Kompleksitas Pembangkit Romantisme

Kompleksitas Pembangkit Romantisme

Read Time:2 Minute, 52 Second
Kompleksitas Pembangkit Romantisme

Can’s galeri kembali mengadakan pameran bertajuk “Di Antara Tapal”. Pameran ini Menghadirkan seniman tunggal asal Madura yang selalu membawa nuansa romantisme. Ia merepresentasikan karyanya melalui empat pilar utama.

Can’s Galeri hadir menggelar pameran seni rupa bertajuk “Di Antara Tapal” yang menghadirkan karya tunggal dari Suvi Wahyudianto. Pameran ini diselenggarakan di Gambir, Jakarta pusat. Pameran Ini tersebut berlangsung pada 6 Maret–7 April 2023 di Museum Macan. 

Pameran ini menampilkan ratusan seni rupa visual maupun sajak karya seniman muda Indonesia yaitu Suvi. Ia seorang Seniman asli Madura dengan beragam kompleksitasnya. Ia sangat tertarik dengan dunia seni rupa, latar belakangnya sebagai sarjana sastra semakin mengkombinasikan karya visual sajaknya.

Kala memasuki pintu utama, mata akan  merefleksikan berbagai peristiwa dengan puisi serta visual. Pengunjung dihadapkan langsung dengan instalasi sebagai objek metafora sejarah kelam konflik Dayak Madura pada tahun 1990 M.

Pameran ini tidak mengenakan biaya untuk para pengunjung yang datang. Pengunjung bisa datang langsung ke Museum Macan tanpa harus registrasi. Pameran dibuka setiap Senin–Sabtu pukul 10:00 – 18:00 WIB.

Pameran ini menampilkan empat pilar utama. Pertama, Karya berjudul “Melakoni, Mengubah Puisi” karya ini menggambarkan rekam jejak peristiwa yang diimplementasikan dengan puisi. Kedua, “Ruang Personal Batas Cakrawala” Suvi membuat karya ini semakin memperkuat terma lukisan utopia dari tragedi Sambas dan Sampit sebagai perjalanan hidupnya.

Pilar ketiga yaitu “Lukisan sebagai Ruang Ingatan yang Menumbuh”. Karya ini seperti gambar yang bergerak dengan perpaduan warna akrilik yang selaras. Hal ini menyebabkan penggunaan metafora sederhana semakin hidup di setiap karyanya. 

Selain itu ada satu karya yang sangat disukai oleh pengunjung karena memiliki unsur modern dan estetika yaitu “Spion Kaca”. Karya ini dibuat dengan menampilkan objek kanvas tiga lapis dalam frame instalasi, sebagai simbol fase hidup dilampaui oleh penyintas konflik.

Alia Swastika selaku kurator mengatakan pameran tunggal Suvi sangat identik dengan aliran romantisme, berbeda dengan seniman artistik lainnya. Karya Suvi merepresentasikan peristiwa kelam masa lampau, selain itu karya sajaknya berhasil menumbuhkan rasa cinta bagi para pengunjung. “Karyanya selalu identik dengan narasi puitis perjalanan panjang kehidupan,” ungkapnya, Senin (6/3).

Ibrahim Sutomo seorang seniman lukisan mengatakan bahwa karya Suvi memiliki pendekatan puitik baik penerapan dalam puisi maupun visual. Selain itu Suvi berangkat dari dua hal dalam merepresentasikan sebuah karya mulai dari lukisan dan juga puisi.

Ibrahim juga mengatakan bahwa  mengulas  keseluruhan pameran Suvi memadukan tema sejarah dan kenangan masa kecilnya. Ia memposisikan dirinya sebagai generasi kedua adat Madura sehingga karyawannya sangat kental dengan puitik. “Banyak cara untuk menikmati ekshibisi ini, di antaranya dengan frame besi dan instalasi menjadi keunikan serta seniman artistik lainnya,” katanya, Senin (6/3).

Lanjutnya Ibrahim mengajak generasi muda agar turut hadir ke pameran seni rupa dengan menikmati karyanya. Menurutnya seorang seniman profesional mampu mendorong seseorang berimajinasi secara luas terhadap karyanya. Setiap orang berhak menikmati dan menafsirkan seni yang mereka lihat. “Sebuah keberhasilan bagi seorang seniman kalau karyanya dapat diartikan berbeda-beda di setiap orang,” ujarnya.

Nita salah satu pengunjung menerangkan bahwa ia sangat suka dengan karya Suvi yang ber eksperimental pada setiap karya lain yang ia pamerkan di Can’s Galeri. “Karya Suvi  terlihat kuetik dengan beragam ornamen  lukisannya selalu diselipkan dengan sastra,” ujarnya Senin (06/03).

Nita mengatakan bahwa Setiap Seniman memiliki identitas masing masing begitupun dengan Suvi. Ia sangat kental dengan puitis dan romantisme, sebagai pembangkit pengunjung untuk tenggelam dalam rasa. “Ini kali pertama saya melihat karya Suvi, baru melihatnya saja saya sudah jatuh cinta dengan karyanya, setiap karyanya selalu mengandung pesan cinta,” pungkasnya.

Reporter: BAP

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin 

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Kendaraan Listrik: Solusi atau Persoalan Previous post Kendaraan Listrik: Solusi atau Persoalan
KIP-K Terlambat Cair Mahasiswa Resah Next post KIP-K Terlambat Cair Mahasiswa Resah