Tanamkan Kejujuran dari Sekotak Nasi

Tanamkan Kejujuran dari Sekotak Nasi

Read Time:2 Minute, 3 Second
Tanamkan Kejujuran dari Sekotak Nasi

Dalam menanamkan sifat kepedulian terhadap sesama perlu adanya tindakan langsung yang dilakukan sejak dini. Hal ini yang dilakukan oleh para dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan menyediakan subsidi nasi kotak untuk para mahasiswa. Program tersebut sebagai bentuk simpati para dosen terhadap mahasiswa.
Selain itu, program amal tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai positif. Memupuk kepedulian pada sesama, menumbuhkan sifat kejujuran, serta melatih jiwa enterpeneur mahasiswa. Dalamseminggu terdapat dua sampai tiga hari pihak fakultas menyediakan 50-100 kotak nasi murah. Para mahasiswa bisa mendapatkannya pada jam 08.00-10.00 WIB. Bahkan harganya pun sangat terjangkau.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Yayan Sopyan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa sekaligus menanamkan sifat kejujuran. Maka dari itu program tersebut mengusung tema honesty canteen.
Selain mahasiswa dapat menikmati nasi kotak yang biasanya harga10 ribu, dijual hanya setengah harga, 5 ribu saja.Mahasiswa juga dapat membeli nasi kotak tersebut, cukup dengan memasukan uang pada box kotak bertuliskan “bayar di sini“. “Sangat memuaskan, setiap harinya nasi kotak ludes, habis terjual”, ujar Yayan Rabu (8/5).
Yayan menambahkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan peranan dosen sebagai donatur, subsidi nasi kotak murah yang ditujukan sebagai rasa empati pada mahasiswa, khususnya kalangan menegah kebawah. Tak hanya itu stok nasi tersebut diproduksi dari usaha kuliner lokal ibu-ibu rumah tangga.
Kegitan ini tentu saja langsung mendapatkan respon positif dari para mahasiswa. Menurut mahasiswi Jurusan Hukum Pidana Islam (HPI) Aliza Chovsov turut menyampaikan respons dari para Mahasiswa HPI, yang tak jarang lebih milih beli nasi kotak subsidi dibanding jajan di kantin (cafe cangkir) yang harganya cukup merogoh kocek yang biasanya perporsi seharga 18.000-25.000 rupiah. “Dengan subsidi nasi murah dari dosen, kita bisa hemat berkali-kali lipat.” kata Aliza, Senin (4/5).
Senada dengan Aliza, salah seorang mahasiswi Perbandingan Madzhab Ai Rahmawati mengaku pengadaan subsidi nasi murah ini selain membantu mahasiswa mengusir rasa lapar menjelang pergantian mata kuliah, efisiensi waktu juga. “Apalagi kalau kuliah sampai sore, kita cukup makan nasi kotak ini, tanpa harus bolak-balik turun beli makan.” ungkapnya, Selasa (5/5).
Bukan hanya mahasiswa FSH saja dari fakultas lain seperti FITK, FIDIKOM dan FU juga menikmati nasi kotak tersebut. Salah seorang mahasiswa Jurusan Fisika FTIK Zahrotul Mubtarisatul menyampaikan harapannya terkait ini. Ia mengatakan program ini sangat bagus bahkan peminatnya tak hanya dari kalangan mahasiswa FSH tapi fakultas lain juga. “Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan, kalau bisa tak hanya di FSH saja.” ungkapnya, Senin (29/4).

FL

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Tabloid Edisi 61
Mahasiswi: Antara Belajar dan Bekerja Next post Mahasiswi: Antara Belajar dan Bekerja