TTM Bangun Minat Baca Kota Malang

Read Time:2 Minute, 41 Second
Komunitas Turun Tangan Malang (TTM) merupakan bagian dari Komunitas Turun Tangan seluruh Indonesia yang berpusat di Jakarta. Sejarah berdirinya Komunitas Turun Tangan dimulai ketika Anis Baswedan akan mengikuti Bursa Calon Presiden (Capres) pada tahun 2013. Anis Basewedan mengajak pemuda tidak hanya turun angan, tapi juga turun tangan. Bukan hanya aparat pemerintah, tapi pemuda juga harus turun tangan langsung ke lapangan.
Seiring dengan tidak terpilihnya Anis Baswedan sebagai Capres, maka komunitas ini berpindah haluan. Kesadaran akan perlunya kepekaan sosial membuat Komunitas Turun Tangan berpartisipasi aktif dalam meminimalisir permasalahan yang ada di seluruh Indonesia. Tak terkecuali kota Malang.
Kegelisahan terkait banyaknya masalah yang menimpa masyarakat kota Malang tak menyurutkan semangat Sandi Putera bersama 11 relawan lainnya untuk mendirikan TTM. Komunitas ini secara resmi didirikan pada 14 Desember 2013 dengan berbekal kesadaran bahwa suatu masalah tidak dapat diselesaikan sendiri. TTM bergerak di bidang pendidikan, sosial, lingkungan, serta kebudayaan yang ada di Malang.
Dengan mengusung visi menjadi lokomotif gerakan kerelawanan yang ada di Malang Raya, TTM memiliki beberapa program kerja. Melalui Pustaka Tamasya, TTM mengambil peran dalam menumbuhkan minat baca masyarakat kota Malang, khususnya generasi muda. Perpustakaan keliling ini biasanya digelar di taman milik pemerintah daerah secara rutin pada hari Rabu dan Minggu.
Salah satu yang menjadi ciri khas dari TTM ialah Ruang Sinau. Sejak berdirinya TTM hingga sekarang, program ini tetap dilestarikan. Ruang Sinau fokus pada pendidikan anak, khususnya Sekolah Dasar (SD). Menurut Kepala Divisi Humas TTM Fadiah Nirmala, TTM lebih dikenal masyarakat luas karena program Ruang Sinau. Ia juga meyakini bahwa setiap orang merupakan pengajar yang baik. “Anak SD pendalaman materinya masih dalam tahap awal, jadi kakak-kakaknya bisa mengajar,” ungkapnya, Kamis (13/7).
Dalam bidang kebudayaan, Djadoelympic mengambil peran untuk melestarikan permainan tradisional Indonesia yang mulai terlupakan. Selain itu, Jelajah Ngalam juga memberikan sumbangsih bagi pelestarian cagar budaya di kota Malang. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi berbagai sanggar budaya, candi-candi bersejarah, serta tempat wisata kota Malang yang belakangan mulai ditinggalkan. Tujuannya untuk menengok potensi budaya yang ada di kota Malang. “Tidak hanya berwisata, TTM juga belajar sejarah dan menjaga kebersihan potensi budaya tersebut,” tambahnya, Kamis (13/7).
Demi menumbuhkan jiwa nasionalisme anak bangsa, TTM memiliki program Apa Kabar Veteran. Kegiatan ini dilakukan dengan menggalang donasi untuk veteran yang kurang mampu dan terpinggirkan. TTM juga mengenalkan veteran tersebut ke sekolah-sekolah lewat video yang mampu menarik simpatisan anak bangsa.
Sementara itu, TTM juga tanggap terhadap isu insidental. Menanggapi permasalahan tersebut, maka diadakan sebuah forum diskusi mingguan yang dinamai dengan Diskusi Gelas Kosong. “Tergantung kondisi di Malang seperti apa, misalnya ada bencana, nanti kita galang dana,” ucapnya, Kamis (13/7).
Dalam hal perekrutan anggota, komunitas ini lebih menekankan pada komitmen calon anggotanya. Perekrutan anggota dilakukan setahun sekali dengan mengisi formulir dan interview. Hingga saat ini tercatatat jumlah anggota TTM mencapai 255 orang. TTM juga mengadakan kegiatan Kepo Relawan agar para relawan bisa saling kenal.
Lebih lanjut Fadiah mengungkapkan, untuk mendapatkan dana TTM menerima donasi berupa uang maupun barang. Misalnya menjual baju-baju bekas. Keuntungannya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan TTM. Ia pun berharap agar dana untuk semua acara yang diselenggarakan dapat terpenuhi. “Semoga tidak hanya dapat donasi dari personal saja, tapi dari donatur juga,” harap Fadiah yang juga Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya, Kamis (13/7).


SHR

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Maba Tuntut Tindaklanjuti Pelecehan Seksual
Next post Marginalisasi Etnis Tionghoa