Ubah Paradigma Berpetualang

Read Time:1 Minute, 57 Second


Kebanyakan orang menganggap bahwa berpetualang hanyalah kegiatan bersenang-senang untuk kepuasan dirinya sendiri. Padahal, berpetualang tak hanya bicara tentang bersenang-senang di alam bebas, melainkan bisa juga bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat di sekelilingnya.

Hal tersebut diungkapkan Eji Anugrah Ramadhan selaku sukarelawan dari Greenpeace, organisasi yang bergerak di bidang lingkungan dan kemanusiaan pada acara Satu Jam Bersama Kami Para Petualang. Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Battuta (Ranita) di Hall Student Center (SC), Kamis (18/12).

Ia mengatakan, banyak orang yang berpetualang di alam bebas, tetapi malah merusak lingkungan yang ada. Seperti, merusak tumbuhan yang dilindungi, membunuh hewan, dan membuang sampah sembarangan saat mendaki gunung. “Hendaknya saat mendaki, kita tak boleh mengambil sesuatu kecuali foto, meninggalkan sesuatu kecuali jejak, dan membunuh sesuatu kecuali waktu,” jelasnya, Kamis (18/12).

Lain Eji lain pula Imung Hikmah. Menurut Imung, berpetualang merupakan obat mujarab atas rasa ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan sekitar seperti menyadarkan akan adanya keberagaman budaya di lingkungan kehidupan. Hal ini dikarenakan, berpetualang akan mengenalkan manusia pada alam yang kaya kebudayaan, sehingga ia dapat membuka cakrawala dengan menghilangkan pikiran sempit. “Selain itu dengan berpetualang, kita jadi bisa menghargai perbedaan budaya,” ujarnya, Kamis (18/12).

Berpetaulang, tambah Imung, juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan, serta membantu mengaktualisasikan rasa dalam mensyukuri ciptaan-Nya. Selain itu, berpetualang juga dapat memberikan perspektif baru tentang suatu hal.

“Jangan pernah takut untuk berpetualang. Kita harus berani bermimpi menjelajah negeri yang jauh. Dan dengan berpetualang, kita bisa melatih potensi dan kemampuan diri terhadap alam, lingkungan dan sosial,” lanjut wanita yang merupakan Co-Founder KMPLHK Ranita.

Senada dengan Imung, Ika Zahara Qur’ani juga mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan, jangan berhenti bermimpi untuk bisa berpetualang mengelilingi dunia meski tak memiliki uang  banyak. Menurutnya, wawasan, ilmu, dan kemahiran yang dimiliki pun dapat menjadi modal untuk berpetualang ke negeri yang jauh di sana.

“Saya pernah berpetualang ke Nepal dan Amerika berkat beasiswa yang saya dapatkan sewaktu duduk di semester tujuh. Keilmuan dan kemahiran kita dalam hal apapun bisa jadi modal kita berpetualang ke luar negeri,” ungkapnya, Kamis (18/12).

Dengan terselenggaranya acara ini, ketua pelaksana, Jajang Nurzaman berharap acara Satu Jam Bersama Kami Para Petualang diharapkan bisa mengubah paradigma khalayak tentang berpetualang yang sebenarnya. “Berpetualang bukan hanya untuk kepuasan sendiri, melainkan bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar,“ tutupnya, Kamis (18/12).
AS

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post KPU Tak Transparan
Next post Stop Diskriminasi ODHA