Mengenal Jurnalisme Ala Milenial

Read Time:2 Minute, 0 Second
Jurnalistik tak hanya soal tulis-menulis. Ranah jurnalistik kini merambah ke beberapa bidang seperti Video Blog (Vlog) dan fotografi. Dengan mengusung tema Wideshoot Journalist, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Progress Universitas Indraprasta PGRI kembali menggelar Festival Jurnalistik (FJ) Season 3. Rangkaian acara di antaranya terdiri dari perlombaan Vlog, fotografi, dan menulis artikel.

Tak hanya sebatas kompetisi, LPM Progress juga mengadakan Belajar Bersama mengenai fotografi, reportase, serta kepenulisan. Menjadi suatu hal yang baru dengan FJ tahun sebelumnya, program Belajar Bersama diharapkan dapat memperkenalkan LPM kepada mahasiswa maupun masyarakat umum. “Agar mahasiswa lain juga tahu—apa saja yang kami pelajari di LPM,” ujar Ketua Pelaksana FJ Season 3 Shifa Fauziah Ahzaroh, Minggu (29/9).

Shifa juga mengimbuh, teknologi menjadikan kita mendapat informasi dengan sangat cepat, terutama dari media sosial. Tak hanya dampak positif tersebut, perkembangan era digital juga memiliki dampak negatif seperti informasi yang belum tentu kebenarannya karena arus data yang cepat. Mengusung tema Kreativitas Milenial di Mata Jurnalis, FJ Season 3 juga menghelat seminar terkait persoalan dunia jurnalistik di kalangan milenial.

Pada Minggu (29/9), LPM Progress pun menghadirkan beberapa pembicara pada seminar tersebut sebagai puncak dari rangkaian acara FJ Season 3. Mereka ialah Reporter Metro TV Sari Syahrial, Anggota Aliansi Jurnalis Independen Fira Abdurachman, dan Kepala Advokasi dan Penelitian Lembaga Bantuan Hukum Pers Gading Yonggar Ditya.

Sari Syahrial berbicara mengenai Creative Journalism. Ia menjabarkan bagaimana perubahan lanskap jurnalisme seiring berkembangnya teknologi. “Tantangannya, fakta versus hoaks,” ujar Sari. Akan tetapi, hal tersebut dapat diatasi dengan penyuntingan secara skeptis, periksa akurasi dan fakta, dan pengecekan sumber gambar.

Fira Abdurachman pun melanjutkan pembicaraan dengan perbedaan berita dulu dan berita ala milenial. Dengan pembawaan yang luwes—Fira mengatakan, anjing mati hingga skincare bisa menjadi berita menarik saat ini. Santuy and Glowing is a Must. Media penyampaiannya pun berkembang luas seperti Instagram, Youtube, dan media sosial lainnya. “Tidak seperti dulu, berita hanya seputar politik dan ekonomi yang disiarkan lewat televisi, radio, atau surat kabar,” pungkas Fira. Kemudian sebagai penutup, Gading Yonggar Ditya mengungkapkan adanya potensi risiko hukum terhadap produk kreativitas jurnalisme milenial.

Pemimpin Umum LPM Progress Achmad Rizki Muazam mengatakan, FJ Season 3 menjadi salah satu komitmen untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat mengenai jurnalistik. Sekaligus menjadi peringatan Dies Natalis LPM Progress ke-16, ia juga mengutarakan kekonsistenannya dalam prodiktivitas pemberitaan dan aktivitas pers lainnya dengan berpegang teguh terhadap prinsip jurnalistik. “Untuk sesama LPM lain, kita harus menjadi sebuah media alternatif yang independen,” harap Achmad, Minggu (29/9).

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Kecelakaan Motor, Mahasiswi UIN Tewas
Next post UIN Jakarta dan Diskriminasi Mahasiswa Rantau