Pesona Goa Jepang Dalam Bingkai Sejarah

Read Time:3 Minute, 13 Second



Untuk mengisi liburan panjang lebaran di kampung halaman, melakukan perjalanan ke perkebunan teh Agrowisata Kaligua Brebes Jawa Tengah dapat menjadi pilihan menarik mengabiskan waktu bersama keluarga. Hamparan perkebunan teh, wisata petualangan, dan wisata edukasi Gua Jepang dapat Anda nikmati di sana.
Jika libur panjang lebaran tiba, objek wisata perkebunan teh Agrowisata Kaligua Brebes mendadak ramai dikunjungi berbagai wisatawan. Wisatawan yang berkunjung bukan hanya datang dari daerah Brebes dan sekitarnya, namun tidak sedikit berasal dari luar daerah Jawa Tengah. Selain menyuguhkan pesona alam yang indah, biaya untuk untuk masuknya pun tergolong cukup ekonomis, wisatawan hanya dikenakan biaya Rp.8 ribu setiap orangnya.
Awal perjalanan bisa dimulai dari Kota Bumiayu, sebuah kota kecil yang terletak di daerah Brebes Selatan. Untuk sampai ke kota tersebut, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dari pusat Kota Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Purwokerto dan  dengan menggunkan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari Kota Bumiayu, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Paguyangan. Dibutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan melalui tractperbukitan tinggi yang cukup terjal, untuk sampai ke Agrowisata tersebut.
Walau jalan yang dilalui untuk sampai ke perkebunan teh Agrowisata Kaligua tidak mudah, namun di sepanjang perjalanan wisatawan akan disuguhi pemandangan indah hamparan sawah dan hutan pinus yang masih asri. Di tenggah perjalanan terdapat tempat peristirahatan, di situ juga terdapat objek wisata Telaga Ranjeng. Sebuah waduk yang dikramatkan masyarakat setempat, pengunjung juga dapat memberikan makan ribuan ikan penghuni waduk tersebut. Namun larangan keras bagi pengunjung untuk mengambilnya, karena menerut kepercayaan masyarakat sekitar siapa yang mengambil ikan dalam waduk akan mendapatkan bencana.
Sesampainya di gerbang masuk perkebunan teh Agrowisata Kaligua, pandangan Anda akan dimanjakan dengan hektaran lahan yang hijau tertutup oleh tanaman teh. Selang 1 km melewati hamparan lahan perkebunan teh, terdapat tugu poci dan cangkir bertuliskan “Teh Kaligua,” dengan tinggi kira-kira 5 meter. Inilah salah salah satu merek produk yang dihasikan dari perkebunan teh tersebut.
Bagi Anda yang menyukai dunia air, di objek wisata perkebunan teh Agrowisata Kaligua juga terdapat kolam renang yang cukup luas. Dengan air jernih dan sejuk langsung mengalir dari mata air curug. Selain itu, pengunjung juga dapat berenang sembari menikmati pesona mata air tersebut dan mengabadian moment dalam kamera.
Hal yang tak boleh Anda lewatkan saat berada di objek wisata perkebunan teh Agrowisata Kaligua adalah Goa Jepang. Sebuah goa buatan yang menerobos bukit-bukit ladang teh, panjang goa tersebut mencapai 850 meter. Goa ini dibangun pada masa pejajahan Jepang sekitar tahun 1942, tepatnya beberapa tahun setelah Jepang berhasil mengalahkan Kolonial Belanda di Indonesia. Untuk keperluan politik dan pertahanan, Jepang membangun sebuah goa tersebut di atas bukit.
Wasikin seorang pemandu wisata  menjelaskan, bahwa pada mulanya Goa Jepang digunakan pemerintahan kolonial Jepang sebagai basik pertahanan di daerah daratan tinggi Paguyangan dan sekitarnya. Di mana di dalam goa tersebut terdapat berabagai ruangan untuk keperluan yang berbeda-beda. Ruang tahanan untuk mengurung para pejuang kemerdekaan yang berhasil ditangkap, terdapat pula ruang pembantaian, ruang sidang dan kamar kelelawar untuk para penjaga. “Goa Jepang ini sangat mengerikan, karena penjajah Jepang dahulu membantai para pejuang kita di sini,” ujurnya, Minggu (09/07).
Menjelang sore hari Anda akan disuguhkan pesona merah jingga sang surya terbenam di atas ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut. Bagi Anda yang ingin menginap di objek wisata perkebunan teh Agrowisata Kaligua juga tersedia berbagai farian vila yang bisa Anda sewa. Harga yang ditawarkan pun relatif cukup ekonomis, mulai dari Rp.250 ribu hingga Rp.500 ribu setiap kamarnya. Bahkan untuk pelajar harga setiap kamar vila yang ditawarkan cukup terjangkau Rp.50 ribu.
Sedangakan menurut keterangan pengunjung asal Cilacap Syarifah Zahrotul Aulia, berkunjung ke objek wisata perkebunan teh Agrowisata Kaligua sangat menyenangkan terlebih bagi pecinta alam. Menikmati suasana kebun teh yang luas dengan suasana pengunungan nan asri menjadi pilihannya. “Buat para pecinta alam, kali gua cocok banget baut kalian,” ucap Zahro, Minggu (09/07). Sedangkan bagi Ahmad Ayafiq pengunjung asal Tegal, suasana sejuk menjadi daya tarik baginya.



MRIM

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Busana Muslim, antara Budaya dan Syariat
Next post Tumbuhkan Kepedulian Untuk Rohingya