Semarak Keputrian Implementasi Kecantikan

Semarak Keputrian Implementasi Kecantikan

Read Time:1 Minute, 59 Second
Semarak Keputrian Implementasi Kecantikan
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Semarak Keputrian pada Kamis (27/6). Acara berlangsung di Ruang Teater Prof. Zakiyah Drajat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan ini adalah bagian program kerja Divisi Pemberdayaan Perempuan HMPS Pendidikan Kimia.
Dengan mengusung tema Women Empowerment & Road to Digital Beauty Preneur, Semarak Keputrian dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara. Diawali dengan kegiatan pemilihan Putri Kimia pada Rabu, (26/6) yang dimenangkan oleh Dini Mardina. Kemudian talkshow dengan keynote speaker Top 10 Puteri Indonesia Karina Syahna pada Kamis, (27/6) dan dilanjut dengan beauty class. 
Dalam talkshow, Karina Syahna membahas tentang bahaya kosmetik illegal. Ia turut menjelaskan cara membedakan kosmestik asli dan illegal. Menurutnya, pengguna skincare harus teliti dalam melihat kandungan kosmetik. “Karena kulit setiap orang memiliki tekstur yang berbeda,” ujarnya pada Kamis, (27/6).
Kegiatan ini dibuka untuk umum dengan diikuti sebanyak 100 peserta. Semua peserta juga diberikan fasilitas makeup oleh Mustika Ratu. Selain mendemonstrasikan kecantikan wanita Indonesia, Karina juga memotivasi para peserta dengan berbagai perjalanan hidupnya dari yang ’tomboy’ hingga bisa menjadi seorang yang anggun dan feminim. 
Selanjutnya pada sesi beauty class, dipilih satu orang dari peserta untuk dijadikan model. Rika yang berasal dari SMA Al Hasra ditunjuk menjadi model make up merasa senang karena dapat diajari secara langsung oleh karyawan Mustika Ratu. “Aku merasa senang ikut acara ini. Selain mendapat motivasi dari Kak Karina, aku juga mendapat pengetahuan baru seputar berhias yang benar” Tuturnya.
Ketua Pelaksana Erica Anna menuturkan bahwa kegiatan beauty class ini baru pertama dilaksanakan serta bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat para mahasiswi yang tertarik di dunia kecantikan. Menurut Erica, kecantikan memegang peran krusial khususnya untuk emansipasi wanita. “Acara ini dibuka untuk umum dan diharapkan menjadi fasilitas bagi para wanita untuk mengembangkan skill make up”. Ujarnya Kamis (27/06). 
Qory dari Pendidikan Biologi Semester 2 merasakan luar biasa mengikuti kegiatan ini. Pasalnya dia baru ingin mempelajari make up. Karena banyak alat dan cara make up yang Qory belum pahami, maka segera ia mendaftar kegiatan beauty class. “Aku tahu acara ini dari broadcast whatsapp teman. Dan aku langsung mendaftar via personal chat” Jelasnya, Kamis (27/06). 
Senada dengan Qory, Bita mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) pun merasa sangat terbantu dengan dilaksanakannya acara ini. Dirinya jadi lebih banyak mengetahui tips ber-makeup. “Semoga acara ini terus ada,” ujarnya pada Kamis, (27/6).
DBA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Prihatin Guru Honorer Previous post Prihatin Guru Honorer
Rekonsiliasi Semu Next post Rekonsiliasi Semu