Salah Kaprah Penggunaan Lapangan SC

Salah Kaprah Penggunaan Lapangan SC

Read Time:2 Minute, 26 Second
Salah Kaprah Penggunaan Lapangan SC

Imbas miskomunikasi yang terjadi, beberapa UKM tertahan sehingga tidak bisa masuk ke ruang sekretariat. 


Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta  terlaksana di Hall Student Center (SC) pada Kamis (28/8). Agenda tersebut sempat menimbulkan pertentangan lantaran adanya larangan untuk memasuki area sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Adi—bukan nama sebenarnya, salah satu anggota UKM Marching Band menyayangkan panitia PBAK FSH yang secara tiba-tiba meminta dirinya keluar dari sekretariat tanpa adanya pemberitahuan resmi. “Kita semua kaget, karena enggak ada surat pemberitahuan resmi. Tiba-tiba disuruh keluar dari sekret, padahal kita UKM resmi dan sekret itu rumah kami,” ujar Adi via telepon WhatsApp, Kamis (28/8).

Kata Adi, panitia PBAK FSH  sempat memberi batas waktu untuk segera mengosongkan ruang sekretariat. tidak segera meninggalkan sekretariat. Lantaran hal itu, terjadi perdebatan antara dirinya dengan panitia PBAK FSH. “Salah satu panitia sempat berkata, ‘kalau enggak keluar sampe jam 9.15, nanti abang-abang panitia bakal datang ke sini’,” imbuhnya.

Adi dan teman-temannya juga merasa kesal atas kejadian tersebut. Setelah lelah berkegiatan dan ingin beristirahat di sekretariat, mereka dipaksa keluar. “Jujur kita kesal, apalagi habis tampil, capek, terus tiba-tiba disuruh keluar tanpa alasan jelas,” ungkapnya.

Selaras dengan Adi, Faruq Amin, anggota muda UKM Bahasa Foreign Languages Association (FLAT), mengaku terkejut ketika dirinya ditahan saat ingin masuk ke sekretariat. Ia menjelaskan kepada panitia bahwa tujuannya datang ke sekretariat hanya untuk piket mingguan. “Pas gue datang ke SC, gue langsung ditanya, ‘Bang, mau ngapain, ya?’ Terus dibilang gak bisa masuk karena hari ini ada sterilisasi untuk PBAK FSH,” ujar Faruq, Kamis (28/8).

Ia menduga hal itu karena adanya miskomunikasi antar panitia dengan anggota UKM. Menurutnya, jika sebelum acara panitia sudah berkomunikasi dengan anggota UKM, maka kejadian pengusiran itu tidak terjadi. “Lucu sih, mereka bilang acaranya resmi terus merasa berhak sterilkan semua area Student Center, termasuk lantai tiga yang jelas-jelas itu sekret UKM yang jelas resmi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ita—bukan nama sebenarnya—yang juga berasal dari UKM Bahasa FLAT, menceritakan awal kejadian ketika dirinya ingin mengambil kamera di sekretariat. Namun, ia dihadang oleh tiga panitia yang berjaga di depan SC.

Ia menjelaskan alasannya ingin masuk ke sekretariat untuk mengambil kamera. Namun, salah seorang panitia menyebut bahwa area SC, termasuk sekretariat sudah disewa. “Aku udah bilang mau ambil kamera di sekret buat take konten tapi kata panitia cewek itu SC sudah disewa, termasuk sekret nya juga. Padahal setahu gue sekret enggak termasuk,” ucap Ita via WhatsApp, Kamis (28/8).

Menanggapi persoalan itu, Ketua Pelaksana PBAK FSH, Ramadhanu Tria Nugraha menyayangkan kejadian yang telah terjadi. Katanya, hal itu terjadi karena miskomunikasi dengan panitia lapangan yang bertugas menjaga Student Center (SC). “Sebelumnya saya meminta maaf atas miskomunikasi saya dengan panitia lapangan. Saya sudah berkoordinasi dengan panitia lapangan untuk diperbolehkan masuk untuk UKM,” ucap Dhanu via WhatsApp, Kamis (28/8).

Reporter: Muhammad Firda Hasan
Editor: Rizka Id’ha Nuraini

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %
Temu Maba Sebelum PBAK Previous post Temu Maba Sebelum PBAK
DEMA UIN Jakarta: Mati Nurani Mandul Demokrasi Next post DEMA UIN Jakarta: Mati Nurani Mandul Demokrasi