Kondisi Warga Cibunian Pascabencana

Read Time:2 Minute, 8 Second



Banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Cibunian beberapa waktu lalu berdampak pada banyak sektor. Warga sekitar masih dalam kondisi trauma, khawatir bencana akan terjadi lagi. 



Banjir bandang dan longsor melanda desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Rabu (22/6) lalu. Beberapa kampung di Desa Cibunian pun turut terkena dampaknya. Kala Institut mengunjungi lokasi kejadian pada Jumat (7/7), terlihat beberapa rumah warga yang sudah retak bahkan hancur lebur terbawa arus. Kondisi di sekitar sungai begitu memprihatinkan, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan ikut hancur sebab bencana itu. 


Menurut kesaksian salah seorang warga Ocang, warga setempat mulai mengungsi saat terdengar suara gemuruh yang cukup kencang. Setelahnya, air sungai yang begitu deras datang dari atas hingga menyapu bersih pepohonan, batu, maupun tanah yang ada di sekitar sungai. Air sungai yang meluap pun sempat surut untuk beberapa waktu. Surutnya air membuat warga merasa aman sesaat, namun mereka tetap menunggu di bukit, sebab khawatir datang bencana susulan. 


Ocang menambahkan, mayoritas warga di Desa Cibunian hanya bekerja sebagai petani dan peternak ikan. Oleh sebab itu, kata dia, bencana ini sangat merugikan warga secara ekonomi. Ocang berharap ada tenaga kesehatan yang menyambangi wilayahnya, sebab warga setempat sangat membutuhkannya. “Sekarang ini sebagian warga sudah mulai ke sawah dan bekerja, tapi sebagian lain masih trauma ada longsor susulan,” katanya, Sabtu (9/7).


Ocang memiliki anak laki-laki yang masih berumur tiga tahun. Lelaki kecil itu menderita trauma berat pascabencana menerjang kampung halamannya. Ia seringkali merenung menatap rumahnya yang telah rata dengan tanah, bahkan selalu berharap rumahnya dapat kembali seperti sedia kala. “Sudah dua minggu berlalu, tetapi dia masih trauma dan sedih, diajak ngobrol itu agak susah,” ucap Ocang berusaha tegar, Jumat (8/7).


Berdasarkan pengamatan Institut, saat ini warga setempat tinggal untuk sementara waktu pada sebuah tenda buatan. Adapula yang terpaksa menggantungkan nasibnya mengontrak di rumah tetangganya yang belum rampung. 


Hafidz Nurdiansyah, Sekretaris Desa Cibunian memaparkan bahwa bencana alam yang terjadi saat itu menyebabkan kerugian materi hingga 3,7 miliar, bahkan hingga menelan korban jiwa. Banjir bandang pun meluluhlantakkan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan akses jalan. Selain itu, lanjut Hafiz, keadaan psikologis warga saat ini sangat rentan mengalami guncangan, khususnya anak-anak. “Ekonomi warga mati karena kehilangan modal dan fasilitas,” ujar Hafidz, Minggu (10/ 7). 


Banyak relawan berdatangan mengulurkan tangannya untuk membantu wilayah yang terdampak bencana tersebut. Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat Mumun mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para relawan. “Adanya bantuan membangun fasilitas umum seperti jembatan dan tanggul membuat kami merasa terbantu,” pungkasnya, Minggu (10/7).

Reporter: Nurul Sayyidah Hapidoh, Muhammad Naufal Waliyyuddin 

Editor: Haya Nadhira

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Hutan Kota Tingkatkan Kualitas Udara Jakarta
Next post Belum Tuntas Prahara Rektorat