Eksistensi Keantikan Kedai Kopi

Read Time:3 Minute, 29 Second

Togu Coffee menjadi tempat nongkrong bernuansa antik. Pasalnya, kedai tersebut menyajikan beberapa barang antik yang bisa menjadi daya tarik pengunjung


Togu Coffee Roastery merupakan kedai kopi yang memiliki ciri khas barang antik, berada di Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kedai ini memiliki kopi yang diproses melalui roasting—proses pemanggangan biji kopi untuk mengeluarkan aroma khas. 

Kedai kopi dapat dijangkau dengan Kereta Rel Listrik (KRL), jika berangkat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bisa menggunakan KRL Stasiun Pondok Ranji. Kemudian turun di Stasiun Cisauk, dan melanjutkan perjalanan menggunakan Ojek Online (Ojol) dengan perkiraan waktu 12 hingga 15 menit. 

Saat pengunjung masuk ke dalam kedai, mereka akan disuguhkan oleh suasana seperti rumah jaman dahulu dan berbagai barang antik. Di antaranya dakon—permainan anak perempuan masa lampau, guci antik, lukisan, sepeda antik, lampu antik, dan perabot antik. 

Menu yang dijual mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp38.000. Di antaranya togu enak—kopi susu gula aren, dan togu mantap—kopi susu kental manis untuk menu kopi. Untuk menu favorit non kopi mereka memiliki sunshine, summer rose, dan pearl love. 

Dilansir akun Instagram togucoffeereoastery pada Senin (2/1), Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep melakukan pertemuan dengan organisasi relawan di Tangerang. Selain Kaesang, kedai sempat kedatangan Coach Justi—seorang pengamat sepak bola dan mantan pelatih futsal, Darius Sinathrya—Aktor, pembawa acara televisi, Model, dan Donna istri Darius Sinathrya. 

Manajer Togu Coffee Roastery Dimas Pratama menjelaskan, ide memadukan antara kopi dengan konsep barang antik bermula dari pemilik kedai kopi—Togu—yang menyukai barang antik dan suka meminum kopi. Sehingga ia menaruh barang antik miliknya di dalam kedai tersebut. “Togu mengumpulkan barang-barang antik ini  sejak 20 tahun yang lalu dari berbagai daerah yang pernah dikunjungi,” terangnya, Minggu (7/1).

Dimas menuturkan, Togu Coffee Roastery resmi dibuka pada awal tahun 2020 oleh Togu. Ia memilih Pagedangan menjadi tempat kedai karena berkemungkinan menjadi pusat Food and Beverage—usaha yang fokus di bidang makanan dan minuman di daerah BSD. “Proses pembukaan sejak tahun 2018, baru pada awal tahun 2020 diresmikan. Jika dihitung dari sekarang kurang lebih tiga tahun kedai kopi ini berdiri,” tuturnya.

Waktu operasional Togu Coffee Roastery, ucap Dimas, mulai dari hari Selasa hingga hari Minggu. Selasa hingga Kamis mulai pukul 12.00–21.00 WIB, sedangkan hari Jumat hingga minggu pukul 08.00–21.00 WIB. “Tutup hari Senin karena perlu membersihkan tempat hingga pemeliharaan bangku atau meja,” ucapnya. 

Pegawai Togu Coffee Roastery Mia Azahra mengatakan, pengunjung kedai biasanya dari berbagai kalangan,  namun mayoritas orang dewasa di atas umur 30 tahun. Menurut Mia, pengunjung yang datang ke kedai biasanya menghabiskan waktu untuk diri sendiri, atau mengerjakan tugas. “Biasanya pengunjung paling ramai datang saat waktu makan siang, bahkan sebelum kedai kopi dibuka pelanggan sudah ada yang datang.” katanya, Minggu (7/1).

Lanjut, Mia menyebutkan, menjelang siang waktunya jam istirahat kerja rata-rata pengunjung yang datang itu orang-orang kantor berumur tiga puluh tahun ke atas. Sedangkan jika sore hari tiba, kedai dipenuhi anak-anak muda yang berkumpul menikmati waktunya bersama teman-teman. “Jadi kami sudah hafal sendiri mayoritas pengunjung kedai kopi. Menu favorit pengujung biasanya nasi goreng teri medan,” sebutnya.

Pengunjung Togu Coffee Roastery Herisyahrudin mengungkapkan, ia mendapatkan informasi kedai ini melalui media sosial. Menurutnya, kedai kopi ini cocok untuk pengunjung yang ingin menikmati waktu sendiri, atau menikmati waktu bersama pasangan. “Di Togu Coffee Roastery saya lebih cocok di ruang terbuka, karena saya merokok,” ungkapnya, Minggu (7/1).

Heri mengaku baru pertama kali mendatangi Togu Coffee Roastery. Ia terkesan saat melihat kedai kopi yang bernuansa antik. “Saya jarang melihat kedai kopi yang seperti ini,” ujarnya. 

Sejalan dengan Heri, pengunjung lainnya, Syifa Fauziah mendapatkan informasi Togu Coffee Roastery melalui media sosial, sehingga ia tertarik untuk untuk berbincang bersama keluarga di kedai tersebut. Menurut Syifa, tempat favoritnya di Togu Coffee Roastery yaitu tepat depan kasir. “Di sini rasanya adem, ditambah keadaannya seperti kita sedang ada di Yogyakarta,” paparnya, Minggu (7/1).

Lanjut, Syifa mendatangi kedai kopi ini bersama keluarganya, sebab ia merasa tempat tersebut memberikan kenyamanan seperti di rumah. Selain itu, kedai kopi ini menyuguhkan suasana yang adem. “Area depan kasir terasa seperti sedang di Yogyakarta,” pungkasnya. 

Reporter: HUC

Editor: Shintia Rahayu Safitri

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Senantiasa Menunggu, Nasib Tukang Gali Tak Menentu
Next post Penting Aturan Penggunaan Gadget Bagi Anak