UIN Jakarta Hanya Raih Medali Perunggu

Read Time:2 Minute, 4 Second
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta harus puas membawa pulang medali perunggu dalam Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) ke-VII di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah. UIN Jakarta meraih enam emas, empat perak, dan empat perunggu dari 16 cabang yang diperlombakan. IAIN Serang berada di posisi pertama dan IAIN Palu sebagai tuan rumah meraih posisi kedua.

Staf Kasubag Bina Bakat Mahasiswa UIN Jakarta, R Trisno MR mengungkapkan, meski tak mampu meraih juara umum, UIN Jakarta termasuk menonjol selama PIONIR yang berlangsung pada 18-24 Mei lalu. “IAIN Serang yang jadi juara pertama hanya menang di cabang catur yang memperebutkan 12 medali. IAIN Palu hanya unggul satu emas dari kami. Padahal UIN Jakarta hampir mendapatkan medali di setiap cabang,” tutur nya, Jumat (29/5).

Sebagai acara bergengsi yang diikuti seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di Indonesia, UIN Jakarta tak pernah meraih juara umum. “PTK lain mengharapkan UIN Jakarta untuk kalah. Seluruh IAIN akan melakukan apapun untuk mengalahkan kami. Saat mereka mampu mengalahkan UIN Jakarta, mereka seperti telah mengalahkan seluruh UIN di Indonesia,” lanjut Trisno.

Kata Trisno, setiap kontingen yang bertanding dengan Kontingen UIN Jakarta akan berusaha untuk mengalahkan UIN Jakarta dengan jalan apapun. “Mereka tak ingin kami masuk final. Mereka tak ingin melawan UIN Jakarta di final,” ujarnya.

Meski UIN Jakarta jadi peraih medali terbanyak, tak sedikit peserta masih kecewa karena belum maksimalnya perolehan medali. Salah satu atlet catur dari UIN Jakarta, Wiguna Kurniawan mengeluhkan persiapan seleksi seperti alat catur masih kurang. Padahal, tambahnya, catur merupakan bidang yang paling banyak menyumbang medali.

Sementara itu, atlet catur lain, Soemantri juga kecewa karena tak adanya pelatih berkompeten di beberapa bidang olahraga. Hal tersebut, lanjut Soemantri, menjadi pekerjaan rumah pihak rektorat. “Pihak rektorat malah memberikan kebebasan kepada masing-masing divisi untuk mencari pelatih. Jadi, kami sulit untuk mendapatkan pelatih terbaik,” tukas Soemantri.

Dari semua cabang, UIN Jakarta tidak meraih medali di cabang voli. Pelatih voli, Nanda Irawan mengungkapkan, atlet voli sudah melakukan persiapan dengan baik. Namun, mereka belum sempat menyesuaikan diri dengan kondisi tempat bertanding dan mental mereka jatuh saat berhadapan dengan lawan. “Pemain harus sering melakukan pertandingan persahabatan dengan universitas atau tim lain agar tahu katakter lawan,” ujar Nanda, Kamis (28/5).


Nanda menambahkan, tak adanya seleksi berkas untuk para atlet juga menjadi jalan PTK lain melakukan kecurangan. “Kita tak tahu apakah atlet yang bertanding benar-benar berasal dari universitas tersebut atau bukan. Validasi yang kurang dari pihak panitia membuat tak sedikit PTK yang mengambil atlet daerah masing-masing” tutur Nanda.

NYA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Servis Lokal Kelas Internasional
Next post Tabir Cinta Adat Minang