Tak Ada Relokasi, Kegiatan UKM Terisolasi

Read Time:3 Minute, 17 Second

Pihak Kampus melakukan renovasi Gedung Student Center (SC) di akhir tahun 2023. Adanya renovasi tersebut menyebabkan UKM tidak bisa menggunakan sekretariatnya serta tak ada relokasi dari pihak kampus. 


Bagian umum serta Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta  melakukan kerja sama untuk merenovasi Gedung Student Center (SC). Renovasi dilakukan dari hari Selasa (7/11) hingga Jumat (15/12). Setiap  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mendapat giliran dua hari untuk renovasi setiap sekretariatnya.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Arkadia Anggita Permata Sari menuturkan, adanya renovasi SC khususnya Sekretariat UKM merupakan kabar gembira bagi setiap UKM . Ia menjelaskan, renovasi Sekretariat Arkadia memakan waktu hingga satu minggu padahal jika berpacu pada instruksi awal hanya dua hari.

Anggita lanjut mengatakan, pihak kampus sampai saat ini tidak menyediakan tempat sementara untuk kegiatan UKM. Hal tersebut menyebabkan setiap UKM melakukan kegiatan tidak di sekretariat tetapi memanfaatkan fasilitas kampus yang ada. Selain itu, Arkadia mempunyai banyak kegiatan pada akhir tahun sehingga membutuhkan fasilitas yang memadai. “Tempat untuk keberlangsungan kegiatan harus dilaksanakan secara kondusif,” tuturnya, Rabu (6/12).

Sama halnya dengan Anggita, Ketua Umum UKM Foreign Languges Association (FLAT) Oki Mujahid Purnomo mengatakan, adanya renovasi sekretariat memang baik, akan tetapi juga menghambat kegiatan FLAT. Salah satunya dalam kegiatan penerimaan anggota baru. Menurutnya, UKM FLAT tidak bisa menggunakan sekretariat dengan maksimal karena waktu renovasi yang lumayan lama. “Terkait perenovasian seandainya tidak selesai sesuai jadwal akan didiskusikan bersama Ketua Forum UKM dan diajukan ke kemahasiswaan,” kabarnya, Rabu (6/12).

Ketua Forum UKM Ansorullah menjelaskan, renovasi adalah ide lama dari setiap pengurus UKM tiga tahun lalu.  Instruksi kemahasiswaan terkait renovasi di antaranya berupa pengecatan, perbaikan lantai, pintu, jendela, dan instalasi listrik di SC khususnya ruang sekretariat. “Renovasi ini sangat penting untuk kemajuan dan kenyamanan teman-teman UKM,” jelasnya, Rabu (6/12).

Ansorullah mengeluhkan, renovasi setiap UKM memakan waktu cukup lama serta tidak sesuai dengan musyawarah UKM dengan Kemahasiswaan dan Bagian Umum yaitu dua hari renovasi setiap UKM. “Saat ini, pengerjaan renovasi telah menyelesaikan pengecatan, perbaikan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya, Rabu (6/12).

Lanjut Ansorullah mengatakan, selama tahap renovasi teman-teman UKM melaksanakan kegiatan di dalam atau luar ruangan kampus yang tersedia dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Seharusnya pihak kampus menyediakan tempat yang memadai, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. 

Ansorullah mengatakan adanya relokasi itu penting karena kegiatan UKM membutuhkan tempat yang kondusif. “Jika renovasi tidak selesai sesuai dengan tanggal yang ditetapkan, maka kita akan menuntut kejelasan dari pihak kampus,” katanya, Rabu (6/12).

Mandor Bangunan Erik Febrian menegaskan, hambatan utama dalam renovasi ini adalah masih adanya kegiatan UKM di dalam sekretariat. Hal tersebut menyebabkan tukang belum merenovasi sekretariatnya sehingga masih ada ruangan yang belum tersentuh serta renovasi tidak sesuai instruksi awal yaitu dua hari per sekretariat. 

Erik menambahkan, tindak lanjut terkait renovasi tidak selesai dari jadwal yang ditetapkan sebagai mandor akan menunggu instruksi dari pihak kemahasiswaan. “Instruksi lanjutan seperti mencabut Air Conditioning (AC)—pendingin ruangan—belum jelas kepastiannya,” tegasnya, Rabu (6/12).

Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon menerangkan, instruksi perbaikan kepada mandor pekerja terdapat beberapa poin. Hal tersebut berupa pengecatan, perbaikan kebocoran, perbaikan lantai yang rusak, perbaikan instalasi listrik, saluran pembuangan air AC, perbaikan pintu dan jendela yg rusak. Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tidak bisa mengajukan pembetulan di luar arahan dari pihak kampus. “Renovasi berdasarkan anggaran yang sudah ditetapkan,” katanya, Senin (4/12).

Lanjut Furqon mengujarkan, selama renovasi berlangsung kegiatan UKM ditiadakan sementara waktu, tetapi semisalnya kegiatan tidak bisa ditunda silakan lakukan di ruangan kampus yang telah tersedia. “Kebebasan diberikan kepada UKM untuk menggunakan ruangan kampus dan yang penting sesuai prosedur,” ujarnya, Jumat (8/12).

Menanggapi terkait pencabutan AC, Furqon menyanggah, pihak kampus tidak akan mencabut AC namun akan mengatur penggunaannya. Tujuannya supaya tidak adanya pemborosan dalam penggunaan listrik. Selain itu, pihak kemahasiswaan akan mengatur waktu pemakaian listrik di seluruh bagian SC. “Nantinya akan dibuat listrik central yang bisa dimatikan dengan satu tombol,” pungkasnya, Jumat (8/12).

Reporter: FH

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %
Previous post Kemenag Tunjuk FK UIN Jakarta Jadi Pengampu
Next post Raih Prestasi Tingkat PTKI