Wisuda, Momen Haru Mencapai Prestasi

Wisuda, Momen Haru Mencapai Prestasi

Read Time:2 Minute, 1 Second
Wisuda, Momen Haru Mencapai Prestasi
Wisuda Ke-112 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dilaksanakan pada 29-30 Juni 2019 di  Auditorium Harun Nasution. Pelaksanaan wisuda kali ini diikuti total 997 mahasiswa dari tiga jenjang studi, yakni program sarjana, magister, dan doktoral. Di  hari pertama, diikuti sebanyak 518 wisudawan dan sisanya di hari esoknya. 
Hal yang paling disoroti dari setiap pelaksanaan wisuda adalah wisudawan lulusan terbaik, tentu dengan Indeks Prestasi Kumulatif  (IPK) yang mereka peroleh. Selain mahasiswa terbaik dalam bidang akademik dari setiap fakultas, juga terdapat mahasiswa yang meraih prestasi non-akademik. 
Salah satu wisudawan terbaik dari Program Studi (Prodi) Ilmu Al Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Syamsuri menuturkan bahwa dirinya selalu berusaha untuk benar-benar memahami materi yang diajarkan selama kuliah. Selain itu, ia juga selalu membuat target yang ditujukan agar studinya dapat terlaksana dengan baik. Ia pun menyatakan bahwa kuliah menjadi prioritas utamanya, karena selain bertanggung jawab untuk dirinya sendiri juga bertanggung jawab kepada keluarga.
Hasil tak akan mendustai usaha, itulah kiranya kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Syamsuri. Berkat kegigihan usahanya, ia berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat fakultas dengan IPK 3,93. “Menurut saya menyerap ilmu dari dosen lebih berharga daripada membaca 10 buku,” tegasnya, Rabu (3/07).
Begitu pula dengan Mahasiswi Prodi Tarjamah, Fakultas Adab dan Humaniora Neng Aprilianti yang telah menoreh prestasi menjadi wisudawan terbaik di fakultasnya. Tekad yang kuat dan alasan untuk mempertahankan beasiswa menghantarkannya menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.70.  “tekad yang kuat dan untuk mempertahankan beasiswa yang memicu saya untuk seperti saat ini,” ujarnya, Rabu (3/7).
Kegiatan yang Neng lakukan selama kuliah adalah berorganisasi sama halnya mahasiswa lainnya, namun tak bertahan lama. Sebagai perantau, ia pun memutuskan untuk bekerja paruh waktu demi memenuhi kebutuhannya. Selain itu, atas pertimbangan Ketua Prodinya ia menargetkan menempuh masa studi 3,5 tahun. Walau sedikit meleset tidak dapat lulus pada Februari 2019, akhirnya ia bisa menuntaskan pendidikannya pada Juni 2019.
Lain halnya dengan Mahasiswi Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, Syifa Akmalia. Sebagai seorang mahasiswi, ia aktif berperan di Himpunan Mahasiswa Jurusan Prodinya. “Saya sempat ikut HMJ di semester 4/5 dan pas saat itu mata kuliah sedang padat” jelasnya, Selasa (2/07).
Selama melaksanakan tugas akhir skripsi, Syifa menghadapi banyak rintangan yang membuatnya harus berpindah tempat. Tapi dukungan dari keluarga dan teman-teman selalu mengiringi perjuangannya untuk menyelesaikan skripsi. “Dukungan dari kerabat sangat penting dan juga kita harus stay positive,” tambahnya. 
DBA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Kereta Syurga dan Serangkaian Upaya Memperolok Ekstremis Muslim Previous post Kereta Syurga dan Serangkaian Upaya Memperolok Ekstremis Muslim
Penghapusan Pendidikan Agama: Perlukah? Next post Penghapusan Pendidikan Agama: Perlukah?