mencederai nama baik negaranya, penduduk Amerika pun murka. Amarah pun tak terbendung, mereka melakukan aksi demo di depan kantor pengadilan.

Perjalanan panjang persidangan hampir usai. Detik-detik akhir persidangan Marshall mendapat titik terang dari kasus tersebut. Spell mengaku kasus tersebut adalah sebuah kebohongan. Bermula dari memiliki trauma akibat menerima tindak kekerasan dari sang suami, Eleanor menaruh hati terhadap Spell. Mereka pun saling suka hingga melakukan hubungan badan.

Namun karena tak ingin mengandung anak seorang berkulit hitam, Eleanor berusaha untuk bunuh diri.  Tak hanya itu, untuk melancarkan kebohongannya ia menuduh Spell berusaha menyerang dan menjatuhkannya ke dalam danau.

Film yang disutradarai oleh Reginald Hudlin merupakan sepenggal kisah nyata tentang Marshall yang berjuang menyetarakan keadilan hak-hak sipil warga Amerika Serikat. Menceritakan tentang salah satu kasus yang ditanganinya sebelum menjadi Mahkamah Agung keturunan Afrika-Amerika pertama di Amerika pada 1967. Tokoh Marshall menjadi pemeran utama dalam pertarungan hukum untuk hak sipil.
 NF

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Tangkal Radikalisme dalam Kampus
Next post Ukiran Asmat, Menarik Dunia