Manuver Jadwal Bikin Kelimpungan

Manuver Jadwal Bikin Kelimpungan

Read Time:3 Minute, 51 Second
Manuver Jadwal Bikin Kelimpungan

Sesi kedua PBAK universitas yang harusnya terlaksana siang hari, dipercepat lantaran penyesuaian jadwal. Alih-alih hadir di jam yang sudah ditentukan, masing-masing fakultas di sesi kedua berinisiasi untuk datang lebih awal. dari waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. 


Selasa (22/8), Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi dimulai dengan pelaksanaan yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama saat pagi hari, diikuti oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Lapangan Triguna. Kemudian, sesi kedua saat siang hari, diikuti oleh Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) bersama Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) di Auditorium Harun Nasution. 

Menurut dokumen Pedoman PBAK, mahasiswa baru (maba) yang mengikuti sesi pertama melakukan presensi peserta pada pukul 05.00–06.00 WIB, sedangkan sesi kedua, pukul 12.30–13.00 WIB. Namun, berdasarkan informasi yang Institut dapat, maba FSH dan FDI justru diharuskan datang lebih awal, yakni pada pukul 08.00 WIB. 

Maba FSH, Dika–bukan nama sebenarnya–mengaku terkesiap ketika mengetahui bahwa harus berada di kampus pukul 08.00 WIB. Padahal, jadwal berkumpul fakultasnya adalah pukul 12.30 WIB. Dika yang sudah punya rencana untuk mencicil kebutuhannya di kost pada waktu luang sebelum pelaksanaan PBAK, terpaksa harus membeli kebutuhan itu di pagi buta. 

“Soalnya jam sepuluh malam saya sudah harus di kost, karena ada peraturan jam malamnya jadi gak leluasa begitu. Sebenarnya bisa disiapkan juga di malam itu, tapi karena terlalu larut malam takut kelamaan,” jelasnya, Selasa (26/8). 

Selaras dengan Dika, maba FDI, sebut saja Rudi, mengaku syok setelah mendapat informasi untuk datang ke kampus pada pukul 08:00 WIB. Padahal, seharusnya ia ke kampus di siang hari sesuai dengan jadwal fakultasnya. “Gue dapet infonya malam, jadi hitungannya dadakan tuh, karena semua rencana gue paginya buat cuci pakaian, terus buat beberes. Apalagi gue dari Papua, banyak barang yang harus gue kemas juga,” tuturnya. 

Ketua Panitia PBAK FDI, Muhammad Fajrul Falah menuturkan, ia juga mendapat informasi dadakan menyoal perubahan jadwal pada sesi kedua PBAK universitas. Berdasarkan informasi yang Fajrul dapatkan dari Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FDI, maba harus berada di Auditorium Harun Nasution sekitar pukul sepuluh pagi. 

Sedangkan pihak PBAK universitas, kata Rudi, mengabarkan informasi serupa melalui kanal Whatsapp ketua PBAK fakultas, lebih lambat daripada informasi yang diberikan oleh Wadek III FDI. Alih-alih harus hadir pukul 10:00 WIB, Fajrul bersama panitia PBAK FDI menginisiasi agar para maba datang lebih awal, yakni pada pukul 08:00 WIB. “Mengingat maba masih ada yang belum sarapan dan mobilisasinya juga,” ujar Fajrul, Selasa (26/8). 

Serupa dengan Fajrul, Ketua Panitia PBAK FSH, Ramadhanu Tria Nugraha menjelaskan, pengaturan agar maba berkumpul pada pukul 08:00 WIB merupakan inisiasi panitia PBAK FSH setelah mendapat informasi untuk berkumpul lebih awal dari panitia PBAK universitas. Untuk inisiasi itu, Ramadhanu sudah berkoordinasi dengan panitia PBAK universitas. “Dan kita sudah kasih tahu mereka (maba) supaya datang pagi untuk kita data ulang, misalnya kesehatan yang ditandai pita dan untuk mobilisasi juga di jam sepuluh supaya sudah harus di Auditorium Harun Nasution,” jelas Ramadhanu. 

Ketua Pelaksana PBAK universitas, Adinda Salsabilla menjelaskan bahwa perubahan jadwal sesi kedua menjadi pukul 10.00 WIB merupakan arahan langsung dari Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Ali Munhanif. Informasi tersebut

disampaikan ke panitia PBAK fakultas melalui para Wadek III fakultas masing-masing. Adinda sendiri mendapatkan informasi tersebut dari Warek III satu hari sebelum PBAK berlangsung, tepatnya pada jam sebelas siang. Lalu, informasi itu ia teruskan sekitar jam empat sore kepada Ketua PBAK FSH dan FDI. 

Adinda menerangkan, alasan jadwal sesi kedua bagi FSH dan FDI dimajukan karena pergeseran jadwal talkshow. Materi yang diisi oleh Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital di sesi pertama pada jam sembilan pagi, berubah menjadi jam sebelas siang sebagai bagian dari waktu sesi kedua. 

“Tapi dikarenakan jam sebelas terlalu panas di lapangan, akhirnya arahan dari Warek dan Wadek tiga, demi mengantisipasi terjadinya pingsan di antara maba, maka sesi dia (Meutya Hafid) dimajukan menjadi jam sepuluh,” terangnya. 

Warek III, Ali Munhanif menegaskan alasan memajukan agenda sesi kedua PBAK pada pukul 10.00 WIB untuk menyesuaikan pembicara dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang tidak bisa datang di sesi pertama. Berdasarkan keterangannya, Meutya Hafid hanya dapat datang pada jam sebelas siang yang seharusnya waktu istirahat. Ungkap Ali, sangat disayangkan bila kesempatan itu dilewatkan. 

“Semua harus datang jam tujuh, tapi kita tempatkan di titik tertentu, jam sebelas karena ada narasumber yang bagus (Komdigi), kita dorong ke Auditorium Harun Nasution,” pungkasnya. 

Reporter: Adam Alfarraby
Editor: Muhammad Arifin Ilham

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Seremonial yang Kurang Dimaknai Previous post Seremonial yang Kurang Dimaknai
Posko KKN Rawan Kemalingan Next post Posko KKN Rawan Kemalingan