SEBENTAR, Ajak Warga Kurangi Risiko Bencana

Read Time:2 Minute, 3 Second
Demi menarik minat masyarakat dalam mengurangi risiko bencana, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Battuta (Ranita) mengadakan Sekolah Bencana Terpadu (SEBENTAR) sekaligus pesta rakyat di Desa Buni Bakti, Babelan, Bekasi. Acara ini berlangsung dari 24 hingga 26 Oktober 2014 kemarin.

Tujuan diadakan acara tersebut untuk memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana yang jatuh pada setiap bulan Oktober. Selain itu juga sebagai pembelajaran dalam mengantisipasi bencana banjir yang sering melanda daerah tersebut, ujar ketua KMPLHK Ranita, Nur Hidayat.

Ia menambahkan, akhir Januari kemarin, ketika banjir besar melanda Desa Buni Bakti beberapa warga terserang penyakit mulai dari diare hingga gatal-gatal. “Warga tidak tahu harus bagaimana jika terjadi bencana, mereka hanya mengandalkan bantuan dari relawan. Padahal mereka juga bisa antisipasi ketika bencana datang,” ujar pria yang akrab disapa Bledig itu, Jumat (24/10).

Kegiatan hari pertama dan kedua pada acara SEBENTAR, dimulai dengan Diskusi Panel bertemakan Peran Lintas Sektor dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana. Pembicara yang hadir di antaranya, Bahrul Alam (Perwakilan Pertamina EP), Andi Suhandi (Dinas Kesehatan Bekasi), dan Hidayatulloh (Kades Buni Bakti).

Saat sesi diskusi, Ketua RT 16, Marullah Yakul memberikan keluhannya, salah satu penyebab terjadinya banjir di Desa Buni Bakti, dikarenakan tidak adanya ruang yang cukup bagi aliran air. Diantaranya tidak adanya tanggul pengatur debit air dan sempitnya sungai yang membuat datangnya air dimusim penghujan menjadi tak terkendali.

Senada dengan Yakul, perwakilan pemuda Desa Buni Bakti Lukman Hakim, menyayangkan sikap pemerintah dalam menanggulangi bencana. Khususnya banjir yang sering melanda di daerah tempat tinggalnya. “Seharusnya pemerintah mempunyai program yang jelas dalam menanggulangi bencana, agar banjir tak menjadi langganan di daerah sini,” jelasnya, Sabtu (25/10).

Pada hari ketiga, terdapat pasar murah yang menjual berbagai macam dagangan. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, hingga makanan tradisional, dan malam harinya, dilanjutkan dengan pesta rakyat yang dimeriahkan oleh Sujiwotejo, Imas Tamborin, dan Kong Guntur. Tak hanya itu, UKM Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan (RIAK) dan Justino N’ Friends turut serta memeriahkan acara tersebut.

Sujiwotejo menyampaikan, jangan pernah menganggap banjir yang sering melanda daerah tersebut sebagai bencana, melainkan sabda alam. “Karena bencana itu ada bukan hanya dari faktor alam, tapi juga karena ulah manusia,” tegasnya, Minggu (26/10).

Ia menambahkan, pesta rakyat yang diselenggarakn oleh KMPLHK Ranita sangat sederhana dan berkesan norak. Namun, karena kenorakannya itulah yang membuat inti dari acara itu sampai ke hati warga di sana. “Saya harap, dengan adanya acara ini, warga lebih welcome lagi dengan mahasiswa-mahasiswa yang berniat membantu,” tutupnya.


AS & YA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Terapkan PHBS Sejak Dini
Next post Kabar Penggusuran Tanah UIN Simpangsiur