Lift FST Bermasalah, Hambat Aktivitas Mahasiswa 

Lift FST Bermasalah, Hambat Aktivitas Mahasiswa 

Read Time:3 Minute, 41 Second
Lift FST Bermasalah, Hambat Aktivitas Mahasiswa 

Lift di gedung FST dan Pascasarjana FEB kerap bermasalah. Situasi ini membuat mahasiswa gusar, transportasi utama yang seharusnya aman justru berubah menjadi ancaman. 


Pada suatu pagi yang cerah di awal Agustus, dua orang mahasiswa datang ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, tepatnya ke gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang tergabung di dalamnya ruang Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keduanya bergegas menuju lift yang berada pada gedung bagian Pascasarjana FEB untuk naik ke lantai tempat tempat ruang kelas mereka berada. Belum saja sampai ke lantai berikutnya, lift mendadak jatuh ke lantai dasar dan mereka lekas terentak. 

Sesaat setelahnya, lift pun mati. Mereka panik sebelum akhirnya lift hidup kembali sehingga keduanya bisa keluar setelah lima menit berada di dalam lift. “Saat itu bener-bener kaget, sih. Karena pas jatuh itu kerasa banget, suaranya juga kencang, dan kita juga ikut kaget. Apalagi liftnya sempat mati juga, di situ kita udah panik,” ujar Udin—bukan nama sebenarnya—salah satu mahasiswa FST yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, Selasa (16/9).

Setelah ditelusuri, terdapat pula dosen yang pernah terjebak lantaran lift tiba-tiba mati pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, Institut juga mendapat beberapa laporan bahwa terdapat mahasiswa yang hampir terjepit ketika hendak menutup lift. Sehingga, mahasiswa harus menahannya dengan menekan tombol “buka” selama beberapa detik sampai mahasiswa itu keluar. Terdapat juga lift yang tombolnya susah ditekan sehingga mahasiswa harus menekannya berkali-kali agar tombolnya merespons.

Udin menyarankan agar lift harus segera diperbaiki karena menjadi alat transportasi bagi mahasiswa hingga dosen. Selain lift, beberapa fasilitas di FST juga perlu diperbaiki. “Terkait Closed Circuit Television (CCTV) pun perlu diperbanyak. Penjaganya perlu diperhatikan kinerjanya. Memang fasilitas-fasilitas yang ada di FST perlu diperhatikan dan diperbaiki,” tambahnya.

Ambran Hartono, Wakil Dekan (Wadek) FST Bidang Administrasi Umum menjelaskan, untuk laporan terkait matinya lift atau kendala lainnya, tim teknisi biasanya siaga untuk langsung mengatasi permasalahan tersebut. “Seperti kemarin, terdapat dosen yang juga tiba-tiba terjebak, kebanyakan disebabkan oleh listriknya yang mati. Kalau yang kondisinya mendadak seperti itu, memang biasanya tim teknisi yang akan turun ke lapangan,” ujar Ambran saat diwawancarai, Rabu (17/9).  

Saat Institut mendatangi Ambran, ia pun sempat menghubungi Damar Jalu Riantoro—akrab disapa Jalu, Staf Bagian Tata Usaha FST melalui telepon untuk mengonfirmasi terkait lift di gedung FST dan Pascasarjana FEB. Jalu pun menjelaskan, biasanya rektorat menginstruksikan teknisi untuk rutin mengecek kelayakan lift dalam jangka waktu satu atau dua tahun sekali. “Kecuali ketika kita mendapat laporan, misalkan ada kekurangan, mati, atau kendala lainnya itu kita langsung tangani. Jadi, intinya untuk pengecekan rutin tetap terpusat di bagian rektorat,” jelas Jalu saat dihubungi Ambran melalui telepon, Rabu (17/9). 

Abdul Halim Mahmudi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) dan Rumah Tangga (RT) UIN Jakarta menuturkan, semua gedung yang terletak di Kampus 1 UIN Jakarta didirikan pada tahun 2002 dan usia gedung beserta perangkatnya telah mencapai 24 tahun. Maka dari itu, rektor sudah melakukan modernisasi pada beberapa perangkat, salah satunya modernisasi lift. Pembaruan tersebut sudah diterapkan pada beberapa fakultas, seperti Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Namun, lift di FST belum dilakukan modernisasi. 

“FST ada satu lift yang diganti perangkatnya namun memang secara keseluruhan belum ada modernisasi. Walaupun begitu, pemeliharaan tetap berjalan, sehingga kalau memang ada kendala-kendala, kita terbuka sekali untuk bisa dilaporkan kepada tim teknisi,” ujar Halim ketika diwawancarai, Jumat (19/9).

Ketika Institut mendatangi Halim, Tim Teknisi UIN Jakarta beserta dua orang dari Tim Louser Lift UIN Jakarta turut hadir. Tim Louser menjelaskan, sebelumnya lift pada gedung FST dan FEB Pascasarjana terdapat beberapa kendala, namun untuk sekarang sudah dilakukan beberapa perbaikan. “Kalau minggu-minggu yang lalu memang betul terdapat kendala. Karena terdapat encoder yang rusak. Namun, untuk saat ini sudah diperbaiki,” ujar Tim Louser, Jumat (19/9).

Kemudian, Asep Shodiqin, Koordinator Tim Teknisi UIN Jakarta pun mengatakan, jika memang perlu adanya perbaikan fasilitas, tim teknisi akan lebih intens untuk memastikan semuanya berjalan. “Terlepas dari itu semua, akan saya pastikan kembali, dalam kegiatan mingguan akan selalu ada monitoring. Karena ini juga memang berkaitan dengan kenyamanan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), selanjutnya kami juga akan memberikan layanan yang profesional,” ucap Asep, Jumat (19/9).

Pada hari Rabu (24/9), salah satu lift di gedung bagian Pascasarjana FEB, tepatnya lift bagian kiri tidak bisa digunakan kembali. Kondisi lift masih berada di lantai tiga. Saat tombolnya ditekan, tidak ada respon dari lift tersebut. 

Reporter: Naufal Fauzan
Editor: Rizka Id’ha Nuraini

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %
Di balik Reshuffle Kabinet Pasca Demonstrasi Previous post Di balik Reshuffle Kabinet Pasca Demonstrasi
Makrab Ilegal Bikin Maba Gundah    Next post Makrab Ilegal Bikin Maba Gundah