
Beberapa penginapan mahasiswa KKN mengalami kemalingan. Hal tersebut terjadi di daerah dan waktu yang relatif berdekatan.
Pada 12 Agustus 2025, kelompok 215 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengalami insiden pencurian. Kejadian tersebut terjadi di Guest House UIN Jakarta RT.011/RW.004 Desa Cikuya Kec. Solear Kab. Tangerang. Insiden itu diperkirakan terjadi pukul 01:00–02:00 WIB, dan baru diketahui pukul tiga dini hari. Dalam insiden tersebut, mereka kehilangan 6 telepon genggam, 1 unit tablet, serta uang tunai senilai Rp871 ribu, dengan total kerugian sekitar Rp30 juta.
Hal itu diterangkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan yang sekaligus Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat kelompok 215, Hafiz—bukan nama sebenarnya. Kejadian bermula pada pukul 03:00 WIB di penginapan mahasiswi, salah seorang dari mereka terbangun dan menyadari telepon genggamnya hilang. Lantas ia membangunkan rekannya yang lain kemudian melihat bahwa jendela tempatnya beristirahat sudah terbuka. Setelah semuanya terbangun, mereka mendapati beberapa barang sudah hilang.
Saat melakukan pencarian, beberapa barang yang hilang, seperti tas, dompet, baju, dan pengisi daya ponsel ditemukan berserakan di luar gerbang posko penginapan mereka. Pagi harinya, mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, pengelola KKN UIN Jakarta yakni Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dan Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM), serta pihak desa setempat.
Satu hari setelahnya, Rabu (13/08), PPM datang berkunjung untuk memastikan keadaan mereka. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengajukan dua permintaan. Pertama meminta untuk dipulangkan lebih awal dari waktu kepulangan yang seharusnya, dan kedua meminta dana bantuan sebagai peringan kerugian atas musibah hilangnya barang berharga mereka.
Kata Hafiz, PPM akan mengusahakan permintaan kelompoknya. Pada hari di mana PPM berkunjung, mereka sudah diberi izin untuk meninggalkan lokasi KKN. Namun, ia dan kelompoknya sepakat untuk pulang dua hari kemudian, yakni pada Jumat (15/08).
“Kami meminta beberapa hal ke pihak PPM, pertama agar dipulangkan lebih awal dikarenakan separuh dari kelompok kami tidak memegang alat komunikasi yang di mana nantinya ditakutkan mempengaruhi kinerja program kerja, dan juga karena kondisi psikis kelompok kami yang terganggu,” ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp, Senin (18/08).
Sama seperti kelompok 215, kelompok KKN 214 yang hanya berbeda desa turut mengalami insiden pencurian. Kejadian tersebut terjadi pada 30 Juli 2025 di Desa Cikasungka Kec. Solear Kab. Tangerang. Pada insiden pencurian itu, mereka kehilangan 1 unit telepon genggam, 1 unit laptop, 1 unit proyektor, dan uang tunai senilai Rp4,2 juta. Akibatnya, mereka menderita kerugian dengan total Rp18 juta.
Tania—bukan nama sebenarnya—mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia yang juga menjabat sebagai Bendahara kelompok 214 menerangkan, kejadian tersebut terjadi di posko mahasiswi yang terdiri dari dua kamar dengan masing-masing berisi empat orang. Setelah memastikan seluruh ruangan terkunci rapat, mereka lantas tidur pada pukul 00:00 WIB.
Sekitar pukul tiga dini hari, rekan sekamar Tania terbangun dan menemukan bahwa telepon genggamnya hilang. Dia segera membersihkan kamar hingga tersadar bahwa laptop yang berada di kamar itu pun hilang dengan pintu yang juga telah terbuka. Lalu, dia membangunkan Tania untuk sama-sama melakukan pengecekan barang-barang di kamar tersebut.
Dalam pengecekan itu, tas laptop Tania yang berisi dua dompet dan satu pengisi daya laptop juga hilang. Tak hanya itu, proyektor di ruang tengah tak ditemukan lagi di tempatnya. Lantaran hal itu, Tania membangunkan rekan-rekannya di kamar lain. Mereka melakukan pengecekan menyeluruh terhadap penginapan itu, dan menemukan salah satu jendela sudah terbobol.
Lantas, Tania bersama rekan-rekannya melakukan pencarian ke sekeliling penginapan. Satu laptop mereka temukan pada kebun yang terletak di belakang penginapan. Sedangkan, sebuah telepon genggam mereka dapatkan pada sawah di samping penginapan.
Tania mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke PPM dan LP2M UIN Jakarta, perangkat desa, serta pihak kepolisian. Pihak kampus dan perangkat desa sempat menanyai keadaan mereka lewat sambungan telepon, namun belum ada tindak lanjut yang tegas soal kejadian yang menimpa mereka. “Pertama kali,i pihak PPM itu curigain dulu dari pihak internal KKN, karena mengingat sama kejadian KKN tahun lalu,” ujar Tania saat diwawancarai via WhatsApp, Senin (25/08).
Sampai saat berita ini diterbitkan, pihak PPM belum mengunjungi posko KKN 214. Merekaa baru mendpat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk pindah posko saat mengetahui insiden pencurian tersebut. Tetapi dengan beberapa pertimbangan, kelompok KKN 214 memilih bertahan di posko tersebut.
Ketua PPM UIN Jakarta, Ade Rina Farida mengatakan, tim PPM akan langsung menghubungi ketua kelompok dan DPL untuk verifikasi jika ada berita kehilangan. PPM akan berkoordinasi dengan pihak desa atau kelurahan serta polisi setempat untuk mendalami kasus tersebut.
Lalu, PPM juga akan berkoordinasi dengan LP2M dan pimpinan universitas untuk merumuskan langkah tindak lanjut. Selain itu, PPM dan LP2M akan didampingi oleh Pusat Hukum UIN Jakarta dan Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum (LKBH) Syari’ah untuk turun ke lapangan melihat situasi secara langsung.
Saat diwawancarai pada Rabu (13/8), PPM mengatakan sudah mendapat empat laporan mengenai mahasiswa yang kehilangan barang saat KKN. Dua kelompok di antaranya kehilangan sepeda motor, dan sisanya dan kehilangan telepon genggam, laptop, serta uang. Dalam kasus kehilangan yang menimpa mahasiswa KKN, ia mengatakan bahwa semua pihak turut membantu dan bertanggung jawab atas musibah tersebut.
“Untuk kejadian motor yang hilang, jika motor itu baru maka dibantu urus asuransinya, dan (salah satu motor yang hilang) berhasil diganti yang baru (berdasarkan) info dari DPL nya. Untuk motor lama dan barang-barang seperti handphone, laptop, masih diajukan ke universitas agar diadakan santunan musibah untuk kelompok tersebut,” ujarnya, saat diwawancarai via Whatsapp, Rabu (13/08).
Selain itu, masa KKN kelompok yang terkena musibah kehilangan juga akan dipercepat. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menghimbau agar mahasiswa KKN jangan sampai lengah perihal keamanan, agar tidak ada kejadian serupa lagi. “Kemungkinan PPM tidak akan menerjunkan (mahasiswa) KKN ke tempat itu lagi, karena sudah dikatakan zona merah. Kejadiannya banyak di daerah Tangerang,” ujarnya, saat diwawancarai via Whatsapp, Rabu (13/08).
Selain itu, masa KKN kelompok yang terkena musibah kehilangan juga akan dipercepat. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menghimbau agar mahasiswa KKN jangan sampai lengah perihal keamanan, agar tidak ada kejadian serupa lagi. “Kemungkinan PPM tidak akan menerjunkan (mahasiswa) KKN ke tempat itu lagi, karena sudah dikatakan zona merah. Kejadiannya banyak di daerah Tangerang,” ujarnya, saat diwawancarai via Whatsapp, Rabu (13/08).
Reporter: Rika Maulia
Editor: Muhammad Arifin Ilham
