
Kondisi PU Lama yang mengalami kebocoran di beberapa titik mengundang keluhan dari mahasiswa. Keluhan lain juga muncul terkait penggunaan kursi susun tanpa meja pada salah satu kelas.
Pada 11 September, beredar video di akun TikTok @_adeeputri4 perihal kebocoran loteng yang terjadi di lobi Perpustakaan Utama (PU) Lama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kebocoran menimbulkan genangan akibat air yang terus menetes. PU Lama dipergunakan sebagai ruang kelas dan ruang dosen untuk Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom).
“Aduh, ini gimana sih atap PU Lama bocor, UKT elite fasilitas sulit. Daripada menanam pohon banyak-banyak, lebih baik perbaiki dulu atapnya tuh,” keluh salah satu mahasiswa dalam video tersebut, (11/9)
Mawar—bukan nama sebenarnya—mahasiswa Fdikom mengeluhkan kebocoran yang menyebabkan lantai sekitar lobi licin dan kotor. Katanya, kebocoran sudah terjadi sejak lama. “Seinget gue pada saat semester dua sudah mulai bocor tetapi masih tidak terlalu parah,” ujar Mawar, Kamis (17/9).
Kebocoran tidak hanya terjadi di lobi PU Lama, berdasarkan pengamatan Institut, kebocoran juga terjadi di beberapa kamar mandi dan kelas. Terlihat beberapa lubang dan retakan di atap sejumlah kelas yang menyebabkan kebocoran pada saat hujan deras.
Keluhan lain terkait kelayakan ruang kelas di PU Lama juga beredar pada 27 September dalam video Tiktok @abdildisini2 . Video itu memperlihatkan keluhan mahasiswa terkait penggunaan kursi susun–kursi yang biasa digunakan saat hajatan di sebuah gedung–di salah satu ruang kelas di gedung PU Lama. Terlihat dalam video mahasiswa kesulitan mencatat materi perkuliahan, karena kursi susun tidak memiliki meja untuk menulis.
Institut telah menghubungi Rubiyanah, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Fdikom pada Senin (15/9). Rubiyanah mengatakan telah memanggil teknisi dari universitas untuk melakukan perbaikan. Saat Institut memberikan pertanyaan lebih lanjut, ia enggan memberikan jawaban. Berdasarkan pengamatan Institut pada Senin (22/9), sebagian loteng yang bocor telah diperbaiki.
Reporter: Rifki Kurniawan
Editor: Muhammad Arifin Ilham
